
Guys, bantu follow Ig author ya Balqis7850, di sana bakal ada spoiler dan notifikasi kalau author udah up dan di IG bakal ada informasi yang tidak author beritahukan di novel. β€οΈβ€οΈπ
*
*
Jack Lee tertawa cengengesan. Dia mengangkat dua jarinya menandakan perdamaian. Pria itu hanya bercanda saja, tak mungkin pangling dari Naima β wanita tercantik dan terbaik di matanya.
Naima tersenyum senang, dia langsung memeluk Laila. Wanita tua itu juga mencium kening Riska.
"Masya Allah tabarakallah, cantiknya menantuku," puji Naima tulus membuat wajah Riska merah merona.
Dia mencuri-curi pandang ke arah Zayyan yang tampak gagah dengan balutan jas berwarna putih, senada dengan kebaya nya.
Baik Zayyan ataupun Riska. Keduanya saling memuji satu sama lain.
"Cantik."
"Tampan."
Keduanya tersenyum malu-malu. Rasa gugup dan cemas dalam hati keduanya langsung menguap saat bertemu pandang.
Penghulu sudah siap sedari tadi. Zayyan segera duduk berhadapan dengan pak penghulu. Di sampingnya sudah ada pak penghulu yang siap membimbing Zayyan melakukan ijab Kabul.
Beberapa saksi juga diundang agar syarat ijab Kabul sah di mata Allah dan agama.
"Bismillahirrahmanirrahim."
Zayyan dan pak penghulu mengucapkan bismillah secara bersamaan. Keduanya langsung berjabat tangan. Jack Lee berbisik pada putra bungsunya.
"Jangan gugup! Rileks, tidak usah buru-buru. Semuanya pasti akan berjalan lancar," bisik Jack Lee membuat Zayyan memantapkan tekadnya.
Rasa gugup dan cemas sudah hilang semenjak melihat Riska. Justru pria itu tidak sabar untuk menghalalkan Riska.
"Saya nikah dan kawinkan Engkau β Ananda Zayyan Lee dengan Riskana Anjani Baskoro dengan mahar 750 juta dibayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Riskana Anjani Baskoro dengan mahar 750 juta rupiah dibayar tunai!"
Zayyan mengucapkan ijab kabul dengan lantang. Pria itu berhasil mengatasi rasa gugupnya membuat semua orang bisa bernafas lega, karena tidak ada drama salah ucap nama atau apapun.
Laila, Raja, Naima dan Jack Lee meneteskan air mata haru. Mereka bahagia melihat anak-anak mereka telah halal di mata Allah dan agama sekarang.
Sama halnya dengan David dan Mark. Mereka tersenyum tulus menyaksikan proses ijab Kabul adik bungsu mereka.
"Semoga kamu bahagia, Zay," batin David dan Mark serempak.
Mereka tahu betul bagaimana hancurnya pernikahan Zayyan dulu. Sekeluarga sempat menentang Zayyan menikahi Rina. Tetapi, pemuda itu cinta buta pada Rina.
Mereka malah bersyukur Zayyan menceraikan Rina dulu.
Kembali lagi pada Zayyan. Dia berusaha menahan air matanya agar tak tumpah. Pria itu merasa sangat bahagia, seolah beban yang dipikulnya saat ini terangkat.
"Akhirnya, setiap malam aku bisa peluk istri, bukan guling lagi," batin Zayyan menangis haru.
Raja bangkit berdiri lalu memeluk Zayyan. Pria itu membalas pelukan mertuanya.
"Tolong jaga anak saya, dia mungkin ceria dan barbar. Tetapi, hatinya selembut kapas. Dia juga cengeng, sama sepertimu. Bedanya dia lebih ekspresif, kalau sedih ya nangis, kalau senang ya ketawa."
Raja bermohon pada Zayyan untuk membahagiakan putrinya. Dengan senang hati Zayyan akan berusaha mewujudkan keinginan Raja.
"Baik, Om," jawab Zayyan singkat.
Zayyan tersenyum canggung. Mereka semua mengobrol ringan. Giliran Zayyan yang menghampiri Riska.
Riska menyodorkan tangannya berniat untuk mencium punggung tangan suaminya membuat Zayyan tersenyum manis.
Dia segera merogoh sakunya lalu mengeluarkan dompet dan mengambil kartu black card.
"Saya sengaja bawa black card lebih, karena kata Papa seorang suami wajib menafkahi istri!" ujar Zayyan dengan nada lembut membuat Riska menggigit bibirnya kesal.
"Aku mau cium tangan, Mas. Bukan mau minta ATM," jawab Riska berusaha menahan rasa kesalnya membuat Zayyan terkejut.
"Oh maaf saya tidak peka. Nah, silahkan cium!" Zayyan segera menyodorkan tangannya ke arah Riska. Segera gadis itu mencium punggung tangan suaminya.
Ada rasa hangat menjalar di dalam hati Zayyan. Dulu saat menikah dengan Rina dia tidak merasakan ini, bahkan Rina tidak mencium punggung tangannya.
Naima yang sedari tadi melihat langsung memberi titah pada putranya.
"Giliran kamu cium kening Riska, Zay!" titah sang ibu membuat Zayyan ragu-ragu.
Pria itu segera mengecup kening Riska dengan lembut membuat dua duda yang sedari tadi menyaksikan romantisnya dua insan itu hanya bisa gigit jari.
"Rasanya aku pengen nikah, Dav," celetuk Mark iri melihat adik bungsunya.
"Sama, Mark. Tapi, aku trauma β¦takut dimanfaatin lagi," keluh David yang masih tak bisa melupakan trauma kelamnya.
"Pura-pura miskin saja, Dav. Biar dapat perempuan yang tulus da terima kamu apa adanya," saran Mark asal membuat David termenung.
*
*
Saat ini Zayyan dan Riska berada di penthouse. Mereka akan menghabiskan malam pertama di sana. Kedua insan itu sama-sama gugup, jujur saja yang paling polos itu Zayyan. Dia belum belajar biologi tentang sistem reproduksi, karena pelajaran yang paling Zayyan tidak suka adalah biologi, sebab guru biologi nya dulu galak, membuat Zayyan malas belajar.
Pria itu sedang memandangi sebuah buku pemberian Mark. Dia ragu-ragu untuk membaca buku tersebut.
"Buku apa itu, Mas?" tanya Riska tiba-tiba berdiri di belakang Zayyan. Aroma harum sabun dan shampo memasuki indera penciuman Zayyan.
Gleg.
Pria itu menelan ludahnya kasar. Entah mengapa sesuatu yang aneh membuat darahnya terasa panas.
Riska melangkah ke depan Zayyan. Saat ini dia hanya memakai handuk kimono membuat cairan kental keluar dari hidung Zayyan.
"Alahmak, celana ku sesak," jerit Zayyan dalam hati saat merasakan celananya mengetat di daerah bagian intinya.
Riska tidak melihat wajah Zayyan melainkan buku yang dipegang oleh suaminya. Sontak saja pipi Riska merona malu saat membaca judul buku tersebut.
"$eks Edukasi [Gaya Bercinta Paling Nyaman] β¦ Mas kaβkamu!" Riska membaca judul buku itu dengan terbata-bata membuat Zayyan gugup setengah mati.
*
*
Cie cie yang udah nunggu belah duren wkwkwkwk π€£π€£ sabar yaaa πππ€£ tapi kalau kagak panas maaf yah, karena ini bulan puasa dan ane belum berpengalaman tentang belah duren πππππ₯΄
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak π₯°π₯°
Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ