
Anak IPA pulang berombongan, awalnya mereka tidak berencana tapi karena gosip yang tersebar kemarin jadinya mereka terus mengekori Kennan menagih traktiran.
Hana yang tau kebenarannya juga memanfaatkan keadaan untuk makan gratis, hei... Siapa yang tidak suka makan gratis?
"Kfc.. Kfc!" Juwita berseru dia bergandengan di lengan Irina.
Kennan hanya bisa mendesah pasrah, pulang tadi dia langsung di cegat tidak punya kesempatan untuk melarikan diri, sisi kiri kanannya dia kawal oleh Putra dan Satrio. Dia akui mereka sangat kuat.
Langkahnya cepat saat melihat Keana yang berbicara dengan Kenzo, terlihat jelas Kenzo sedang marah.
"Keana, jangan seperti anak kecil, kamu kabur dari rumah tidak akan menyelesaikan apapun!" Kenzo menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan gadis di depannya hanya diam "katakan kamu tinggal dimana? Kamu jangan nekat"
Kennan mendengar obrolan mereka, salahnya yang tidak mengabari Kenzo semalam. Dia berjalan mendekati mereka berdua dan berkata dengan pelan agar teman temannya yang kepo maksimal tidak mendengar
" dia di tempat gue"
Mereka berdua menoleh, Kennan berdiri dengan acuh tak acuhnya di samping Kenzo. Dia melirik teman temannya yang saling dorong mendorong
"aduh!" Emi terdorong ke depan dia melototi teman temannya sebelum tersenyum manis ke Kennan. "hehe.."
"sayang ngomong!" Radi berseru dari belakang, Emi menatapnya sebal tapi tetap menurut
"ekhem.." dia membersihkan tenggorokannya "jadi... Kapan ke Kfcnya?"
Kennan hanya mengeluarkan uang dari dompetnya Irina langsung maju mengambilnya mengibaskan ke arah teman temannya
"duit aja cepet. " cibir Emi yang masih kesal karena di dorong. Irina cengir dan berjalan ke arah mereka
Kennan menggelengkan kepalanya berkata "gue ada urusan, kalian bisa yang pergi."
Dia menarik tangan Keana masuk ke dalam taksi yang digunakan Keana meninggalkan teman temannya. Kenzo menggaruk kepalanya yang tiba tiba gatal dia berjalan masuk kembali ke sekolah karena masih ada pekerjaan.
Kennan menatap keluar jendela mobil dia sama tegangnya dengan Keana saat ini, tadi dia sempat menelepon ibunya kalau dia sendiri yang akan menjemput Keyra yang kebetulan berkunjung ke daycare tempat Risa sebelumnya bekerja. Dia melirik Keana yang terlihat tenang tapi sangat jelas sangat gugup juga.
Mereka berhenti di depan gerbang Daycare, di sana sudah berdiri Risa yang sepertinya sudah di kabari ibunya. Kennan masuk sendiri sedangkan Keana menunggu diluar.
"siapa Nan?" Risa bertanya karena melihat Keana yang datang bersama adik laki lakinya itu, Kennan hanya tersenyum.
"Om Nan!" Asla memeluk Kennan mengadukan kalau tadi dia sempat terjatuh. Kennan mengusap kepala keponakannya itu.
Dari jauh Keana bisa melihat anak kecil yang memeluk Kennan, dia mendengus
Apa yang bisa membuktikan ketidak bersalahan ibunya?
Anak yang ada dalam pelukan Kennan malah terlihat seperti orang luar, matanya amber bukan abu abu seperti mereka.
Tapi tak lama keningnya mengkerut saat Kennan mengambil anak lain.
Kennan menatap Keyra yang hanya duduk dengan wajah cemberut, dia menghampiri adik bungsunya mengusap kepalanya dan bertanya dengan nada lembutnya
"kenapa hm?" Keyra menggelengkan kepalanya tapi menunduk "kepalanya sakit lagi? Sini kakak lihat" dia mendongakkan wajah adiknya, mata gadis kecil itu memerah sedih "heii... Kenapa?"
"kayaknya ngambek, bukan dia yang pertama kamu peluk" dibelakang Risa menjawab sambil terkekeh karena sadar kalau Keyra cemburu dengan kedekatan Asla dan Kennan tapi dia tidak bisa berbuat apa apa karena berfikir dia tidak boleh pelit pada adiknya.
Kennan mengangkat Keyra menggendongnya dan pecahlah tangis anak itu, dia memeluk Kennan erat, Kennan mengusap punggung adiknya meminta maaf.
Kennan pamit setelah tangisan Keyra hanya tersisa isakan kecil tapi anak itu tetap menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kennan karena malu.
Kennan merapikan ujung baju adiknya yang tersingkap juga roknya sebelum menerima tas dari Risa. Hari ini karena ingin bermain dengan Asla, Keyra memakai jilbab dia pasti merengek mau memakainya karena malu di sekitar Asla anak anak semuanya pakai jilbab dan gamis bahkan Asla sesekali Pakai cadar kalau bepergian jauh.
Dari tempatnya Keana melihat Kennan mendekat dengan Keyra dalam dekapannya dia tidak bisa melihat wajahnya karena masih memeluk Kennan erat.
Keana menatap tas itu sebentar dan mengambilnya dia menatap punggung Keyra yang enggan memperlihatkan wajahnya karena malu.
Dia menahan kepala Keyra agar tidak terbentur saat masuk ke mobil memperbaiki posisinya agar nyaman. Saat Kennan hendak mendudukannya menghadap depan dia menolak karena masih malu
Ah... Dasar perempuan, mereka sudah ribet bahkan sejak usia anak anak.
Dia melirik Keana yang hanya diam sesekali melihat mereka berdua. Kennan menepuk nepuk pundak Keyra karena bingung mau membahas apa
"kakak!" suara manis mengintrupsi kesunyian mereka "kakak!"
"ya?" Kennan memperbaiki jilbab Keyra karena wajahnya sudah dia jauhkan dari pundak Kennan "kenapa?"
Keyra menghela nafas menenggelamkan kembali wajahnya di dada Kennan.
"kakak lebih sayang siapa.." Keyra mengangkat jarinya berhitung "Keyra atau adek Aya atau adek Luna?"
Keana melirik mereka berdua meski tidak paham dia memilih diam karena masih penasaran dengan wajah Keyra.
"hmm... Siapa ya?" Kennan pura pura berfikir membuat Keyra merengek "iya iya, sudah jangan menangis lagi nanti tambah ompong "
"gak, gigi adek sudah tumbuh"
"coba sini lihat!" Keyra langsung menjauhkan dirinya agar Kennan melihatnya, dia membuka mulutnya memperlihatkan dimana letak giginya yang copot sudah tumbuh. "lain kali harus rajin sikat gigi, karena sudah tidak akan tumbuh lagi!"
" adek lapor nanti, kakak selalu ngelekin!" Keyra berucap marah, Kennan hanya berusaha tersenyum sedangkan Keana hanya mendengus.
Sesampainya di depan gedung tempat tinggal Kennan, keyra masih menolak jalan sendiri dan meminta gendong dengan alasan mengantuk. Keana belum juga bisa melihat wajahnya dengan jelas membuatnya sedikit kesal kepada Kennan yang terus berusaha menutupi Keyra.
Keluar dari lift mereka berpapasan dengan Hana yang keluar sepertinya mau belanja karena melihat keranjang serta Farhan sebagai bank berjalan.
"tumben di rumah, Kak!" sapa Kennan dia memperbaiki posisi Keyra dalam gendongannya.
" ada yang merengek minta di jajanin" Farhan berucap sambil mengusap kepala adiknya "kalian terlihat seperti satu keluarga. Ayah Ibu dan Anak"
Kennan hanya tersenyum kecil
'keluarga bahagia' ya? Kennan sudah lupa dengan istilah itu
"dikasih kode biar cepet nikah tuh." timpal Hana dia mengedikkan bahunya dan berjalan lebih dulu. "onii-chan, onakasuita isoide [aku lapar, cepatlah]"
"Nan, duluan" Kennan hanya mengangguk melihat punggung mereka yang berlalu, dia juga dengan cepat kembali ke apartemennya tangannya sudah kesemutan menggendong Keyra yang benar benar tidur.
Dia meletakkan Keyra di kasur miliknya sedangkan dia langsung ke dapur menyiapkan makan siang, Keana tidak bisa di harap.
Mereka berdua duduk berhadapan dengan makanan yang dimasak Kennan.
"Kakak!"
Mereka menoleh ke asal suara di mana Keyra sudah keluar dengan rambut singa jilbabnya sudah terlepas, do berjalan dengan mata di kucek.
Kening Keyra mengkerut karena Keana menatapnya tanpa berkedip. Keana menelisik Keyra dari atas ke bawah, mata, hidung, bibir dan bentuk wajahnya sangat mirip Kennan hanya rambutnya yang sedikit pirang mirip sang ibu selebihnya Keyra duplikat Kennan, yang notabenya Kennan sangat mirip Ayah mereka, tidak Keyra benar benar duplikat sang Ayah.
Merasa aneh Keyra langsung berlari memeluk Kennan dia melihat Keana yang menangis sambil menatapnya membuatnya sangat takut.
"Mama tidak mengkhianatinya" lirih Kennan sambil mengusap kepala Keyra yang masih kebingungan.
******
Tbc