Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Masa Lalu Kelam Zayyan



Zayyan mengepalkan tangannya erat. Pria itu berusaha keras untuk membuang jauh rasa gugupnya. Dia ingin memasang mode serius, tetapi gagal sedari tadi, karena salah tingkah sebab Riska memandangnya sedari tadi.


"Hais, ayo, Zayyan. Kamu harus bisa agar tidak kalah dari dua kakak durhakim mu," batin Zayyan terus menyemangati dirinya sendiri.


Mark yang duduk di dekat Zayyan hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia sangat tak mengerti mengapa punya adik pemalu seperti Zayyan. Padahal ibunya barbar, ayahnya tukang lawak. Benar-benar aneh bin ajaib.


"Apa jangan-jangan dia anak pungut ya?" batin Mark bertanya-tanya, namun tak menemukan jawaban apapun.


Mark mendekatkan bibirnya dengan telinga Zayyan lalu berbisik pelan di dekat telinga adik bungsunya itu.


"Zayyan goblok, penakut, pecundang, ngomong di depan calon mertua aja tidak berani. Dasar o to the on … OON!" maki Mark di telinga sang adik membuat darah Zayyan berdesir hebat.


Jiwa bersaing nya langsung muncul ke permukaan hati. Membuat Zayyan yang tadinya duduk membungkuk langsung tegak. Sorot matanya tampak berbeda daripada tadi, sekarang Zayyan terlihat lebih percaya diri.


"Alasan saya menduda karena waktu itu saya cuma pengantin dadakan, Om!" tegas Zayyan tiba-tiba membuat Raja yang tadinya memijat keningnya langsung menatap lekat Zayyan.


Pria tua itu tersenyum tipis, dia takjub melihat Zayyan tampak lebih percaya diri daripada sebelumnya.


"Lanjutkan!" titah Raja santai.


Zayyan tidak punya pilihan lain, dia harus menceritakan semua nya pada Raja.


"Waktu itu, saat umur saya 23 tahun, saya terpaksa menikahi sahabat saya yang sedang hamil demi menjaga nama baiknya. Pernikahan kami berjalan selama setahun lamanya. Dia hamil anak pacarnya, tapi, pacarnya menghilang tanpa kabar. Jujur saja, saya mencintai sahabat saya dalam diam."


Zayyan teringat masa lalunya yang sangat menyedihkan. Sungguh, dadanya sesak. Mata pria itu tidak bisa berbohong, matanya tampak berkaca-kaca mengingat momen menyakitkan itu.


Flashback on.


Pernikahan Zayyan dan sahabatnya bernama Rina berjalan lancar. Selama menikah tak pernah sekalipun Zayyan menyentuh Rina, sebab sahabatnya itu sedang hamil.


Selama mengandung, Zayyan menjaga Rina dengan sangat baik. Pria itu sangat bahagia, karena bisa menikah dengan gadis yang ia cintai sejak menduduki bangku SMA.


Singkat cerita, dua hari menjelang Rina melahirkan, Zayyan harus terbang ke Thailand untuk mengurus bisnis kopi luwak nya di sana yang sudah memiliki banyak cabang. Restoran dan grosir milik Zayyan sudah berdiri di beberapa negara. Brand ZR telah dikenal oleh banyak orang, sehingga membuat Zayyan memperluas bisnisnya.


Pria itu sangat bahagia, dia telah membeli kalung berlian untuk Rina. Dia ingin menyatakan cinta terpendam nya selama ini pada sahabatnya.


"Aku harap kamu suka ini, Na." Zayyan mencium kotak hitam itu.


Dia langsung bergegas ke rumah sakit A. Saat tiba di sana, Zayyan termangu melihat seorang pria sedang mencium kening Rina dan bayi mungil dalam gendongan Rina.


Degg.


Rina tak sengaja melihat Zayyan berdiri mematung di depan pintu.


"Zay, kamu sudah datang?" tanya Rina basa-basi membuat Zayyan tersenyum hampa.


Pria itu langsung masuk ke dalam ruangan. Rina dan Kenan– pacarnya — merasa tak enak pada Zayyan.


"Zay ... aku .."


*


*


Mau crazy up nggak hari ini?? 🤭🤭


Yuk perbanyak komentar dan buat yang belum favorit, ayuklah.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️