Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Panggilan Orang Tua [David & Syila]



Setelah kematian Rina. Syila dirawat oleh David, pria itu benar-benar menjalankan wasiat terakhir Rina– mantan adik iparnya. Mulanya Syila menolak, dia ingin dirawat oleh Zayyan, karena yang sering diceritakan oleh ibunya tentang Zayyan.


Hanya butuh dua hari, Syila langsung menerima David sebagai ayahnya. Seperti biasa, naluri anak kecil sangatlah tajam. Mereka bisa mengenali orang baik dan tulus. Termasuk Syila yang tersanjung dan luluh dengan kebaikan David.


David sedang bekerja. Akhir-akhir ini David sangat sibuk, karena produk terbaru yang diluncurkan diterima baik oleh masyarakat.


Suara dering ponsel berbunyi, David segera menerima panggilan tersebut.


"Halo."


[Selamat siang, Pak David. Saya wali kelas Arsyila Aprilia ingin memberitahukan kalau putri bapak baru saja terlibat perkelahian. Dia melukai kepala temannya dengan melempari batu. Orang tua murid yang dilukai oleh Arsyila meminta wali Syila untuk segera datang sekarang juga]


David tak bisa menutupi keterkejutan nya. Dia tidak menyangka kalau putri angkatnya bisa melukai orang. Padahal, sifat Syila yang ceria dan baik pada semua orang. Meski sesudah ibunya meninggal, Syila tetap kuat dan tegar.


"Baik saya akan segera ke sana sekarang juga!"


Segera pria tampan itu bergegas ke sekolah putrinya.


*


*


Suasana di ruang kepala sekolah sangatlah panas. Ibu dari anak yang dicelakai Syila menatap tajam ke arah David yang baru saja tiba.


Pria itu hanya bisa memijat kening saat melihat rambut putri angkatnya acak-acakan.


"Pokoknya saya tidak mau tahu pokoknya penjahat kecil ini harus dikeluarkan dari sekolah ini! Kalau saja dia sudah cukup umur, saya bersumpah akan memenjarakan dia, karena sudah berani melukai anak kesayangan saya!" tegas wanita itu sombong membuat David mengepalkan tangannya erat.


Syila hanya bisa menundukkan wajahnya. Dia belum berani bertatap muka dengan sang ayah.


"Bagaimana kronologinya?" tanya David menatap datar kepala sekolah tanpa memperdulikan wanita itu.


"Hey, untuk apa bertanya kronologi, kalau semuanya sudah jelas seperti ini! Anak angkat Anda ini sudah melukai anak saya. Hais … saya juga baru tahu kalau dia sudah yatim piatu dan diangkat menjadi anak oleh duda kesepian seperti Anda. Sangat menyedihkan, memang rata-rata anak yang tidak punya orang tua, akhlak nya minim karena tidak dididik oleh orang tua kandungnya!"


Wanita itu tak berhenti menghina kedudukan Arsyila membuat anak kecil itu menggigit bibirnya sekuat mungkin.


Dia menunduk membuat air matanya sangat mudah merembes keluar. Bahunya bergetar, karena menangis membuat David yang melihatnya sakit hati.


Luka kehilangan ayahnya belum sembuh, ditambah luka atas kepergian ibunya membuat hati Syila rapuh dan sakit.


Dia juga takut dengan kejadian ini akan membuat David membuangnya, karena nakal.


Tubuhnya memang kecil, namun isi kepalanya sudah ribut seperti orang dewasa.


Rasa takut ditinggalkan terus menghantui diri Syila.


"Mama … Syila pengen dipeluk, Mama," batin Syila menjerit memanggil ibunya yang telah tiada.


Dia tidak terima dengan ucapan David.


Dirinya juga punya uang banyak tentunya tak kalah banyak dari David – itu menurutnya, karena dia tidak tahu siapa David yang sebenarnya.


David adalah pengusaha sukses yang kaya dan bekerja dibalik layar, oleh sebab itu tak banyak yang kenal dengannya.


"Hey, Anda yang tutup mulut, sebelum mulut Anda saya tambal pakai uang!" sentak wanita itu angkuh membuat David tersenyum samar.


"Berapa uang yang Anda gunakan untuk menutup mulut saya?" tanya David santai.


Wanita angkuh itu meninggikan dagunya. Dia mengipasi wajahnya dengan kipas cantik yang harganya sangat mahal.


"Berapa yang kau inginkan? 10 juta, 100 juta, 300 juta?"


"Dollar atau rupiah?"


"Maksudnya?"


"Uang yang Anda pakai untuk menutup mulut saya. Dollar atau rupiah?" David memperjelas maksud pertanyaan nya.


"Ya rupiah lah!" balas wanita itu sombong.


David tersenyum sinis.


"Kalau begitu Anda tidak bisa membungkam mulut saya, karena mulut saya hanya bisa dibungkam pakai dollar yang mata uangnya tentu lebih tinggi daripada rupiah."


"Ibarat kata saya adalah dollar dan Anda rupiah. Perbedaan nilai yang cukup jauh bukan! Lalu, apa tadi? Anda menyuruh kepala sekolah untuk mengeluarkan anak saya dari sekolah!"


David langsung beralih menatap kepala sekolah dengan sorot mata penuh arti.


"Apa Anda sanggup kehilangan murid yang orang tuanya menjadi donatur tetap di sekolah ini, Pak Kepsek?" tanya David dingin membuat kepala sekolah mengeluarkan keringat dingin.


*


*


Udah triple up nih 🤭🤭 masih mau lagi nggak guys?? Mumpung malam takbiran nih.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏