
Hari-hari menjadi orang tua sangatlah berat bagi Riska dan Zayyan. Butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi anak-anak yang sangat hiperaktif. Berat badan Riska juga bertambah, karena sejak melahirkan dirinya sering makan agar punya tenaga untuk bermain dengan ketiga anak kembarnya.
Riska melihat angka yang tertera pada timbangan berat badan menunjukkan angka enam puluh lima kilogram.
Wanita itu menghela nafas berat. Dia melihat suaminya yang baru saja beristirahat, setelah lelah bermain dengan ketiga anaknya sampah mereka tertidur.
"Mas, aku gendut, nggak?" tanya Riska para Zayyan yang sedang duduk bersandar di tepi ranjang.
"Gendut," jawab Zayyan singkat membuat wajah Riska muram.
Dia mengerucutkan bibirnya, kesal pada sang suami yang sangat jujur.
"Kamu udah berubah! Udah nggak sayang lagi sama aku," celetuk Riska dengan suara parau.
Zayyan terhenyak mendengarnya, dia langsung menatap lekat wajah istrinya yang suram seperti suasana malam.
"Kalau aku nggak sayang, mana mungkin aku hamilin kamu, Yank. Ada-ada saja kamu ini!" tukas Zayyan dengan suara lembut berusaha mengajak rasa kesalnya.
"Kamu nggak sayang sama kamu. Tega kamu bilang aku gendut, Mas. Padahal aku gendut juga karena kamu yang buat aku hamil dan punya anak. Sampai-sampai aku stress dan banyak makan!" Suara Riska terdengar tertahan.
Sepertinya wanita itu sedang berusaha untuk menahan tangisnya.
Zayyan ingin gila rasanya menghadapi Riska yang mood swing.
Ahh … untung cinta, pekik Zayyan dalam hati.
"Nah, kamu tahu kalau kamu gendut, Yank. Terus ngapain tanya sama aku lagi? Aku cinta sama kamu bukan karena kamu langsing atau gendut. Tapi, aku cinta sama kamu karena sifat kamu!"
Zayyan menyuarakan isi hatinya. Memang sang istri semenjak berat badannya bertambah, sering kali merasakan insecure hanya karena Riska bertambah gendut.
Wanita adalah makhluk paling rumit.
Gara-gara gendut dirinya merasa suami sudah tak mencintainya lagi.
Riska menggigit bibirnya. Dia marah bukan tanpa sebab, sudah sebulan Zayyan tidak meminta haknya. Biasanya pria itu paling tidak tahan puasa.
Emak-emak pasti tahu bagaimana perasaan Riska? Terlebih lagi saat tubuh tak langsing seperti saat gadis. Banyak perubahan pada tubuh wanita setelah melahirkan membuat banyak wanita kerap kali merasakan insecure.
"Kamu udah nggak cinta lagi sama aku, Mas," bantah Riska cepat.
Zayyan segera bangkit dari ranjang lalu menghampiri istrinya.
"Aku cinta sama kamu!"
"Nggak! Buktinya kamu sudah sebulan nggak minta hak kamu. Pasti karena aku gemuk terus kamu ji–,"
Belum sempat Riska meneruskan ucapannya. Zayyan lebih dulu menarik tengkuk istrinya dan melahap rakus bibir mungil Riska.
Amarah Zayyan dia luapkan melalui ciuman itu membuat Riska kesulitan membalas ciuman panas Zayyan.
Pria tampan itu menggiring istrinya ke atas ranjang. Riska tak bisa bernafas lagi, karena pasokan udara sudah hampir habis.
Zayyan melepaskan ciumannya lalu menindih tubuh istrinya. Dia menghirup aroma harum ceruk leher istrinya.
Hah … hah … Riska menghirup banyak udara di sekitarnya. Dia tidak menyangka kalau sang suami mencium bibirnya dengan sangat rakus.
"Aku tidak minta hak ku sama kamu bukan karena sudah tidak cinta atau gara-gara kamu gendut. Tapi, aku tidak mau membuatmu kelelahan. Semenjak punya anak, kamu selalu bangun tidur jam 4 pagi untuk membereskan kekacauan yang dibuat anak-anak, lalu sholat, menyiapkan peralatan kantor ku, memasak untukku, lanjut memandikan anak-anak saat mereka bangun tidur. Kemudian kamu bermain dengan mereka yang luar biasa hiperaktif."
"Kamu pasti sangat lelah dengan semua itu, Yank. Aku hanya tidak ingin menambah rasa penat mu. Demi Allah, bukannya aku tidak mau melaksanakan kewajiban ku sebagai suami untuk memberi nafkah batin. Tapi, aku tahu kamu lelah. Kamu butuh istirahat banyak dan waktumu istirahat ya saat anak-anak tidur!"
Zayyan berkata dengan nada tegas. Mengeluarkan semua curahan hatinya agar tidak terjadi kesalahpahaman antara keduanya.
Riska yang mendengarnya tersenyum haru. Ternyata sang suami sangat peduli padanya.
Riska membalas pelukan suaminya.
"Maafin aku, Mas," lirih Riska pelan.
Zayyan mengecup leher jenjang dan pipi istrinya. Dia tersenyum manis lalu membelai pipi istrinya dengan sangat lembut.
Perlahan pria itu mendekati bibirnya dengan bibir sang istri. Saat hampir menyatu keduanya mendengar suara pintu berderit.
Cklek.
"Mama … susu!" pinta anak kecil berdiri di depan pintu seraya menggenggam gagang botol susunya.
"Haiss, aku lupa kunci pintu," gumam Zayyan kesal membuat Riska terkekeh geli.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️ oh iya hari ini pengumuman pemenang giveaway pulsa yah buat 5 komentar terbaik 💖🥰
Mampir juga di novel temen author. yang nggak kalah bagus nya.