KENNAN RAJENDRA

KENNAN RAJENDRA
55



"...... Agar lebih mudah, coba tarik akarnya dulu" jelas Kennan sambil menunjuk ke arah catatan adik kelasnya


Ini sudah minggu ke lima dia membimbing adik kelas yang akan ikut OSN, Kennan menopang dagunya menatap Senior yang juga ada di sana.


"dan senior? Ku pikir senior sudah tidak harus ke sini, hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan kan?"


"terlalu membosankan di rumah" Angga menjawab mengedikkan bahunya "osis juga masih butuh gue"


"harusnya kakak mulai mendaftar masuk universitaskan?" cibir Rosa, dari yang dilihat Kennan selama beberapa kali pertemuan, adik kelasnya satu ini memang judes dan terkesan arogan sulit berteman dengannya.


Hana memanggilnya 'tsundere-chan'


Angga menutup bukunya menopang dagunya "gue sudah mendaftar dan di terima" dia mengangkat tiga jarinya "di tiga universitas indonesia dan satu di amerika"


Dua anak kelas 10 itu menganga takjub tapi tidak dengan Kennan, dia sudah menduganya karena Angga memang cerdas.


"senior sudah menentukan akan lanjut dimana?" Hana yang memang ikut belajar disana bertanya tentunya setelah menyodorkan hasil pekerjaannya pada Kennan untuk diperiksa


Angga menggeleng dengan senyum menyebalkan "belum" Angga menarik nafas tangannya dia ketukkan di meja "Banyak hal yang harus gue kerjakan, Ayah meninggal ngebuat gue harus mengurus pekerjaannya"


Kennan mengangguk dia mendengar berita itu dan setaunya Ibu dari Angga juga sudah meninggal lebih dulu.


"lalu lo bagaimana? Sudah mulai mencari tempat untuk kuliah?" tanya Angga


"masih ada satu tahun untuk berfikir" jawab Kennan " Hana disitu dua bukan tiga" Kennan menunjuk apa yang dia maksudkan.


"oh benar" Ucap Hana setelah meneliti lebih dekat


"kak ini bagaimana?" Lily bertanya setelah pusing sendiri, Kennan mengambil bukunya untuk melihat yang dimaksud, setelah melihat dia mengambil spidol dan mulai menjelaskan di papan tulis yang memang disiapkan.


Yang membuat Kennan senang membimbing adik kelasnya, selain karena mereka mudah faham, anak anak itu tidak segan bertanya saat mereka tidak mengerti bukannya sok tau dan sok ingin dikatakan cerdas.


Setelah merasa cukup mereka menyelasaikan pelajaran mereka "terimah kasih kak untuk hari ini" ucap Lily dan Rosa


"iya, minggu depan karena ujian jadi pembelajaran tidak dilakukan dulu." kata Kennan


"iya kak, kami juga mau fokus untuk ujian kenaikan kelas" Lily berkata dengan sopan sambil tersenyum kecil


"semangat ujiannya, kalau naik kelas jangan mau di IPA 1, pak Juan galak!" Hana berucap, Kennan mengacak rambut Hana membuat gadis itu cemberut.


"jangan dengarkan, Pak Juan sangat berkompeten dan berdedikasi"


"Kennan benar" Angga menanggapi "ya sudah kalian kembali ke kelas, gue mau pulang"


"kenapa tidak dari tadi" cibir Rosa dia menarik tangan Lily pergi


"sepertinya dia sangat tidak suka kakak" ledek Hana "ah.. Tsundere-chan imut sekali"


"dia sepertinya tidak suka sama kakak kelas" Kennan berkata, dia sudah memperhatikan Rosa beberapa waktu


"tau sendiri anak kelas tiga tahun ini bagaimana? Beberapa senior sering datang ke gedung kelas sepuluh untuk memalak dan menggangu adik kelas, dan dari pantauan Afkar beberapa juga melakukan perekrutan anggota geng mengingat kelas 12 tahun ini banyak yang buat geng, untung osis punya Afkar dan Aryan'' kata Angga menjelaskan. "duluan ya"


Hana dan Kennan hanya mengangguk sebelum membalikkan badannya untuk ke kelas mereka.


"Kenapa diam?" tanya Kennan saat Hana hanya berjalan tidak berbicara lagi, gadis itu menggelengkan kepalanya. Kennan menghentikan langkahnya dia juga menahan Hana "kenapa?"


Hana menghela nafas dia menyandarkan tubuhnya di dinding, dia menatap kakinya sendiri "Lulus nanti, Ayah ingin gue balik jepang" lirih Hana


Kennan sebenarnya memang sudah melihat kegelisahan Hana sejak beberapa hari belakangan ini, dia menunggu Hana bercerita tapi gadis itu terus diam.


"kalau begitu kamu sebaiknya tinggal sendiri" Kennan tau apa yang ditakutkan Hana jadi dia menyarankan. Gadis itu masih cemberut dia memelintir ujung baju pramukanya "kita bahas ini pulang sekolah, ayo ke kelas dulu."


Kennan meraih tangan Hana menggandeng tangannya ke kelas. Sesampainya di kelas mereka jadi pusat perhatian terlebih dengan muka cemberut Hana


"woi... Itu tidak penting!" seru Sean dia berlari mendekat dan menganggkat tangan kennan yang menggandeng Hana "apa ini miskahhh? APA?"


"cieee..." ledek mereka " PJ PAKK!!!"


"Keana bagaiamana?" tanya Putra "wah pak presiden mentang mentang ganteng! wah wah..."


Irina yang berdiri di sampingnya menggetok kepalanya "berisik, eh iya... Keana bagaimana?"


Di tempatnya Satrio terbahak melihat wajah konyol teman temannya "hanya orang Ogeb yang bakal percaya Kennan Keana pacaran"


"wah... Apa maksud lo?" ucap Fian dia berdiri memelintir leher Satrio tidak kencang


"gak terima gue, gue tidak Ogeb..." Emi berseru tidak terima


"kalau tidak pacaran apa dong?" Juwita bertanya bingung karena Kennan pernah bertanya soal Keana padanya.


"mereka kembar tidak identik" jawab Satrio "Hahahahahahahahaaha... Ogebb"


Mereka mendekati Satrio mengerjai cowok itu karena kesal mendengar tawa menyebalkan Satrio


"lo tau?" tanya Alisa pada Hana, Hana mengangguk "kenapa waktu itu lo gak bilang?".


"Karena mau makan gratis hasil dari malak Pak Presiden" jawab Hana enteng, Alisa mencubit pipinya gemas sendiri "ahh.. Ittai (sakit)" ringis Hana


"PJ..." Radi memukul mukul meja diikuti yang lain "pj pj pj pj pj pj pj pj"


Kennan melongos pergi, bisa bangkrut kalau mereka dituruti tapi langkahnya berhenti begitu mendengar seruan Putra


"gue bisa pdkt in Keana kalau begitu, yess yess"


"Keana punya pacar" ucap Kennan menyeringai jahat menghancurkan rencana Putra


Sepulang sekolah pada akhirnya Kennan tetap mentraktir teman temannya makan makanan pedagang kaki lima, tidak mahal tapi bisa membuat mereka senang.


"kalau gini mah... Bahagia lahir batin gue" Satrio mengelus perutnya yang kekenyangan "makasih ya, Pak Bu atas traktirannya"


Kennan hanya mendengu sedangkan Hana tidak peduli karena terlalu menikmati makanannya bersama dengan Arumi si jagonya makan.


"pak kenapa tidak setiap hari saja lo ganti ganti pacar, biar dapat traktiran setiap hari" Sean bertos dengan Fian, mendengar itu Hana melemparnya dengan botol kecap kosong "aduh"


Alisa merogoh tiara plastik kecil dari tasnya memasangkan di kepala Hana "hari ini ibu negara IPA 1 sudah di tetapkan"


Mereka semua bertepuk tangan, Hana berdiri dan dadah dadah seperti layaknya miss kecantikan, hanya Kennan yang diam sambil menggelengkan kepalanya sebelum berkata


"jangan terlalu tertawa, hari senin sudah ujian" mendengar kata kata Kennan mereka langsung drop "begini lebih tenang "


"wah... Pak presiden! " Sean hanya berseru tidak bisa berkata apa apa.


"kelas duabelas nanti, semoga kita masih bareng bareng" ucap Juwita


" Aamiin"


"dan Kennan tetap jadi presiden kitaa.." sambung Alisa


"tidak terimah kasih" tolak Kennan mentah mentah, dia memang berharap mereka semua masih sekelas karena merasa sudah nyaman denganĀ  teman temannya tapi untuk jadi ketua kelas lagi.... Dia menyerah.


*****


Tbc