Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Kedatangan Bibit Pebinor



Keduanya tiba di rumah megah orang tua Zayyan. Mereka sengaja ke sana karena sang ibu menyuruh Zayyan dan Riska tunggal di sana selama seminggu. Setelahnya terserah Zayyan mau bawa Riska tinggal di rumah sendiri atau menetap di rumah mereka.


Keduanya turun dari mobil. Zayyan segera menggandeng tangan istrinya membuat Riska menoleh menatap wajah tampan sang suami.


"Kata mama aku harus sering-sering genggam tangan kamu agar kamu merasa lebih diperhatikan," ujar Zayyan jujur dengan raut wajah polos membuat Riska gemas.


"Terima kasih," balas Riska lembut membuat Zayyan menganggukkan kepalanya cepat.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah. Zayyan mengajak sang istri ke gazebo taman belakang – tempat bersantai kedua orang tuanya.


"Mama, papa!" seru Zayyan menyapa kedua orang tuanya.


Namun, tubuh Zayyan membeku saat melihat pemuda berparas blasteran Indonesia-Amerika. Raut wajah Zayyan menegang, rahangnya mengeras. Dia sangat tidak suka pada pemuda itu.


"Buat apa si playboy cap naga itu datang ke sini," batin Zayyan bertanya-tanya.


Pria yang dimaksud Zayyan tersenyum tipis melihat Riska. Senyuman pria itu tampak menggoda, namun tak membuat Riska suka.


"Buat apa kamu datang ke sini, Albert?" tanya Zayyan dingin. Pria itu segera merangkul pinggang Riska posesif seolah menegaskan pada Albert kalau Riska adalah gadisnya yang tidak bisa digoda.


"Hey hey hey … siapa yang datang? Zayyan si pemalu dengan gadis cantik dan imut! Wow … berarti benar apa yang Uncle katakan padaku, kalau kamu sudah menikah!"


Albert beranjak mendekat Zayyan dan Riska. Tangannya tergerak ingin membelai pipi Riska. Namun, suara dingin Zayyan lebih dulu menginterupsi.


"Berani kau sentuh Istriku, siap-siap jarimu patah!" tegas Zayyan dengan suara yang amat dingin.


Rasa kagum hadir dalam hati Riska. Dia merasa dilindungi dan sikap Zayyan yang sekarang menunjukkan sisi kuatnya sebagai laki-laki. Bahkan, Zayyan terlihat lebih keren.


Berbeda saat menangis di dalam pelukannya tadi — sangat manja dan cengeng.


"Ah ternyata begini sisi dinginnya Mas Zayyan," batin Riska pelan.


Kembali lagi pada Albert. Dia tersenyum penuh arti melihat Zayyan yang tampak murka dan siap menghajarnya bila berani menyentuh Riska.


"Hai kalian … jangan bertengkar. Kmu Albert, hilangkan sifat playboy dan mata keranjang mu. Sadar diri kalau yang ingin kau goda itu adalah istri sepupumu!" tegur Jack Lee yang sedari tadi melihat ketidakkompakan Zayyan dan Albert.


"Coba saja goda menantuku. Siap-siap barang mu itu kujadikan sosis panggang!" Naima ikut berbicara, wanita tua itu juga kurang nyaman dengan kehadiran Albert si mata keranjang.


Meski Albert adalah keponakannya. Sekilas sifat Albert sangat mirip dengan sikap David maupun Mark. Akan tetapi, mereka berbeda jauh sebenarnya. David dan Mark hanya berani menggoda wanita saja mereka tidak berani menyentuh wanita.


Namun, wajahnya tidak menunjukkan kemarahan sedikitpun. Dia malah tersenyum manis.


"Jaga istrimu baik-baik … bila lengah sedikit, aku akan merebutnya," ujarnya lembut dengan nada santai mampu membuat dada Zayyan berdebar kencang. Amarahnya berkobar-kobar mendengar ucapan ambigu Albert.


"Brengsek!" umpat Zayyan melayangkan bogem mentah pada pipi Albert membuat Riska terkejut bukan main.


Bugh.


Wajah Albert terpental ke samping. Dia tersenyum sinis, lalu memegang bibirnya yang berdarah.


"Kau masih sama seperti dulu. Naif dan langsung bucin pada wanita yang berstatus istrimu. Lihat saja nanti, apa Gadis ini tetap berada di sampingmu, atau dia memilih pergi, seperti mantan istrimu!" sindir Albert membuat Riska yang mendengarnya pun kesal.


"Jangan pernah samakan aku dengan siapapun. Karena aku adalah aku! Mas Zayyan adalah suamiku! Dan aku akan terus berada di sampingnya!" desis Riska tak sanggup menahan diri untuk menyanggah Albert.


Albert menurunkan pandangannya pada dada Riska. Dia tersenyum penuh arti. 


"Berhenti mengusik Zayyan dan istrinya, Albert!" Suara seseorang menginterupsi membuat semua mata menoleh ke arah orang itu.


"Mark," gumam Albert terkejut.


Mark melangkah cepat mendekati Albert – si playboy cap naga yang sangat suka menggoda istri orang. 


"Buang pikiran kotormu itu, Albert. Sebelum kau menyentuh tubuh adik iparku! Ku pastikan tanganmu lebih dulu ku gergaji!" dengus Mark dengan nada dingin membuat Albert menelan ludahnya kasar.


*


*


Maaf telat up ❤️❤️🥰


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰