
Hay, Guys mohon maaf banget karena baru up lagi. Maklum menjelang lebaran.
Hari ini ada juga yang merayakan lebaran. Author ucapkan minal aidzin wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan batin 😘🌹🥰
Di tempat kalian kapan lebarannya guys?
Oh iya, btw siapa yang mau THR?? Yukkikutan giveaway mobil ini ❤️🌹 tinggal 9 hari lagi loh.
*
*
Jack dan Naima terheran-heran pada Zayyan yang sudah tinggal dua hari bersama mereka tanpa adanya Riska. Sepertinya tidak ada yang beres antara mereka berdua.
Tidak bisa dibiarkan. Mereka berdua harus mencari tahu mengapa Zayyan bisa pisah ranjang dengan Riska.
Zayyan sedang bermain game bola bersama Mark di rumah. Segera saja keduanya mendekati sang anak.
"Matikan video game nya dulu. Ada yang ingin Papa dan Mama bicarakan sama kamu, Zay!" titah Jack Lee datar seraya menghempaskan bokong di sofa bersama Naima.
"Bentar lagi, Pa! Mau gol ini," rengek Mark membuat Naima langsung melempar setangkai bunga mawar plastik ke wajah Mark.
Bugh.
Mark ingin mengomel, namun tak jadi saat melihat wajah suram kedua orang tuanya.
"Berani membantah lagi, sekalian Mama lempar pake pot nya!" ancam Naima dengan nada dingin membuat Mark menelan ludahnya kasar. Ibunya memang sangat mengerikan bila sedang serius.
Keluarga mereka punya humor tinggi, namun bila sudah serius. Damage nya lebih kentara daripada tentara.
"Ampun, Ma," cicit Mark takut.
Kembali lagi pada Jack Lee. Dia segera bertanya pada sang anak tentang keadaan rumah tangga Zayyan dan Riska.
"Kamu sama Riska bertengkar dan pisah ranjang. Apa masalahnya?" tanya Jack Lee serius membuat Zayyan terdiam sejenak.
Dia takut untuk menceritakan yang sebenarnya pada sang ibu. Bisa-bisa dia jadi ayam geprek, karena amukan orang tuanya.
"Zay!" panggil Jack Lee dengan nada dingin.
"Aku bakal cerita tapi janji jangan marah ya, Pa, Ma!" pinta Zayyan dengan penuh harap membuat Naima dan Jack Lee menghela nafas berat.
"Baik."
Zayyan menceritakan semua apa yang terjadi, tanpa ditutupi. Jack Lee, Naima dan Mark mendengarnya dengan cermat. Mereka mengerti sekarang mengapa Zayyan tidur di rumah tanpa ada Riska.
Jack Lee memijat keningnya yang berdenyut nyeri. Dia benar-benar tak menyangka karena hal sepele kedua insan itu pisah ranjang.
Ternyata perjodohan tanpa ta'aruf memang tidak baik.
"Kamu, Zay … sekarang sudah jadi suami anak gadis orang. Seharusnya, kamu bisa mengontrol emosi kamu agar tidak meledak-ledak, apalagi sampai membentak istri kamu. Riska itu anak manja yang punya kehidupan indah bersama orang tuanya. Ayahnya tidak pernah membentaknya, apalagi sampai memarahinya seperti yang kamu lakukan padanya, gara-gara cemburu buta sesaat."
"Istri itu harus dididik dengan cara lemah lembut. Mereka tidak bisa dididik dengan cara keras. Kamu ngomong sama istrimu pakai nada tinggi, meskipun omongan mu itu benar dan baik, tetap saja istri tidak akan mau mendengarnya dan dia hanya sakit hati. Karena saat kita para suami berbicara dengan nada tinggi di hadapan istri, yang sampai bukan makna omongan kita. Tapi, emosi yang akan mereka terima!"
"Lain kali apapun yang terjadi, jangan sampai membentak istrimu lagi. Papa aja tidak pernah membentak Mama meski usia pernikahan kami udah 32 tahun. lah kamu, baru menikah beberapa Minggu yang lalu udah berani bentak istri."
Jack Lee berbicara panjang lebar membuat Zayyan terdiam. Dia mengepalkan tangannya erat.
"Tapi, dia salah, Pa!" elak Zayyan tak terima.
"Ralat! Kalian berdua lebih salah tepatnya. Pilihan Riska memang bagus yaitu pulang ke rumah orang tuanya. Tapi, tidak bagus sampai pisah ranjang. Suami istri itu kalau marah tidak boleh lama-lama, kata nenekmu nanti bakal ada pelakor atau pebinor yang masuk ke rumah tangga kalian!" nasehat Naima membuat Zayyan termangu.
Dia paham betul maksud perkataan Naima. Pria tampan itu tidak mau kalau sampai istrinya direbut oleh orang lain. Mana mereka baru saja menikah.
"Aku siap jadi pebinor nya, Ma!" seloroh Mark dengan ekspresi bahagia membuat Zayyan langsung menatap tajam dirinya.
"Berani jadi pebinor, siap-siap anu mu ku kebiri!" ancam Zayyan penuh arti membuat Mark menelan ludahnya kasar langsung memegang si Juki.
"Oh no, Juki ku!" pekik Mark dalam hati.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️