Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Papa!!



Tubuh Zayyan membeku melihat mantan istrinya berdiri tepat di hadapannya. Tak hanya itu, Rina juga menggandeng putrinya yang sudah berusia enam tahun. Jantung pria itu berdegup kencang, ingatan masa lalu berputar layaknya film.


Saat-saat di mana Zayyan memperlakukan Rina bak ratu di masa kehamilan. Tetapi, rasa sakit itu masih kentara dalam hatinya. Dia memang tak ikut membuat anak Rina. Akan tetapi, Zayyan ikut andil dalam merawat Rina saat hamil.


"Akhirnya kamu move on juga, Zay. Aku senang melihat kamu menikah lagi," ujarnya tersenyum tulus membuat Zayyan mengepalkan tangannya erat.


"Kalau kamu mengira aku baru move on, kamu salah. Karena aku sudah move on empat tahun yang lalu!" balas Zayyan dengan nada dingin.


Pria itu menatap Rina dengan sorot mata menusuk. Dia sakit hati dan kecewa pada Rina. Mengapa wanita itu tega mencampakkan dirinya, setelah apa yang telah dilakukan oleh Zayyan untuknya.


"Papa."


Suara menggemaskan anak kecil terdengar oleh Zayyan dan Riska. Keduanya terhenyak saat anak perempuan Rina memeluk kaki Zayyan. Dia mendongak menatap Zayyan dengan sorot mata penuh kerinduan.


Dada Zayyan bergemuruh hebat. Dia teringat dulu saat anak perempuan di depannya pertama kali hadir di dunia ini.


"Bawa anak kita keluar."


Kalimat itu terngiang-ngiang di telinga Zayyan. Dia segera menjauh. Pria tampan itu menatap datar anak kecil di hadapannya.


"Saya bukan Papa mu!" Zayyan berkata dengan nada dingin membuat anak kecil itu sedih. Matanya berkaca-kaca menunjukkan kalau perkataan Zayyan menyakiti hati kecilnya.


"No, Mama bilang Syila punya dua Ayah. Satu Daddy Kevin dan satu lagi Papa Zayyan … hiks … Papa gendong!"


Gadis kecil itu menangis sesenggukan membuat semua netra tamu undangan menuju ke arah Zayyan. Bisik-bisik terdengar membuat Rina langsung menggendong gadis kecil bertubuh mungil itu.


"Maaf, Zay." Rina tersenyum getir lalu segera beranjak dari sana, karena tak ingin membuat keributan di acara pernikahan mantannya.


Syila — anak Rina dan Kevin mengencangkan tangisannya. Suara gadis kecil itu melengking tinggi dalam gedung tersebut.


"Syila mau papa … hiks … Syila mau papa!" jerit anak kecil itu membuat para tamu undangan sedikit banyak mengerti.


Beberapa orang di antara mereka mengenal Rina yang tak lain mantan istri Zayyan. Mereka tidak tahu kalau anak kecil itu bukanlah anak Zayyan, karena pria itu sangat pintar menjaga aib Rina.


"Itu dia mantan istri Tuan Zayyan. Aku baru tahu kalau ternyata Tuah Zayyan punya anak dari istri pertamanya."


"Kenapa dia tega membiarkan anaknya menangis?"


Bisik-bisik itu terdengar ke telinga Mark yang berada dekat dengan sekelompok Emak-emak sosialita.


Kembali lagi pada Zayyan. Pria itu masih terhenyak, dadanya sesak mendengar Syila memanggilnya 'Papa'. Apa yang sebenarnya terjadi? Ke mana Kevin, sehingga tidak menemani Rina dan putrinya?


Banyak sekali tanda tanya dalam benaknya.


Riska melihat sang suami tampak kebingungan bercampur keterkejutan. Riska menghela nafas berat.


"Mas, nggak mau kejar dia untuk bicara baik-baik?" Riska bertanya dengan lembut membuat Zayyan menoleh ke arahnya.


Ketegangan dan kegundahan hati Zayyan langsung menguap saat melihat wajah teduh istrinya. Dia tersenyum tipis seraya mengecup punggung tangan istrinya.


"Tidak ada lagi yang ingin ku bicarakan dengannya," balas Zayyan ambigu. Nyatanya dia penasaran tentang kehidupan Rina setelah bercerai dengannya.


Apakah dia bahagia dengan Kevin?


Riska tersenyum kecil.


"Ada yang harus kalian bicarakan, Mas. Tentang gadis kecil tadi kenapa dia memanggilmu Papa. Padahal kalian tidak ada hubungan darah. It's okay kalau kamu pernah menjadi ayah tirinya. Tapi, bukankah saat itu dia belum lahir. Faktanya Mas dan Mbak Rina bercerai setelah Mbak Rina melahirkan. Tentunya gadis kecil tadi tidak sempat melihat wajah, Mas."


Riska berbicara panjang lebar membuat Zayyan termenung. Setelah berpikir panjang Zayyan memutuskan untuk tetap berdiri di samping Riska.


"Jikapun aku ingin berbicara dengannya. Bukan sekarang. Masih ada lain waktu, sekarang kita fokus pada acara kita saja! Kalaupun aku ingin berbicara dengan nya. Pasti aku ajak kamu agar tidak terjadi kesalahpahaman antara kita. Kata Mama, wanita itu lain di mulut lain di hati! Kamu menyuruhku untuk berbicara dengannya, padahal hati kamu di penuhi rasa cemburu!"


Zayyan berkata jujur dengan ekspresi polos membuat Riska gemas sekali. Suaminya benar-benar anak mama, karena setiap berbicara pasti ada kalimat 'kata Mama'.


"Haiss, kamu gemesin banget sih, Mas," gumam Riska pelan tersenyum manis.


*


*


Tenang ya Bunda-bunda, konfliknya ringan. Jadi, santai saja wkwkwkwk 🤣🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏