
Suara gelak tawa Riska membuat Zayyan ikut senang. Saat ini mereka berdua sedang naik jet ski bersama. Sang istri memeluk erat tubuh suaminya dari belakang. Dia tersenyum senang, akhirnya bisa merasakan air laut juga.
"Wow … aku seneng banget, Mas! Ha ha … airnya jernih banget! Aku suka!" teriak Riska dari belakang membuat Zayyan tersenyum cerah.
"Kamu bahagia?" tanya Zayyan.
"Bahagia, dong."
"Alhamdulillah … aku seneng kalau kamu bahagia," balas Zayyan dengan suara keras.
Keduanya tertawa bersama. Tak lupa Riska mengabadikan moment tersebut dalam galeri ponselnya.
"Mas, lihat ke kamera!" suruh Riska membuat Zayyan langsung melihat ke kamera ponsel istrinya.
Mereka berfoto dengan berbagai pose. Zayyan bahagia sekali, karena bisa membahagiakan istrinya.
Hari ini adalah hari bersejarah dalam hidupnya. Karena mereka liburan bersama untuk pertama kalinya saat Riska hamil.
"Habis ini kamu mau naik apa lagi, Sayang?" tanya Zayyan pada istrinya.
"Maunya sih banana boat, Mas. Tapi, aku udah capek … mau istirahat dan makan siang dulu," balas sang istri manja.
Zayyan mengerti. Dia segera memutar arah untuk menepikan jet ski.
"Ya sudah kita istirahat dulu," ujar Zayyan lembut.
Dia membantu Riska naik ke atas jembatan kayu. Keduanya tersenyum senang, karena baru saja naik jet ski.
Zayyan merangkul pinggang istrinya. Dia melabuhkan ciuman manis di kening sang istri.
"Kamu mah makan apa, Sayang?" tanya Zayyan dengan nada romantis.
"Aku mau makan seafood, Mas! Apalagi ikan bakar sama kerang rebus bumbu kacang!" Riska menjawab dengan penuh semangat. Zayyan pun terkekeh kecil mendengarnya.
"Ini kamu yang mau atau anak kita yang mau hemm?" Zayyan mengelus perut rata Riska lembut.
Sang istri terkekeh geli. Dia ikut menggenggam tangan Zayyan yang berada di perutnya. Mereka mengobrol sambil berjalan.
"Ini kemauan mamanya," balas Riska manja.
"Kalau mau anak kita apa?"
"Di jenguk sama papanya," cicit Riska pelan membuat Zayyan melebarkan bola matanya.
"Beneran? Kita ke hotel yah?" ajak Zayyan tak sabar membuat Riska tergelak.
"Nanti waktu pulang aja, Mas. Aku masih mau di pantai," rengek Riska membuat Zayyan mengerti.
Keduanya segera beranjak dari sana.
"Tapi, aku mau ke toilet dulu. Toilet di sini bagus nggak sih?" tanya Riska.
Zayyan mengantarkan istrinya ke depan lorong kamar mandi khusus untuk wanita. Banyak pasang mata genit melihat Zayyan dengan sorot mata penuh damba dan menggoda.
Namun, pria itu seperti jalan tol yang lurus saja. Dia tidak peduli bagaimana orang melihatnya. Karena pandangannya hanya untuk istri tercinta.
"Ganteng banget … mirip oppa Lee min ho."
"Bener banget … kita minta foto yuk."
Mereka berdesakan ingin meminta foto Zayyan. Namun pria itu menolak dengan datar.
"Saya sudah punya istri dan istri saya galak. Kalau tidak mau rambut kalian di cukur botak, lebih baik pergi sekarang!" desis Zayyan membuat mereka semua langsung lari dari sana.
*
*
Riska membuang air kecil dengan santai. Dia tidak sadar kalau ada kamera kecil di pojok kamar mandi.
"Huff … akhirnya lega juga," gumam Riska pelan setelah selesai memakai celananya lagi.
"Mbak," panggil seseorang membuat Riska terhenyak.
Glek.
Dia menelan ludahnya kasar. Sadar betul kalau saat ini sedang berada di dalam kamar mandi yang tentunya tidak ada siapapun selain dirinya di dalam ruangan kecil itu.
"Mbak." Suara itu kembali datang membuat tubuh Riska gemetar.
Perlahan gadis itu mendongak ke atas. Mata Riska melebar sempurna saat melihat seorang wanita berambut panjang sedang berjongkok di atas dinding pembatas kamar mandi satu dan lainnya.
"Aaaaa … kuntilanak?!" teriak Riska kencang membuat wanita itu ikut berteriak.
"Aaaa … di mana?!" jerit wanita itu melihat ke belakang.
*
*
Wkwkwkwk 🤣🤣🤣 mau lagi nggak??
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️
*
*