
11 IPA 1 heran, Kennan yang tidak biasanya tidak masuk sekolah sekarang tidak datang tanpa keterangan sama sekali.
" Sawi, lo kan dekat dengan president Kera, kemana dia? " tanya Putra
Satrio mengedikkan bahunya, dia juga tidak pernah melihat Kennan semenjak dia mengantar anak anak kecil yang bertamu di apartemen itu pulang.
" wah... parah nih... padahal gue mau minta contekan " seru Alisa dan tentunya langsung di toyor oleh Juwita.
" lo bagaimana bisa masuk kelas ini sih? " cibir Juwita
" the power of princess Al-hmp.. " Kalimat Alisa terhenti karena Sean memasukkan cookis di mulut gadis itu
" narsis banget jadi cewek "
" woi... ini kita fokus ke masalah, president negara IPA 1 gak datang woi " Fian berseru " jangan berantem dulu, ck... Emi Radi fokus dulu gak usah pacaran mulu ah "
Satrio mendekati Hana " woi.... lo ada kabar tentang Kennan "
" gak tuh, Ngak pernah liat juga. " kata Hana dengan sedikit berbisik " gue juga ke tempat dia kerja. katanya dia tidak di sana juga "
Mereka berdua diam, tapi tak lama mereka saling melihat
" Sabrina " seru mereka
" apalagi ini berdua, bahas apaan d- woii.. kemana lo berdua " seru Fian melihat Satrio dan Hana berlari keluar kelas.
" bentar doang, ilahh... " seru Satrio " perasaan yang wakil itu Radi " sungut Satrio
" gak usah banyak protes. buru... " ucap Hana.
Mereka berdua sampai di kelas IPS 1, sama halnya dengan kelas mereka, IPS 1 jauh lebih berisik
" sepertinya JamKos juga " kata Hana, Satrio mendorong Hana pelan
" lo masuk sana "
" kenapa gue? ya elo lah... "
" dia kan cewek Hana-chaaannnn... sana dah, gak usah sok cant- "
" apa nih ribut ribut depan kelas orang " Zain muncul sambil merapikan rambunya yang terllihat berantakan " woaahhh... jarang jarang ada cewek ipa ke sini " Zain tersenyum ke Hana
" cih Buaya " Cibir Ciara yang berjalan melewati mereka
" lo cemburu BONCEL "
" DIH NAJISSS... " seru Ciara dia menjulurkan lidahnya ke Zain
" Sabrina ada gak? " tanya Hana
" hah? "
" Sabrina, budeg " ketus Satrio
" hehehe " Zain cengir dia melihat ke dalam kelas " TANTE BINAAAA.... ADA CEWEK CAKEP DAN COWOK TENGIL NYARIIN LO "
" BERISJK " Aryan menyorakinya
Tak lama Sabrina muncul, dia menoyor kepala Zain dan menyuruh pemuda itu menyusul Ciara, mengingat Ciara selalu jadi bulan bulanan kakak kelas.
" tumben ke kelas gue, kenapa? " tanya Sabrina
" ano ne, Sabi-chan... etto-akh... " Hana mengusap kepalanya yang kena jitakan Satrio.
" gak usah sok imut " kata Satrio, Hana mendengus " Kennan tidak masuk sekolah dan ini sudah "
" lah terus? " Sabrina bersedekap dada, Satrio menghela nafas
" apapun yang terjadi sama dia, dia pasti ngomong di grup kelas " Hana mengangguk menyetujui omongan Satrio " tapi ini dia gak ada kabar dan hpnya tidak aktif "
Sabrina menggaruk keningnya " terus kenapa kalian malah nyariin gue? "
" siapa tau lo tau sesuatu " kata Satrio, Sabrina menghela nafas
" gue gak ta- "
" Sabi-chan, gue tau lo bekerja di tempat onii-chan. lo Afkar dan teman lo yang suka tidur itu... "
" dengar " Sabrina menghela nafas " gue juga baru tau belakangan ini. Kennan adalah adik dari teman atasan kami, yang berarti dia bukan orang biasa... sangat sulit mencari apapun tentang dia, dan keluarga Kennan juga bukan orang biasa. tapi seminggu yang gue lihat dia di bawah kakaknya pergi " ucap Sabrina " sorry gue gak bisa bantu banyak "
" thanks " ucap Satrio " gue tau rumah kakak perempuannya, pulang nanti kita singgah " Hana menghela nafas " bye bye sayang, thanks infonya "
Satrio membalikkan badan Hana dan mendorong bahunya agar berjalan, dia menolehkan kepalanya ke Sabrina sambil berkedip, Sabrina hanya memutar bola mata jengah.
" mau sampai kapan kalian pacaran rasa backstreet begitu? " tanya Hana
*
Kennan duduk di pojok ruangan dengan mata kosong, kemarin Reynand sudah memanggil dokternya.
Reynand menghela nafas dia melangkah ke kasur Kennan.
" Nan, kenapa kamu tidak pernah lagi menemui dokter Fa'i? kamu juga tidak pernah membuat jurnal yang di minta " tanya Reynand, Kennan hanya diam " kondisi kamu tidak baik baik saja Nan. "
Kennan masih saja diam, tapi tak lama dia menghela nafas
" tapi aku juga lengah dan berfikir kamu sudah lebih baik "
tok tok
cklek
Mereka menoleh ke arah pintu yang terbuka, melihat siapa yang datang, Kennan membalikkan tubuhnya memunggungi, dia tidak mau melihat Mamanya saat ini.
Kinara menatap punggung Kennan kemudian menghela nafas panjang, dia melihat Reynand pemuda itu mengangguk seolah berkata kalau soal Kennan serahkan saja padanya.
" Mama buatkan sup kesukaan kamu, di makan ya " ucap Kinara meski tau kalau dia tidak akan mendapat respon apa apa.
Kinara menghela nafas lagi dan berjalan keluar tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara lirih Kennan
" jangan ke sekolah Ana lagi "
Kinara berbalik melihat Kennan yang masih memunggunginya, bagaimana mungkin dia menyanggupi permintaan Kennan.
" Jendraa... " lirih Kinara
Kennan berbalik dengan mata memerah menatap memelas ke arah ibunya. Kinara mengerti perasaan Putranya tapi biar bagaimana pun Keana masih bagian dari dirinya.
" please... " mohon Kennan.
Kinara memejamkan matanya, sangat jarang Kennan bicara padanya dan sekarang putranya itu memohon. Kinara mengangguk sebelum meninggalkan kamar itu.
Reynand yang dari tadi hanya diam memilih melangkah keluar kamar
" Nan, dokter Fa'i meminta kamu kembali menulis jurnal keseharianmu. maaf kalo kami terlalu mengatur " ucap Reynand " kamu makan setelahnya istirahat jangan memikirkan apa pun dulu. "
*
Satrio dan Hana menyambangi rumah kakak Kennan ini bukan kali pertama dia datang ke rumah Kakak perempuannya Kennan.
" Kennan sudah tidak sekolah seminggu dan tanpa alasan? " dua remaja itu menganguk
Risa mengkerutkan keningnya, dia juga baru sadar juga kalau Kennan memang sudah jarang datang ke rumahnya.
" dia tidak di apartemen? " tanya Risa, lagi Satrio dan Hana menggelengkan kepala. " anak itu, kalian sudah menghubunginya? "
" telfonnya tidak pernah aktif " jawab Satrio. " kami hanya takut dia kenapa kenapa "
" Kennan itu aneh dan misterius " cetuk Hana " beberapa kali dia terlihat panik sendiri "
Risa menatap Hana, dia tidak mungkinkan mengatakan apa yang ia tau tentang Kennan. dan lagi.... walaupun Kennan adiknya tapi dia tidak banyak tentang anak itu.
" kamu... pacarnya Kennan ya? " tanya Risa, Hana membulatkan matany
" bu... bukan kak, kami tidak lebih dari tetangga dan teman sekelas. " jawab Hana.
" sayang sekali, padahal kamu cantik " goda Risa " aku akan beri kalian kabar kalau bertemu Kennan "
" terimah kasih kak " ucap mereka, Risa tersenyum
" tapi kalo boleh tau, kalian kenapa begitu peduli pada Kennan " tanya Risa
Mereka diam.
" karena dia ketua kelas kami " jawab Satrio " kak sebaiknya kami pulang dulu "
" eh kok kalian bubur " tanya Risa
" kami hanya ingin tau tentang president kami. kak " ucap Satrio tertawa.
Satrio dan Hana pamit pulang, Hana menghela nafas panjang.
" Kennan itu aneh " gumam Hana
" iya tau "
******
tbc