Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Kemarahan David



Mohon maaf lahir dan batin semuanya 🙏🌹❤️


*


*


Keringat dingin membasahi kening kepala sekolah. Pria tua itu tidak mau kehilangan donatur dermawan seperti David. Terlebih lagi Syila adalah anak berprestasi.


"Anda terlalu lama menjawab pertanyaan saya," desis David dengan nada dingin.


Wanita angkuh tadi sangat kesal dan marah sebab David mengabaikan dirinya. Seolah-olah dia tidak ada, seumur hidup baru kali ini ada orang yang berani memperlakukan nya seperti ini.


"Hey, kenapa Anda mengabaikan saya?! Lihat nih, kening anak saya sampai terluka seperti ini. Andai saja dia sudah cukup umur, saya pastikan dia membusuk di penjara!" sentak wanita angkuh itu membuat kesabaran David yang setipis tisu telah terbelah dua.


"Saya mau lihat CCTV di tempat kejadian!" David menoleh ke samping melihat ke arah kepala sekolah.


Wajah anak kecil yang berkelahi dengan Syila berubah panik. Dia sangat takut kalau semuanya terbongkar.


"Baik, Pak. Nak Syila, kalian berkelahi tadi di mana?" tanya pak kepala sekolah pada gadis kecil itu.


"Di lorong dekat toilet, Pak," balas Syila pelan tanpa mendongak.


Segera saja kepala sekolah membuka rekaman CCTV yang berada di dekat lokasi kejadian. Tak lupa dia mematikan lampu ruangan, lalu dihidupkan layar proyektor atau tripod screen agar David bisa melihat dengan jelas.


Flashback on.


Syila sangat susah mencari teman di sekolah barunya, karena dirinya trauma di bully. Gadis kecil itu lebih memilih menghindari keramaian dan lebih suka berdiam diri di toilet. Syila takut bergabung dalam keramaian.


Bayangan masa lalu menghantui dirinya. Takut sekali di bully, terlebih lagi ada pelaku bully yang juga sekolah di tempat yang sama.


Syila merasa lapar, dia terpaksa keluar dari kamar mandi untuk mencari makanan agar perutnya tak lagi sakit.


Naas saat keluar dari toilet dia bertemu dengan pelaku bully.


"Eh ada Syila yatim!" seru nya dengan senyuman mengejek terpasang di wajahnya.


"Syila bukan yatim. Syila punya papa!" sentak gadis kecil itu tak suka.


"Tapi, kata mamaku kamu anak yatim dan sekarang kamu juga Piatu. Kata mamanya Alexa juga begitu, sekarang kamu cuma jadi anak angkat," ledek anak kecil itu membuat Syila mengepalkan tangannya erat.


"Syila bukan yatim piatu, mama dan Daddy cuma pergi ke surga sebentar! Nanti juga pulang lagi. Kata Papa David, Syila juga bisa pergi ke surga kalau memang sudah waktunya!" balas gadis kecil itu polos.


Namun, anak kecil yang dibesarkan dengan didikan kurang bagus itu sangat suka membully Syila.


Syila lelah berdebar, dia memilih mengabaikan gadis kecil itu dan beranjak pergi dari sana. Dia keluar dari lorong toilet, berjalan di atas batu warna-warni hiasan menuju ke kantin.


Bugh.


Syila meringis kesakitan saat bahunya dilempar batu. Dia menoleh ke belakang dan melihat pelaku nya malah tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha … makanya kamu jangan songong! Aku lagi ngomong, tapi kamu cuekin aku!"


Syila tak tinggal diam, dia mengambil batu tadi langsung ia lempar mengenai kening gadis jahat itu.


Bugh.


"Rasakan adzab mu orang jahat!" sentak Syila seraya berdecak pinggang. Dia tahan dibully dengan mulut, tetapi tak tahan di bully dengan tangan.


Flashback off.


Wanita angkuh tadi berubah gugup saat melihat rekaman CCTV. Ternyata anaknya lah yang menjadi pelaku utama.


Berbeda dengan David, dia malah mengkhawatirkan punggung putrinya. Karena baru yang digunakan untuk menyakiti Syila lumayan besar.


"Kurang ajar," desis David saat melihat punggung Syila memar.


Dia kembali memakaikan baju Syila. Rak sengaja bertatapan dengan wajah putri angkatnya dan mata David terbuka lebar saat melihat pipi kanan Syila terdapat memar kemerahan.


"Astaghfirullah, Sayang … pipi kamu kenapa?" tanya David tak menutupi rasa terkejut nya.


Syila langsung menangis sesenggukan dan menunjuk ke arah wanita angkuh tadi.


"Huwaa … tadi pipi Syila di cubit sama Tante jahat itu, Papa!" tangis gadis kecil itu akhirnya pecah.


Sedari tadi dia ketakutan, seumur hidup baru kali ini dia disakiti oleh orang dewasa. Bahkan, ibunya saja tidak pernah menyakiti Syila.


Saat ibunya ada seekor nyamuk saja tidak berani menggigitnya. Sekarang saat ibunya telah pergi ke surga, ada wanita yang dijuluki ibu oleh anak lain tega menyakiti dirinya.


Darah David berdesir hebat. Dia paling tidak menyukai kekerasan fisik, apalagi yang menyakiti anak angkatnya adalah wanita dewasa.


"Rudy?!" teriak David kencang membuat seorang pria langsung masuk ke dalam ruangan.


"Iya, Pak."


"Pastikan anak itu tidak diterima di sekolah swasta manapun, kecuali negeri. Dan pastikan wanita ini mendekam di penjara karena sudah berani menyakiti putriku!" tegas David tak ingin dibantah membuat wanita angkuh itu terkejut bukan main.


"Hey, jangan coba-coba untuk membuat saya masuk penjara ya. Atau saya akan melaporkan Anda pada suami saya. Asal Anda tahu kalau suami saya bekerja di perusahaan Excellent Group!"


David tersenyum dingin. Sedangkan, Rudy hanya bisa menatap iba wanita angkuh di hadapannya.


"Siapa nama suamimu?"


"Damar Guritno," balas wanita itu angkuh.


"Katakan pada suamimu. Kalau Bapak David Lee – pemilik saham terbesar Excellent grup sekaligus CEO, akan mengirimkan surat PHK dini!" David mengeluarkan kartu namanya lalu ia letakkan di atas meja.


Wanita itu mengambil kartu nama itu. Lututnya langsung lemas, ternyata sang suami adalah bawahan David.


"Celakalah aku, karena memilih lawan yang salah," jeritnya dalam hati.


Raut wajah yang tadinya angkuh dan sombong berganti dengan wajah memelas. Dia segera berlutut di hadapan David.


"Pak … ma-maafkan saya," ujar wanita itu terbata-bata.


"Sampai bertemu di pengadilan! Rudy minta rekaman CCTV dan cari beberapa saksi untuk bersaksi di pengadilan. Aku akan bawa Syila ke rumah sakit untuk melakukan visum!"


David segera menggendong putrinya. Dia mencium pipi Syila yang memar. Rasa bersalah menyelimuti hatinya. Dia telah gagal melindungi Syila.


"Papa janji, kejadian hari ini yang pertama dan terakhir. Akan papa pastikan kamu sekolah dengan tenang di lingkungan aman dan punya banyak teman yang beradab," bisik David pelan.


"Pak David, ampun pak … saya tidak mau dipenjara!" teriaknya pilu tak membuat David luluh.


*


*


Maaf baru up lagi !! Tapi, bab ini panjang kan 🤭🤭


Eh ada yang mudik kah?? Semoga sampai tujuan dengan selamat.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️