Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Pertanyaan Absurd Albert!



Suasana kian memanas Albert memilih menjauh dari Riska. Dia belum tahu bagaimana marahnya Zayyan, karena pria itu selalu diam walaupun bila marah. Namun, kali ini tampak pria itu menunjukkan taringnya.


Begitupun dengan Mark, meski sering melawak. Pandai berkelahi dan Albert pernah dihajar habis-habisan, karena mengejek Mark yang kala itu sedang down pasca bercerai dengan istrinya yang tak lain istri David juga.


Albert tersenyum tipis menyambut kedatangan Mark.


"Hoho, ternyata kau, Mark. Bagaimana kabarmu? Apa sudah move on?" tanya Albert dengan nada mengejek membuat Mark memutar bola matanya malas.


"Kalau belum move on tidak mungkin aku punya pacar sepuluh," balas Mark dengan nada tak kalah mengejek.


Riska yang mendengarnya terkejut.


"Sepuluh? Terus kenapa kakak ikut melamar ku kemarin kalau sudah punya pacar sendiri!" Riska ikut bersuara saking terkejutnya.


Mark menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia tersenyum lebar sampai matanya menyipit seperti oppa-oppa Korea.


"He he … kemarin aku ikut-ikutan saja, karena bosan ditinggal sendirian di rumah," jawab Mark jujur membuat Riska mengelus dadanya lega.


"Untung aku pilih Mas Zayyan, kalau tidak … entah bagaimana nasibku," gumam Riska pelan membuat Zayyan tersenyum kecil.


Tanpa ragu dia mengecup puncak kepala Riska di hadapan mereka semua. Naima dan Jack Lee ikut senang melihat Zayyan yang tak segan menunjukkan keromantisannya.


Jack Lee segera berbisik pada Naima.


"Jadi, ingat masa muda kita dulu, Ma," bisik Jack Lee membuat Naima tersenyum malu.


Albert menghela nafas berat. Dia masih menelisik wajah cantik Riska seperti sedang menilai sesuatu.


"Hey adik ipar!" panggil Albert membuat Riska menunjuk dirinya sendiri.


"Aku!"


"Iya! Apa yang kau lakukan bila suami mu direbut pelakor?" tanya Albert tiba-tiba membuat Riska terhenyak. Dia mengerutkan keningnya, bingung mendapatkan pertanyaan absurd dari Albert.


"Albert, diam kau! Jangan membuat adik iparku sakit kepala. Dia dan Zayyan baru kemarin menikah, terlalu dini bila membahas pelakor!" desis Mark membuat Zayyan ikut bersuara.


"Kau kira aku barang bisa direbut sana sini. Aku ini manusia … punya logika dan pilihan. Dan pilihan ku adalah setia pada istriku!" balas Zayyan dengan nada sarkas.


Hati Riska menghangat mendengar ucapan Zayyan. Dia merasa dicintai dan dilindungi. Dalam hati dia bersyukur bisa memiliki Zayyan.


Dia memeluk lengan Zayyan lalu melabuhkan ciuman pada pundak suaminya.


"Terima kasih sudah memilih setia," gumam Riska pelan membuat Zayyan tersenyum malu.


"Ha ha ha ha." Pria itu tertawa jahat seperti penyihir jelek di film-film Hollywood.


Zayyan yang kesal melihatnya langsung mengeluarkan uang biru dari dompetnya. Segera dia sumpal mulut Albert dengan uang itu membuat Albert berhenti tertawa dan terbatuk-batuk.


"Uhuk uhuk … sialan kau, Zay!" umpat Albert kesal lalu meludahi uang biru ke lantai. Dia mengusap bibirnya yang basah.


Zayyan tersenyum sinis.


"Mulutmu memang pantas disumpal dengan uang receh, agar lebih bijak dalam berkata. Kau sudah dewasa, tapi sikapmu masih picik dan kanak-kanak. Perkataanmu tadi benar-benar kelewatan, Albert. Aku dan Riska baru menikah kemarin, pernikahan kami belum sekuat karang, masih rentan perceraian! Seharusnya kau sebagai pria dewasa bisa berkata yang baik-baik. Bukan malah seperti tadi! Lain kali berpikir dulu sebelum berbicara!"


"Bagimu, perkataan mu itu biasa-biasa saja. Tetapi, tidak bagi orang lain. Sama halnya seperti melempar batu ke tengah lautan, tapi kau tidak tahu seberapa dalam baru itu jatuh!"


Zayyan berbicara panjang lebar membuat semua orang terkejut. Mereka tidak menyangka Zayyan si pendiam ternyata bisa berbicara panjang kali lebar.


Begitupun dengan Mark. Dia sampai melongo mendengarnya.


"Kalau aku cerita pada David pasti dia tidak percaya kalau si bungsu yang pendiam, ternyata pintar menyusun kata-kata menjadi kalimat penuh makna," batin Mark terpana.


Zayyan murka pada Albert. Perkataan pria itu bisa memancing pertengkarannya dengan Riska.


Apalagi pertanyaan Albert tadi tentang pelakor. Bisa-bisa Riska menaruh curiga padanya dan berpikiran yang tidak-tidak. Padahal Zayyan tidak punya simpanan atau teman wanita.


Kembali lagi pada Albert. Dia tersenyum sinis.


"Dia sudah kembali! Dan kuharap kau tetap setia pada istrimu!" Albert berkata dengan nada dingin lalu beranjak pergi dari sana membuat tubuh Zayyan membeku.


*


*


Guys, konfliknya ringan yah … jadi aman 💋💋🌹🤭 tenang aja, banyak komedinya kok.


Maaf kemarin cuma up 2 bab, padahal janjinya 3 atau 4 🥺 ada urusan mendadak makanya author ingkar.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏