Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Dia Telah Meninggal!



Rina bertanya dengan suara parau. Dadanya selalu sakit bila teringat suami tercintanya. Pria yang dicintai telah pergi terlalu cepat.


Zayyan terdiam. Dia tidak tahu harus menjawab apa, pria itu terlalu terkejut mendengar fakta sahabat baiknya telah meninggal.


"Kevin menghilang bukan tanpa alasan. Dia ke Malaysia untuk berobat … tapi, dokter bilang kankernya sudah parah dan menyebar. Menurut perkiraan dokter dia cuma bisa hidup sekitar enam bulan. Waktu itu dia kembali untuk minta maaf sama aku …"


Rina meneteskan air matanya. Dia teringat kembali saat Kevin tiba-tiba datang menemaninya saat melahirkan.


*


*


Flashback on.


Seorang gadis muda sedang berjuang melawan maut demi melahirkan buah hatinya ke dunia. Dia mengejan berulang kali sesuai perintah dokter. Tiba-tiba tangannya terasa hangat dalam genggaman seseorang.


Rina menoleh ke kanan, dia cukup terkejut melihat kehadiran pria yang telah menghamilinya ada di sampingnya.


"Kev … akkkk." Rina tak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan.


Kevin menggenggam erat tangan Rina. Dia mengecup pelipis sahabat sekaligus pacarnya.


"Kamu kuat, Rin. Berjuanglah … demi anak kita," bisik Kevin bagaikan vitamin untuk Rina.


Gadis itu mengejan hingga anaknya berhasil keluar. Suara tangisan bayi terdengar membuat Rina dan Kevin menangis haru.


"I love you," bisik Kevin pelan.


"I hate you, but I love you," balas Rina lemah.


*


*


Rina menangis sesenggukan setelah mendengar alasan Kevin pergi. Dia sangat terpukul dengan fakta yang didengarnya.


"Aku mau sama kamu … hiks …" Rina memeluk erat tubuh Kevin.


"Jangan, kamu harus tetap sama Zayyan. Dia mencintaimu dan aku yakin betul kamu akan bahagia dengannya," balas Kevin lembut.


Rina menggelengkan kepalanya cepat.


"Tapi, aku bahagianya sama kamu, Kevin. Aku cinta sama kamu, bukan sama Zayyan. Dia tidak layak dapatin gadis yang sudah punya anak dari pria lain seperti aku. Dia pantas dapat yang lebih baik dari aku," sanggah Rina masih dengan suara serak.


"Tapi, waktuku cuma sebentar lagi, Rin. Aku penyakitan …"


Kevin berbicara dengan suara serak. Rina menggelengkan kepalanya cepat.


"Terserah … aku tidak peduli. Aku cinta sama kamu, mau kamu sehat atau sakit, hidup atau mati. Aku tetap cinta sama kamu … hiks … tolong bawa aku pergi sama kamu. Aku mau kita hidup bareng anak kita," pinta Rina tetap kukuh pada pendiriannya.


Cintanya pada Kevin sangatlah besar. Dia tidak bisa menjauh lagi dari pria itu.


*


*


Flashback off.


Zayyan mengepalkan tangannya erat. Matanya memerah menahan air matanya agar tak tumpah. Dia merasa bersalah pada Kevin, dulu sahabatnya itu bersikeras ingin berbicara dengan kepala dingin bersamanya. Namun, Zayyan tidak mau dan bahkan, Zayyan memblokir nomor Kevin.


"Berarti setahun setelah kita berpisah, Kevin sudah meninggal?" tanya Zayyan lagi berusaha memastikan.


Rina menganggukkan kepalanya. Dia mengusap air matanya dengan sapu tangan berwarna putih dengan ukuran nama Kevin di ujungnya.


"Iya … dia pria hebat. Bisa bertahan selama itu, padahal kata dokter waktu Kevin cuma enam bulan," balas Rina tersenyum manis memandang ke arah langit biru. Seolah melihat ada wajah suaminya yang tersenyum di sana.


"Kenapa kamu tidak kembali padaku?" Pertanyaan itu meluncur saja dari Zayyan, karena Zayyan baru bisa move on setelah dua tahun bercerai. Tandanya Zayyan masih mencintai Rina saat itu.


*


*


Percaya aja ama author ... kagak ada hang namanya pelakor. Dan bawang nya paling sebentar ... 😅😅


Kalau author up 6 bab hari ini gimana?? 🤭🤭🤭 Vote dan kopinya dibanyakin yahh 🤣🙏


Eh pokoknya tenang yah nggak ada pelakor di sini. Jadi aman sentosa 🌹🌹💋


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️