
Giliran Mark yang bercerita. Pria itu terus mendorong dirinya agar bisa bercerita lebih baik dari kakaknya.
"Alasan saya menduda adalah wanita yang saya cintai telah mengkhianati cinta suci saya, Om, Tante. Padahal, saya mencintainya dengan tulus, rela saya membuang kota kelahiran untuk merantau ke negeri orang untuk sekedar magang sebagai CEO di perusahaan ayah saya. Semua itu saya lakukan agar bisa memberikan apa yang dia inginkan."
"Dia ingin ini dan itu semuanya saya turuti. Rela saya bekerja cerdas agar bisa mewujudkan impiannya untuk memiliki rumah mewah dan harta berlimpah. Bahkan, saya rela tidak menghadiri pernikahan, David– kakak kandung saya sendiri, karena saat itu ada masalah di perusahaan. Saya takut terjadi apa-apa, sehingga menyebabkan perusahaan gulung tikar."
Mark bercerita sebaik mungkin. Wajahnya berubah sendu mengingat masa pahitnya. Sedangkan, Risky hanya bisa mengelus dada mendengar cerita Mark.
"Ternyata jadi CEO harus magang dulu," batin Risky pelan.
Kembali lagi pada Mark. Dia menceritakan semua pengalaman pahitnya dalam dunia asmara.
"Hingga suatu ketika, saya pulang ke Jakarta setelah empat tahun merantau di negeri orang. Saking merindukannya saya ingin bertemu dengannya lebih dulu daripada orang tua saya. Kami bertemu di hotel, di hari itu saya kaget, karena tiba-tiba dia mengajak saya menikah. Dia meminta saya untuk tidak memberitahukan siapa-siapa. Demi membuktikan cinta saya padanya. Saya pun menikahinya hari itu juga. Dan saat malam datang, kami berdua mau melakukan hoho hihi. Tapi, tidak jadi, karena kami digrebek banyak orang."
Tiba-tiba Mark menangis tersedu-sedu, mengingat masa itu. Raja dan Laila merasa iba.
"Ternyata kisahnya lebih menyedihkan daripada, David. Baiklah, dia tidak jadi ku coret jadi calon mantu," batin Raja iba pada Mark.
Laila ikut berbicara saat melihat Mark menangis.
"Sudah, jangan ceritakan lagi, kalau memang tidak sanggup," ujar Laila dengan nada lembut membuat Mark menggelengkan kepalanya.
Dia segera menghapus air matanya kasar.
"Tidak, Tante. Saya masih sanggup … tapi, sebentar … saya buang ingus dulu." Mark segera mengelap ingusnya.
Riska dan Risky memejamkan mata mereka. Saat Mark membuang ingus nya.
"Iyewww, duda ingusan," batin mereka serempak.
Setelah itu Mark kembali bercerita.
"Pada malam pengantin kami, yang seharusnya menjadi momen romantis bagi kami, nyatanya berakhir tragis. Kami digrebek banyak orang dan salah satu diantara orang itu adalah suami sah, istri saya. Ternyata oh ternyata, si do'i sudah punya suami dan gadis yang selama ini saya cintai adalah istri orang!" cerita Mark dengan ekspresi sedih membuat dahi Raja berkerut.
"Sebentar-sebentar, sepertinya ada kesamaan dari cerita mu dengan cerita David. Kalau David menggerebek istrinya yang hampir hoho hihi dengan selingkuhannya. Sedangkan, kamu hampir hoho hihi dengan istri kamu, tapi malah digrebek suami sah istri siri kamu itu! Jangan-jangan …"
"Benar, Om. Istri siri saya adalah istri sah kakak kandung saya!" jawab Mark cepat dibenarkan oleh David.
Oh my God, Raja menepuk jidatnya sendiri. Andai dia punya riwayat serangan jantung, pasti telah dijemput malaikat maut sedari tadi.
"Berarti selingkuhan istrimu, David …" belum sempat Raja berbicara, David lebih dulu menyela.
"Benar, Om. Adik saya adalah selingkuhan istri saya!" potong David jujur dengan ekspresi polos membuat Raja, Laila dan si kembar tercengang mendengarnya.
*
*
Wkwkwkwk 🤣🤣 please deh, David dan Mark ini benar-benar sengklek 😂.
Mark tidak kenal kakak iparnya, karena tidak datang ke pernikahan David. Mark adalah tipikal pria gila kerja, jadi, dia jarang bermain ponsel, terkecuali telponan dengan pacarnya yang tak lain adalah istri David 🤭🤭.
Tidak ada yang mengirimkan foto kakak ipar kepada Mark. Karena tahu pria itu tidak peduli 😑.
Udah triple bab nih, mau lagi nggak? Kalau mau komentar di bawah mau mau dan jangan lupa kopi nya juga hehe 🤭
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️