Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Dengan Restu Ayah Bunda [Pilihan Riska]



Riska memantapkan hatinya pada satu nama yang terbesit dalam hatinya. Dia yakin kalau pemilik nama itu pasti akan menerimanya apa adanya.


"Bismillahirrahmanirrahim dengan restu Ayah dan Bunda aku pilih, Mas Zayyan!" jawab Riska lantang membuat Zayyan yang tadinya pesimis langsung berteriak kencang.


"Yes?!" teriak Zayyan keras seperti penonton bola saat melihat pemain idolanya menggolkan bola ke gawang.


Begitu juga dengan Mark dan David yang ikut berteriak senang. Meski mereka kecewa dan sedih, tetapi ikut bahagia, karena adik bungsu mereka terpilih.


"Yes, akhirnya kamu laku juga, Zay. Aku senang dengarnya!" Mark memeluk erat tubuh Zayyan.


Pria tampan itu membalas pelukan kakaknya. Dia merasa sangat senang mendengar ucapan selamat dari sang kakak.


"Terima kasih, Mark."


Giliran David yang memberikan selamat pada adik bungsunya. Dia mengacak-acak rambut Zayyan.


"Hais, aku tidak menyangka kamu yang berpenampilan biasa dan paling pesimis, malah kamu yang dipilih oleh Riska. Meski kesal, tapi ikut bahagia, karena kamu dapat gadis yang lebih baik daripada masa lalu mu itu. Jaga baik-baik anak gadis orang!"


David memberikan nasehat bijak pada adik bungsunya. Mereka semua tahu betul bagaimana hancurnya Zayyan setelah bercerai dengan Rina.


Bahkan, Zayyan semakin tertutup dan tidak banyak berbicara selama dua tahun. Di tahun ketiga barulah Zayyan mulai berbicara lagi, meski tetap lebih banyak diam.


Zayyan membalas pelukan kakaknya. Dia ikut senang, sejujurnya dia tak banyak berharap pada Riska. Tak disangka-sangka dia terpilih menjadi calon suami gadis muda itu.


"Iya, Dav. Tenang saja, aku pasti akan menjaganya dengan baik! Terima kasih, Dav."


Zayyan tersenyum senang.


Di sisi lain, Risky langsung memeluk adik kembarnya. Dia menepuk punggung Riska dengan lembut.


"Hais, Adek sebentar lagi akan menikah. Abang, nggak punya temen lagi di rumah!" celetuk Risky membuat Riska tersenyum haru.


"Makanya Abang juga cari jodoh," sungut Riska manja.


"Nanti deh, kalau umur Abang udah tiga puluh tahun, baru cari jodoh. Sekarang fokus kerja dan nabung biar bisa bahagiain anak orang," balas Risky lembut.


Mereka tak sadar kalau ada sepasang mata yang menatap Risky dengan sorot mata membunuh.


Risky tak sengaja bertatapan dengan Zayyan. Tampak pria itu menatapnya tajam, seolah mengatakan.


"Jangan sentuh calon istriku."


Gleg.


Tiba-tiba nyali Risky menciut. Dia segera melepaskan pelukannya.


"Gila tuh duda, damage nya kalau serius kaya singa jantan yang kagak dapat jatah. Tadi aja kayak putri malu," batin Risky menggerutu kesal.


Giliran Laila yang memberikan pelukan pada anak gadisnya. Wanita paruh baya yang masih cantik dan bugar itu menangis haru.


"Selamat, Nak. Akhirnya, sebentar lagi kamu bakal menikah," ujar Laila memberi selamat pada anak gadisnya.


Riska tersenyum manis. Dia menganggukkan kepalanya. Entah mengapa saat pertama kali mendengar suara Zayyan hatinya bergetar. Terlebih lagi setelah mendengar cerita pilu Zayyan membuat Riska yakin kalau pria di hadapannya ini pasti bisa menjadi suami yang baik.


Raja ikut mengecup kening Riska membuat hati Zayyan terasa panas. Pria itu cemburu melihatnya.


"Sabar, Zayyan … setelah menikah, kamu bisa memeluknya, kening nya bebas kamu kecup, bibirnya juga bebas kamu cium … tapi … kamu belum pernah ciuman," batin Zayyan ragu-ragu pada dirinya.


Pria itu belum pernah berciuman apalagi lebih dari itu. Takut sekali nantinya tidak bisa memuaskan Riska.


"Apa aku harus belajar ciuman ya?" tanya Zayyan dalam hati.


Terlalu penasaran, Zayyan bertanya pelan pada kedua kakaknya.


"Caranya ciuman gimana?" tanya Zayyan pelan membuat David dan Mark tergelak.


"Pake bibir," bisik David pelan.


Mark yang mendengarnya terkekeh kecil.


"Pake lidah lebih enak," celetuk Mark membuat David dan Zayyan meremang membayangkan nya saja.


Tanpa sadar ketiganya membayangkan berciuman panas. Membuat tubuh mereka ikutan panas dan sesuatu di bawah sana berubah tegang membuat celana mereka sesak.


Hidung mereka bertiga kembali mimisan membayangkan hal itu.


Naima yang melihat ketiga putranya mimisan terkejut.


"Eh, kok mimisan lagi?" tanya Naima heran membuat semua mata memandang mereka.


Riska tak sengaja melihat celana ketiga pria itu membuat matanya membesar dan langsung berteriak kencang.


"Akkk … benda apa itu?" teriak Riska menunjuk ke arah celana Zayyan membuat semua mata menatap celana Zayyan, David dan Mark.


Tiga duda itu langsung menunduk dan melihat celana mereka yang ketat. Langsung saja mereka menutup adik kecil yang sudah bangun.


"Aaa … ini lagunya Siti Badriah!" celetuk Mark santai membuat semua orang mengerutkan keningnya.


"Maksudnya?" tanya Riska takut-takut bercampur penasaran.


"Terong kami minta dicabein," balas Mark genit seraya bersenandung membuat semua orang tersedak ludah.


*


*


Wkwkwkwk 🤣🤣🤣 ada yang tahu lagunya, nggak??


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Rekomendasi novel bagus ❤️❤️ bisa langsung baca.