Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Kesabaran Setipis Tisu



Guys, bantu komentarnya tembus 1000 yukk 🙏🥺 biar geng duda masuk rangking karya baru.


Yang belum favorit, yuk silahkan favorit dulu biar nggak ketinggalan notifikasi nya 🙏❤️


*


*


Raja dan keluarganya hanya mampu mengelus dada mendengar kisah miris percintaan segitiga Bermuda David, Mark dan wanita itu.


Membayangkannya saja sudah membuat dada mereka sesak. Mencintai wanita yang sama dan parahnya keduanya gagal memiliki wanita itu karena sikap si wanita yang memang layak untuk ditinggalkan.


Laila menghela nafas berat. Kemudian, dia menatap serius Mark dan David. Dia harus bertanya serius pada kedua putra Jack Lee itu tentang hati mereka berdua.


"Sekarang kalian masih mencintai wanita itu?" tanya Laila serius membuat David dan Mark berdecih sinis, mengingat wajah wanita penipu itu saja sudah membuat perut mereka mual.


Sakit yang teramat sangat tak bisa dilupakan dengan mudah.


"Tentu saja tidak, Tante. Saya pribadi memang mudah jatuh cinta, tapi, saya juga mudah move on. Ibarat kata nenek saya yang di Jakarta, bunga bukan sekuntum, layu satu tumbuh seribu. Hanya saja sekarang lebih pemilih saja, Tan. Dan belajar dari pengalaman agar tidak terlalu percaya sepenuhnya pada pasangan, meski saya mencintai pasangan saya nantinya. Agar kelak bila suatu saat nanti dia mengkhianati saya. Hanya sakit hati putus cinta saja, bukan sakit hati karena kepercayaan saya hancur!" jelas David panjang lebar dengan raut wajah yang sangat serius.


Mark mengangguk kepalanya. Dia setuju dengan ucapan kakaknya.


"Sama, Tan. Saya juga seperti, David. Mau sebucin apapun saya nantinya pada Riska. Tetap saja saya tidak bisa mempercayai Riska sepenuhnya. Karena saya takut kepercayaan saya dihancurkan suatu saat nanti!" tegas Mark membawa-bawa nama Riska membuat gadis itu mengerutkan keningnya.


Begitu juga dengan Raja. Dalam hati dia bertanya-tanya mengapa anak muda di hadapannya ini membawa nama anak gadisnya.


"Loh, kok nama anak saya dibawa-bawa?" tanya Raja heran membuat Mark tersenyum tipis, dia melirik Riska lalu mengedipkan matanya sekali. Sontak saja gadis itu menundukkan wajahnya. Dia malu-malu kucing.


"Karena saya yakin kalau saya yang akan menjadi pendamping, Riska. Saya tampan, saya kaya dan sukses, walau tidak dipungkiri kesuksesan saya bukan dari nol, karena orang tua saya berasal dari old money. Akan tetapi, perusahaan yang saya dirikan saat ini murni dari hasil kerja keras saya, bukan dari warisan orang tua! Di luar sana banyak wanita berdatangan pada saya untuk …"


Belum sempat Mark melanjutkan pembicaraannya. David yang sedari tadi kesal langsung menyela.


"Untuk menagih hutang!" potong David dengan nada sinis membuat wajah Mark merah padam. Dia mengepalkan tangannya erat lalu menatap tajam kakak tertuanya.


"Kau kira aku nasabah Bank?" ketus Mark dengan nada kesal membuat David memutar bola matanya malas.


Jack Lee dan Naima yang melihat anak-anaknya sudah menunjukkan sisi gelapnya hanya bisa geleng-geleng kepala.


Naima segera mencubit halus pinggang David, membuat duda keren itu langsung menoleh ke arah ibunya. Melayangkan protes.


"Sakit, Ma!" protes David kesal.


"Udah dibilang papa jangan ngereog, tapi, kalian nakal. Jangan berdebat lagi agar wibawa kalian tidak hilang di depan calon mertua dan calon istri kalian! Lihat tuh si Zayyan, diam aja dari tadi," bisik Naima pelan pada anak tertuanya itu membuat David menggerutu kesal.


Pria itu tidak suka di banding bandingkan dengan adiknya.


Sedangkan, Zayyan yang mendengar sang ibu memujinya hanya mampu menelan ludahnya.


"Mama, nggak tahu aja kalau aku lagi merangkai kata-kata yang pas agar tidak belibet waktu ngomong nanti," batin Zayyan pelan.


Kembali lagi pada Raja. Pria itu menatap lekat Zayyan yang sedari tadi hanya diam saja.


Dalam hati Raja memuji ketenangan yang dimiliki oleh Zayyan.


"Anak ini berbeda dari saudaranya," batin Raja pelan.


Ekhm.


Raja berdehem keras membuat suasana menjadi hening.


"Sekarang giliran kamu Zayyan. Kenapa kamu jadi duda? Ceritakan semuanya!" titah Raja membuat Zayyan langsung berbicara.


"Saya menduda kalena …"


Belum sempat Zayyan melanjutkan ceritanya. Raja lebih dulu menyela.


"Tunggu dulu, kamu nggak bisa ngomong 'R'? Perasaan waktu perkenalan diri kamu bisa ngomong R, Zayyan."


Zayyan melirik orang tuanya, menatap ibu dan ayahnya dengan sorot mata memelas.


"Pa, Ma, tolong aku," batin Zayyan berteriak.


Jack Lee yang melihatnya pun menghela nafas berat.


"Begini, Ja. Anak bungsu ku ini memang agak lain. Dia pemalu, bahkan putri malu insecure sama dia. Orangnya juga suka grogi kalau ketemu orang baru. Kecuali dalam bekerja, dia tidak malu. Nah, masalahnya adalah dia kalau lagi mode malu, ngomongnya suka belibet, huruf R pun dia tidak bisa! Tolong maafkan kekurangannya ya, Ja. Tapi, tenang aja … dia becus jadi pria sejati!" jelas Jack Lee dengan baik mendeskripsikan anak bungsunya.


Raja yang mendengarnya tidak tahu harus tertawa atau sedih mendengar kekurangan Zayyan.


Sepertinya duda yang satu ini sangatlah unik.


"Coba ngomong R, Zayyan!" pinta Raja serius.


"L," ujar Zayyan gugup.


"Rrrrr." Raja kembali mengulangi huruf R dengan nada yang lebih panjang.


"Lllll." Zayyan juga mengikuti Raja, namun dia tidak bisa.


"Sekarang coba ulangi kalimat saya."


"Baik, Om," jawab Zayyan gugup ddnagh keringat dingin membasahi keningnya.


"Ular melingkar di pagar pak Umar di tembak dor dor!" seru Raja serius seperti mengajarkan anak TK. Sekuat mungkin dia menahan dirinya agar tak lepas kendali.


Maklum saja kesabaran Raja hanya setipis tisu.


"Ulal melingkal di pagal pak Umal di tembak dodol!" ulang Zayyan serius membuat Raja menepuk jidatnya.


"Bukan dodol, Zayyan. Tapi, dor dor!" tegas Raja yang sudah mulai darah tinggi.


"Dodol," uang Zayyan lagi membuat Raja langsung mengipasi wajahnya dengan tangan.


"Dor dor."


"Dol dol."


"Dor dor."


"Dol dol."


"Dor dor dor dor."


"Dol dol dol dol!"


"Ya Tuhan, Jack … Jack … dulu si Naima ngidam apa waktu mengandung si Zayyan ini?" tanya Raja frustasi mengajari calon menantunya.


"Dodol," jawab Jack Lee singkat membuat Raja tersedak ludahnya.


*


"


Wkwkwkwk 🤣🤣🤣


Btw si Jack itu udah puluhan tahun tinggal di Indonesia. Jadi, dia udah seperti warga lokal ya, guys.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️