Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Siapa Yang Baby Blues?



Saat tiba di rumah sakit, Riska langsung dibawa ke ruang bersalin VVIP yang telah disiapkan oleh tim medis. Untung jaraknya hanya empat menit dari rumah orang tua Riska. Hingga keadaan tetap terkendali, meski jadwal lahiran Riska lebih cepat dari perkiraan dokter.


"Mohon maaf, Pak. Istri Anda tidak bisa melahirkan secara normal, karena ketuban sudah pecah lebih cepat dari perkiraan kami. Bayi Anda akan lahir prematur jadi kami putuskan untuk melakukan operasi. Mohon untuk menandatangani persetujuan operasi!" jelas sang dokter membuat Zayyan mengerti.


Pria yang sedang panik itu segera melakukan apa yang disuruh oleh dokter. Setelah selesai Zayyan hanya bisa menunggu di luar, karena tidak diizinkan masuk ke dalam.


Dia melihat dari jendela kaca. Istrinya sedang berjuang melawan maut.


Mark juga ikut khawatir. Dia berjalan mondar-mandir di depan ruangan membuat suasana semakin runyam. Jack Lee yang melihatnya langsung memukul bokong Mark dengan tongkat.


Bugh.


"Aww … bokong semok ku," pekik Mark sakit seraya memegang bokongnya.


"Duduk?! Jangan mondar-mandir kayak gasing putar. Kami udah pusing mikirin Riska lahiran, makin pusing lihat kamu kayak gasing!" sentak Jack Lee membuat Mark mengerucutkan bibirnya.


Sang ayah memang sangat tegas dan terkadang kasar.


"Aku depresi punya ayah kayak papa ," gumam Mark kesal.


Berbeda dengan Zayyan yang berdiri di depan jendela. Pria itu berdoa untuk istrinya. Berharap Riska tetap sehat dan anaknya juga lahir dengan sehat meski prematur.


"Kamu harus kuat sayang. Harus kuat karena kamu istriku," gumam Zayyan pelan.


*


*


Operasi berjalan lancar. Riska berhasil melahirkan secara Caesar dan anak-anaknya juga sehat meski prematur. Di sinilah Zayyan berdiri di depan inkubator.


Wajahnya seperti orang bingung, hanya bisa plonga-plongo melihat tiga bayi di hadapannya dengan wajah yang sangat mirip.


"Ba … bagaimana bisa benih ku jadi tiga bayi begini," gumam Zayyan tak percaya.


Bukannya senang punya anak kembar tiga. Zayyan malah stres, karena terkejut dan tak pernah berharap punya anak kembar.


Mark dan David tersenyum cerah. Mereka tak berhenti mengambil potret tiga keponakan mereka. Terlebih lagi satu diantaranya perempuan dan dua lagi laki-laki.


"Ayo senyum baby girl … senyum!" suruh Mark dengan suara pelan membuat David langsung mencubit pinggang adiknya.


"Senyum senyum … dia baru lahir, Pe'ak. Belum mengerti apa yang kau suruh!" sentak David membuat Mark berdecih sinis.


"Dia tersenyum," tunjuk Zayyan ke arah bayi perempuannya membuat David dan Mark langsung menoleh ke arah si bayi.


Keduanya terkejut bukan main melihat bayi yang masih merah itu tersenyum manis dengan mata terpejam. Konon kata orang tua dulu saat anak bayi tersenyum, ada malaikat yang membuat mereka tertawa.


"Nah kan … nah kan … dia tersenyum! Sudah ku bilang dia mengerti apa yang Uncle nya katakan," ujar Mark langsung mengabadikan momen tersebut.


David yang melihatnya tak tinggal diam. Dia juga menyuruh bayi laki-laki yang berada di dalam inkubator di depannya untuk tersenyum.


"Hey, Boy. Ayo senyum … senyum … biar kau bangga saat besar nanti karena bisa melihat foto mu tersenyum di usiamu yang baru 2 jam," suruh David lembut.


Tak berselang lama bayi kecil itu juga tersenyum membuat David ingin tertawa, namun dia menahannya.


"Hihi … dia juga tersenyum. Iya begitu, Boy. Tahan … tahan." David mengabadikan momen tersebut dengan baik. Bahkan dia sempat merekamnya.


Zayyan yang melihatnya tak tahu harus tertawa atau menangis. Sungguh hatinya bingung.


"Ayo senyum!" suruh Zayyan lemah.


Oek … oek …


Zayyan terkejut bukan main melihat bayi kecil itu malah menangis. Mark dan David langsung melihat Zayyan dengan ujung matanya.


Boombastic side eyes!


Zayyan melihat ke arah para saudaranya.


"A … aku hanya menyuruhnya tersenyum, sumpah!" Zayyan membalasnya dengan cepat.


Oek … oek


Oek … oek .


Dua bayi tadi ikutan menangis saat mendengar saudara kembarnya ikut menangis.


"Eh eh … kok barengan nangisnya? Satu-satu dulu!" suruh Zayyan panik.


David dan Mark langsung saling bertatap muka.


"Sepertinya yang baby blues itu adik kita," ujar Mark pelan.


David langsung menggelengkan kepalanya.


"Bukan adik kita, tapi adikmu," tolak David membuat Mark juga menggelengkan kepalanya.


"Tidak mau … aku tidak mau punya adik laki-laki. Dari dulu aku mintanya punya adik perempuan. Tapi, Mama malah kasih aku adik yang ***** nya laki-laki, tapi hatinya hello Kitty," tukas Mark kesal.


Brak.


Mereka berdua terkejut saat mendengar suara orang terjatuh. Keduanya langsung menoleh ke tempat berdirinya Zayyan.


Mata keduanya melebar sempurna saat melihat adiknya pingsan dengan hidung mimisan.


"Kurang asem emang kalian berdua yah! Bisa-bisanya buat tiga bayi menangis sekaligus bapakmu ikut pingsan!" sentak Naima yang baru saja tiba membuat David dan Mark langsung pucat pasi.


"Zayyan sialan! Kau yang makan nangka, kami yang kena getahnya!" umpat Mark dan David dalam hati.


*


*


Mau crazy up lagi nggak?? 🤭🤭


Wkwkwkwk 🤣🤣🤣 jujur di real life author jadi Zayyan 🤣🤣 author nangis karena mata kena cabe. Eh Abang author yang lagi makan, malah kena amukan mamak dan ayah, dikiranya Abang author yang buat author nangis 😭🤣


Untung Abang ku … maafkan adikmu yang cengeng ini yah. 🤭🤣😭


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️