
Kennan menggendong Asla memasuki pekarangan rumah Andry, di sana sudah banyak yang berkumpul.
" Yaya... " Adipta, anak dari Arsyad dan Dina itu mendekati mereka dan Aya mengeliat minta agar di turunkan.
" Kak jangan lari lari nanti jatuh " kata Risa saat melihat putrinya berlari.
" Aa' ingat, gak boleh dekat dekat dengan kolam " kata Dina membuat bocah itu cemberut.
Kennan menghela nafas sebelum meraih masing masing tangan bocah bocah itu membawanya agar menjauh dari kolam. Dia sudah tau karakter Dipta yang tidak bisa menahan diri saat melihat Air kolam.
Kennan duduk di kursi yang berada di halaman belakang rumah Andry, tenang dan tenang sangat cocok untuknya.
" Pak Pres? "
Kennan secara otomatis mendongak dan mendapati Hana di sana. Gadis itu sudah terlihat baik dari sebelumnya
" ngapain lo disini? " tanya Kennan
" oh, Onii-chan yang ngajakin " Hana menarik kursi di samping Kennan " Pak Pres, lo mau oleh oleh apa? Ntar gue bawain "
Kennan diam dia menunduk membuka Alqur'an yang diberikan Risa sebelumnya
" lo bisa baca ini? " Hana menunjuk Alqur'an Kennan, pemuda itu mengangguk kecil " ajarin gue dong, gue kan besar di negara kakek gue jadi... Gak ada yang ngajarin "
" Gue gak bisa "
" eeehhhh.... Kenapa? Lo kan bisa baca tuh, jangan pelit napa? "
" karena gue juga baru belajar " Kennan mendorong kursi Hana agar berjarak dengannya, gadis itu berisik sekali " lo mending cari guru yang tepat kalau mau belajar. "
Hana cemberut, dia melihat sekelilingnya karena ini kali pertama dia ikut kakaknya berkunjung ke rumah atasannya.
" lo sering ke sini? " tanya Hana, Kennan hanya bergumam sambil menjelajahi ponselnya, Qur'an sudah dia letakkan di meja. " Pak Pres lo gak mau ngehibur gue gitu? Gue bakal ke jepang loh "
" tidak " jawab Kennan membuat Hana berdecak
" OM NAN " mereka berdua menoleh ke asal suara dan mendapati beberapa anak kecil berjalan ke arahnya
" kenapa? " Kennan mengambil tisue yang tersedia di meja dan mengelap tangan Adipta yang terlihat kotor.
" Panggil Mama " Aya berucap, dia melihat ke arah Mamanya
" Om Nan mah cewe cewe mulu " seru Adipta dia melihat Hana, senyumnya melebar " halo kakak "
" Ai " Ferran menegurnya dan Adipta hanya menyengir " kakak di cariin tante Risa " beritau Ferran pada Kennan
" Om kesana " Kennan berdiri " Ferran, Darrel jagain mereka. "
Kennan memastikan anak anak itu menjauhi kolam sebelum mendekati kakaknya yang terlihat sibuk di depan pemanggangan
" kenapa kak? "
" eh! Tolong panggang dagingnya ya, kakak mau liat Aluna sebentar " seru Risa dia memberikan penjepit daging ke Kennan
" Mas Lintang kemana? "
" ada di dalam, kan dia yang jagain Aluna " Kennan hanya mengangguk mengerti.
Hana yang merasa bosan mendekati Kennan, dia ingin bergabung dengan yang lain tapi dia tidak mengenal satupun dari mereka, kakaknya juga entah menghilang kemana.
" ngapain lo ngikutin gue? " tanya Kennan karena Hana terus mengikutinya
Hana nyengir " kan lo pemimpin masa depan gue " Hana mengedipkan sebelah matanya, Kennan bergidik membuat Hana tertawa. " sudah matang! "
" ambilkan piring " perintah Kennan
" mana? "
" meja " Hana terburu berjalan ke meja mengambil piring dan kembali ke Kennan.
Hana menatap daging di piring dengan mata berbinar, daging sapi panggang salah satu makanan favoritnya.
" Kalian disini! " Sapa Sabrina yang duduk di teras, dia melambai ke Hana dan Kennan yang baru selesai memanggang.
" kalian ngapain disini? " Tanya Hana menatap Afkar, Sabrina dan Alvin.
" diundang sama calon suami dong " Kennan dan Hana melihat ke arah yang ditunjuk Sabrina, tidak jauh disana ada Farhan, Andry, dan Libra tengah bicara.
" lo ninggalin Hanin sendirian? " Hana menatap Afkar, Afkar menganggguk
" bini gue bukan penakut! " ucapnya menyeringai.
" dasar pamer " cibir Sabrina.
******
" kalian gila! " Kennan berjengit mendengar geraman itu, dia mengintip ke arah dapur. Di sana ada Libra, Andry dan Arsyad. Arsyad memasang wajah kesal.
" tidak! " Kennan bisa melihat wajah tenang Andry dan Libra " Ayolah, Ram. Ini sudah hampir selesai. "
" masalah ini sudah selesai sejak lama dan lagi, kenapa kalian harus melibatkan anak anak itu? " Arsyad menunjuk keluar " mereka masih anak SMA. Kalian tidak waras. " Arsyad mengusap wajahnya " sejak kapan kalian merekrut anak anak itu? "
Andry menatap sepupunya dan beralih ke Libra, Arsyad memang tidak pernah setuju dengan idenya.
" sudah hampir tiga tahun " jawab Libra. Arsyad menghela nafas panjang tidak habis pikir
" Kennan keluar! " Kennan kaget melihat pandangan Andry yang tertuju padanya, dia sama sekali tidak mengeluarkan suara bagaiamana mereka tau kalau dia ada disana?
Kennan mau tidak mau keluar, Arsyad juga melihatnya membuat Kennan gugup, tadi seharusnya dia langsung pergi saja.
" Maaf, saya tidak bermaksud menguping " kata Kennan akhirnya
" bukan masalah " kata Arsyad, Kennan menghela nafas lega tapi dia menatap Andry
" gue suka dengan anak dengan rasa ingin tahu yang tinggi! " seru Andry " tanyakan apa yang ada di kepalamu? "
Kennan diam " apa tujuan kelompok itu? " tanyanya.
" kenapa kau tidak ikut serta kalau penasaran? "
" Andry! " Arsyad memperingatkan, Andry tertawa tapi tatapannya serius menatap Kennan.
kennan tidak menjawab, Andry menepuk lengannya dan berlalu
" apapun yang kau dengar, jangan memberi istriku. "
Libra ikut menepuk lengan Kennan dan berjalan dibelakang Andry, dia tidak mau ditinggal dengan Arsyad yang sepertinya benar benar menahan marah. Arsyad jarang marah tapi jangan biarkan orang sabar dan pendiam marah karena itu mengerikan.
" jangan hiraukan dia. " ucap Arsyad pada Kennan. " lebih baik fokus pada sekolahmu. "
" baik " jawab Kennan
" apa kamu penasaran? "
" hanya sedikit " tidak bohong, dia memang sedikit penasaran mengapa harus melibatkan teman sekolahnya tapi itu hanya sedikit. " apa mas Lintang juga termaksud? "
" hm "
" oh " hanya itu tanggapan Kennan, mereka diam hingga mereka tiba diluar.
" Om Nan! " Kennan langsung menangkap Asla kepelukannya
" dihh... Sama Kennan aja " sungut Dina " A' mau anak cewek! " wanita itu memeluk lengan Arsyad dengan wajah cemberut " Kak Aya, dedek Luna buat tante boleh? "
Asla yang ada dalam gendongan Kennan menoleh sambil menggeleng keras, Kennan mengusap belakang kepala ponakannya.
" Kennan bapakable banget " gumam Sabrina, Alvin yang dibelakangnya langsung mendorong kepalanya
" makanya dia yang ditunjuk jadi presiden " ucap Hana " calon suami gue "
" kenapa lo juga jadi ikut-ikutan? " Afkar memasukkan kerupuk kemulutnya, Hana menyengir
" karena dia pintar masak " jawab Hana enteng " gue suka liat cowok ganteng masak, mirip Yukihira Shouma "
" bang Farhan bilang, lo mau balik ya? " tanya Sabrina, cengiran Hana luntur berlahan digantikan senyuman yang tidak sampai di mata
" hm "
" ada masalah? "
" kakekku sakit! " jawab Hana pelan " ah.. Kalian mau oleh-oleh apa? "
" terserah, asal jangan boneka boneka figur " Sabrina membayangkan benda benda kecil yang ada di kamar Hana " ngeri gue! "
Kennan bergabung dengan Afkar dan yang lainnya, dia melirik ketiga orang yang mau mau saja diajak Andry bergabung untuk misi yang dia tidak ingin tahu apa itu.
" kenapa lo mau diajak kerja sama Kak Andry? " tanya Kennan pada Afkar yang fokus pada ponselnya, dia pasti mengirimi Hanin pesan
Afkar hanya mengedikkan bahunya " balas budi? " Afkar meletakkan ponselnya " ya mungkin itu, beliau pedoman dan guru untukku "
Kennan sepertinya paham, dia mengalihkan pandangannya ke arah orang dewasa yang berkumpul.
********
Tbc
fix makin gaje dan gak nyambung😁