Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Nomor Apa?



Mark dan David terduduk di atas sofa. Punggung mereka yang tadinya tegak kini membungkuk. Rambut mereka berdua acak-acakan setelah dijambak oleh sang ayah dan bokong mereka terasa perih ditampar oleh sang ibu.


"Aku menyesal mengganggunya," gumam Mark pelan penuh sesal.


"Aku lupa kalau dia tukang ngadu," imbuh David lemah.


Zayyan memiliki sifat pemalu, perasa dan sangat sensitif. Itulah sebabnya Naima dan Jack Lee sangat menyayangi Zayyan, karena hati pria itu masih suci dan polos. Berbeda dengan dua anak-anak mereka yang sudah ternoda oleh kenakalan mereka.


David dan Mark waktu kecil sangat cemburu pada Zayyan, karena sangat dimanjakan oleh orang tua mereka. Alhasil, keduanya kerap kali menjahili Zayyan dan menyuruh Zayyan melakukan ini itu.


Raja hanya bisa menahan tawa sedari tadi melihat dua duda menyedihkan itu dihajar oleh Jack Lee.


"Apa setiap harinya mereka bertiga seperti itu?" tanya Raja pada Jack Lee pelan.


Pria tampan itu menganggukkan kepalanya cepat.


"Mereka cuma bertiga, tapi kalau berkumpul ributnya seperti pasar ikan. Apalagi Mark yang sangat jahil, Zayyan sering menangis diam-diam di kamar, karena ulah Mark."


Jack Lee bercerita pada Raja membuat pria itu manggut-manggut.


"Sepertinya aku harus berhati-hati bila berbicara dengannya bila nanti dia sudah sah menjadi menantuku," balas Raja pelan.


"Harus, Ja. Dia mungkin tidak akan menangis di depan siapapun, tapi, nanti saat di kamarnya dia akan menangis semalaman. Aku harap putrimu bisa memperlakukannya dengan baik," ungkap Jack Lee penuh harap.


Suasana kembali tenang. Zayyan sudah diam dan tak menangis lagi. Risky juga sudah diobati dan pria itu tidak menaruh dendam pada Zayyan sedikitpun.


"Karena malam telah larut, kami pulang dulu. Semoga saja rencana pernikahan anak-anak kita berjalan lancar, Ja. Dua hari lagi kita akan menjadi besan!" Jack Lee menepuk pundak sahabat lamanya.


Pria tua itu tersenyum manis. Dia memeluk hangat tubuh tua Jack Lee. Keduanya juga berjabat tangan.


Kembali lagi pada Mark dan David. Dia menatap Riska penuh damba, namun apalah daya takdir tak mengizinkan mereka memiliki Riska.


"Riska," panggil Mark lembut membuat Riska mendongak menatap wajah tampan Mark.


"Iya."


"Kalau nanti Zayyan tidak bisa membahagiakan mu. Aku siap turun ranjang jadi suamimu," balas Mark seraya mengedipkan matanya genit.


Sontak saja Zayyan langsung meninju pundak Mark keras. Dia sangat kesal mendengar ucapan Mark. Sampai matipun dia tidak akan melepaskan Riska, dia tidak mau jadi duda dua kali.


"Sialan kau, Mark! Riska itu milikku, dia calon istriku!" sentak Zayyan lantang membuat jantung Riska berdegup kencang. Dia tidak menyangka kalau Zayyan bisa terlihat keren dan gagah seperti ini.


Ternyata Zayyan seperti koin uang yang punya dua sisi. Bisa cengeng dan manja, namun bisa keren dan gagah.


"Auch … makanya jangan buat anak orang menderita. Biar kalaupun kau mati nantinya dia tidak mau turun ranjang atau naik ranjang, karena dia akan setia padamu sampai akhir hayat!" seru Mark penuh makna membuat Zayyan terhenyak.


Pria itu membenarkan ucapan Mark. Dia pasti akan membahagiakan Riska, meski dirinya sendiri kadangkala masih menderita.


"Wih, tumben kau bijak, Mark!" puji David menepuk pundak saudaranya semangat.


Mark yang dipuji langsung hidungnya kembang kempis. Dia tersenyum bangga seraya merapikan rambutnya.


"Oho dari zaman dulu aku memang sudah bijak, Dav. Kau saja yang buta," balas Mark tinggi hati.


David menyenggol lengan Zayyan membuat pria itu menoleh ke arah kakaknya.


"Minta nomornya gih," bisik David di telinga Zayyan membuat pria itu mengerutkan keningnya.


"Nomor apa?" tanya Zayyan polos.


Wajah David berubah kesal. Adik bungsunya memang sangat kaku dan polos menyangkut wanita.


"Nomor BH," ketus David kesal terdengar oleh Mark.


Mark menganggukkan kepalanya semangat. Dia ikut dalam pembicaraan absurd Zayyan dan David.


"Benar, Zay. Kamu harus meminta nomor BH dan celana d*lam nya, karena nanti saat membelikan hantaran pernikahan mama tidak repot memilih ukuran yang pas untuk Riska."


Mark berbisik pelan membuat Zayyan yang tadinya marah pada David tak jadi marah. Pria itu mendengarkan saran dari kedua kakaknya.


Riska yang diabaikan memilih nimbrung dengan Naima, Laila, Raja dan Jack. Sedangkan, Risky sudah masuk dalam kamarnya untuk beristirahat.


Kembali lagi pada Zayyan. Pria itu menatap wajah kedua kakaknya dengan lamat-lamat.


"Kalian tidak mengerjaiku, 'kan?" tanya Zayyan serius membuat David dan Mark menggelengkan kepalanya serempak.


"Jadi, aku harus meminta nomor BH dan celana d*lam nya?" Zayyan ingin memastikannya sekali lagi.


Kedua kakak sedeng itu menganggukkan kepalanya cepat. Dalam hati keduanya tertawa lepas.


"Oke." Zayyan segera berjalan ke arah Riska yang sedang berbicara dengan Naima.


"Riska," panggil Zayyan lembut membuat Riska menoleh ke arahnya.


Naima dan Jack tersenyum-senyum sendiri melihat anak bungsu mereka sudah berani melakukan pendekatan pada Riska.


"Iya," jawab Riska tak kalah lembut membuat Raja dan Laila saling beradu pandang.


"Nomor BH kamu berapa?" tanya Zayyan serius dengan raut wajah tanpa dosa membuat semua manusia yang berada di sana tercengang.


*


*


Wkwkwkwk 🤣🤣 kasihan si Zayyan. David suruh minta nomor WA, tapi si Zayyan aja yang polos makanya bisa dijahili oleh dua dua itu 🤣🤣


Yang mau up lagi cunh??


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


...Guys, beri komentar terbaik kalian yah di setiap bab dan menangkan pulsa 20k, 5 komentar terbaik akan author pilih pada tanggal 30 April nantinya. Vote, like dan nonton iklan di kolom komentar gift juga ya💋...