
Saat salah satu adik atau kakak yang menikah, maka sudah menjadi kebiasaan orang-orang bertanya pada mereka yang belum menikah, "Kapan nikah?".
Itulah yang dirasakan oleh David dan Mark. Gara-gara Zayyan menikah, mereka ditanya kapan nikah. Rasanya benar-benar dongkol, keduanya ingin sekali kabur dari lingkaran manusia-manusia durhakim yang bertanya kapan nikah.
Setiap orang yang ditemui oleh mereka di acara itu, semuanya bertanya pada keduanya kapan nikah.
Lihatlah sekarang bagaimana sahabat mereka menyuruh anaknya untuk berdoa untuk David dan Mark.
"Ayo, Sayang. Kita doakan Om David dan Om Mark supaya cepat nikah!" Andre sahabat baik kedua duda itu meminta doa pada anaknya yang berumur tujuh tahun.
"Ya Tuhan, tolong mudahkan Om David dan Om Mark menikah!" Gadis kecil itu berdoa dengan sungguh-sungguh membuat David dan Mark tersenyum paksa.
Keduanya hanya bisa menahan rasa kesal dalam hati.
"Anak baik. Terima kasih doanya, Cantik. Semoga kamu jadi anak Sholeha!" ujar David seraya mengelus rambut hitam gadis kecil itu.
Sang gadis tersenyum manis. Dia menengadahkan tangannya meminta imbalan atas doanya untuk David dan Mark.
"Uangnya mana, Om?" tanya sang gadis polos membuat David dan Mark terhenyak. Kening mereka berdua berkerut.
"Uang untuk apa?" tanya David balik membuat sang gadis menjelaskan.
"He he … bayaran atas doaku yang tadi, Om." Sang gadis menjawab dengan santai masih dengan kepolosan nya.
Mark yang mendengarnya memutar bola matanya malas.
"Doamu belum tentu diterima juga," ketus Mark dengan nada kesal membuat sang gadis cemberut.
"Tentu saja diterima karena aku Piatu, Om. Om mah nggak ngaji! Kata Pak Ustadz doa anak yatim piatu itu cepat diijabah Allah. Makanya semenjak Mama meninggal, aku buka jasa doa dengan kelebihan ku sebagai anak piatu! Om tenang aja, 90% persen dari doaku sudah terkabul. Kemarin ada temen papa request doa agar istrinya mau dimadu!" Gadis kecil itu berbicara dengan lancar membuat David dan Mark nyaris tersedak ludah.
"Terus gimana? Istrinya mau di madu?" tanya Mark serius sekaligus penasaran.
"istrinya minta cerai!" jawab gadis itu lugu membuat Mark tertawa lepas.
Apa-apaan gadis kecil ini? Memanfaatkan kekurangannya yang tak punya ibu untuk berbisnis dengan pebisnis sukses seperti Mark dan David.
David yang gemas langsung mencubit pipi gadis d kecil itu. Dia memeluk salah satu kakinya mensejajarkan diri dengan tubuh gadis kecil itu.
"Hey gadis kecil! Kenapa kamu pinter sekali berbisnis, hemm? Di mana-mana anak kecil seusia mu bakal kesepian karena tidak punya ibu. Kok, kamu malah kelihatan bahagia banget!"
David bertanya dengan lembut membuat sang gadis kecil bernama Lula itu tersenyum polos.
"Tentu saja aku bahagia, karena Mama nggak sakit lagi. Mama udah happy di surga. Nggak seperti di dunia, setiap kali cuci darah, Mama nangis. Katanya capek dan sakit!"
David mendongak menatap sahabatnya yang tersenyum kecil.
"Istriku meninggal dua tahun yang lalu, karena gagal ginjal," balas Andre santai membuat David dan Mark turut berduka.
Andre tidak melarang Lula berbisnis dengan jasa doanya. Dengan cara itulah Lula bisa lapang dada dan berdamai dengan luka.
"Turut berdukacita," ujar Mark dan David pelan.
Andre hanya tersenyum kecil. Kembali lagi pada Mark dan David, mereka segera mengeluarkan uang merah sebanyak lima lembar lalu diberikan pada Lula.
"Nah, kalau begitu Om minta kamu doakan Om dapat istri Sholehah dan punya value tinggi!" Mark meminta doa pada Lula.
"Om minta kamu doakan agar Om dapat istri baik hati, sayang sama Om dan setia!" David ikut meminta doa Lula.
Gadis kecil itu tersenyum lebar. Dia sangat senang menerima uang banyak dari kedua teman ayahnya.
"Oke, Om. Nanti habis sholat magrib aku berdoa. Hihi … senang berbisnis dengan Om Mark dan Om David!" balas Lula bahagia membuat kedua duda itu tersenyum cerah.
*
*
Acara resepsi pernikahan berjalan dengan lancar. Riska dan Zayyan sangat bahagia dan bisa bernafas lega, sebab sudah bisa beristirahat. Tepat jam Cinderella keduanya masuk ke dalam kamar hotel. Mereka berdua sangat lelah.
Riska tampak kesusahan membuka resleting bajunya membuat Zayyan yang sedang rebahan atas ranjang langsung bangkit.
"Sini aku bukain," bisik Zayyan di telinga Riska membuat bulu kuduk gadis itu meremang.
*
*
Guys, maaf telat up yah 🥰🙏
Mau up lagi nggak?? Yuk jawab di kolom komentar ❤️🥰
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️