
Di sisi lain, setelah selesai memberikan berkas lamaran pada temannya. Rina segera bergegas pergi, sudah dua jam dia menitipkan Syila pada Zayyan dan Riska. Bila terlalu lama, dirinya juga tidak enak hati.
"Lebih baik aku beli makanan untuk mereka saja, nggak enak pulang dengan tangan kosong," gumam Rina pelan.
Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi Zayyan untuk bertanya kabar Syila. Wanita itu berbicara seraya menyetir mobil.
"Alhamdulillah kalau Syila nggak rewel. Oh iya, Zay … ini aku lagi di jalan cempaka putih, mau beli seafood karena aku nggak masak di rumah. Kamu dan istrimu mau? Biar sekalian aku beli!"
Rina bertanya pada Zayyan dengan nada santai. Dia fokus menyetir ke depan, seingatnya dulu Zayyan sangat suka seafood. Sama dengan Kevin, mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama.
*
*
Zayyan melihat dari arah spion depan. Terlihat Riska dan Syila sedang bermain di kursi penumpang belakang. Wajah Syila sangat mirip dengan Kevin membuat Zayyan senang, karena serasa dekat dengan sahabatnya lagi.
Begitupun dengan Riska yang tampak cantik dan keibuan saat bermain dengan anak sahabatnya.
"Sayang, Rina nanya kamu mau seafood?" tanya Zayyan pada sang istri membuat Riska menganggukkan kepalanya.
"Mau, Mas … tapi jangan kepiting rebus yah. Aku sukanya kerang rebus pake bumbu kacang! Sama udang bakar!" pesan Riska semangat membuat Zayyan menganggukkan kepalanya.
"Kamu dengar pesanan istriku, 'kan, Rin?" tanya Zayyan.
[Iya aku dengar. Eh coba dong di loudspeaker, aku mau ngomong sama Syila.]
Segera Zayyan melakukan perintah Rina. Dia memberikan ponselnya pada Riska, tampak Syila tersenyum senang mengetahui ibunya menelepon.
"Mama!" panggil Syila bahagia.
[Iya, Sayang …]
Rina mengalihkan ke telepon video call. Riska segera menggeser tombol hijau ke atas.
Terlihat wajah Rina memenuhi layar ponsel. Gadis kecil itu tersenyum manis menyapa ibunya.
"Seneng banget, Ma. Papa Zayyan dan Mama Riska baik. Beli mainan banyak-banyak banget buat Syila. Nih, lihat, Ma. Rambut Syila dikepang sama Mama Riska," gadis kecil itu memperlihatkan rambutnya pada Rina.
[Waw cantik sekali, Sayang … mirip banget princess Elsa!]
Rina memuji putrinya membuat Syila tersenyum manis menampakkan gigi ompong nya. Gadis kecil itu juga sangat suka pada rambutnya. Rina juga sering mengkepang rambutnya, namun tak seindah ini.
[Mama mau ngomong sama Mama Riska. Tolong kasih ponselnya bentar]
Riska menerima ponsel Zayyan. Dia tersenyum canggung pada Rina. Jujur saja insting nya sebagai seorang istri tidak merasa terancam dengan hadirnya Rina. Meski ada rasa cemburu dan curiga, namun saat bertatapan dengan Rina dan sempat berbicara empat mata tadi di taman, membuat perasaan buruk itu menguap.
Ternyata ada wanita setia seperti Rina yang masih mencintai suaminya meski berbeda alam. Dan Zayyan sangat jujur padanya, membuat Riska tenang. Karena pria itu tidak menutupi apapun padanya.
[Terima kasih ya sudah baik sama anak saya. Semoga Tuhan membalas kebaikan kamu, Ris.]
"Aamiin, Mbak … lagian Syila anak baik, dia tidak nakal dan saya suka sama dia."
Riska membalas dengan lembut membuat Syila yang dipuji tersenyum malu. Gadis kecil itu memeluk boneka kuda poni yang dibeli oleh Zayyan untuknya.
[Iya, eh sudah dulu ya, ini hampir sampai di …]
"Akk … Mbak!" jerit Riska kencang membuat Zayyan terkejut dan menginjak pedal rem secara mendadak.
*
*
...Yukk main tebak-tebakan di kolom komentar. Apa yang terjadi setelahnya? Kalau ada yang benar, author kasih pulsa 15k buat yang menang besok 🤭🤭❤️🙏...
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏