KENNAN RAJENDRA

KENNAN RAJENDRA
12



Setelah mengantar Asla dan Keyra, Kennan kembali ke apartemen karena hampir semua buku pelajarannya ada disana begitupun dengan seragamnya.


Kennan berjalan ke balkon, sebenarnya ini sudah sangat larut tapi lagi lagi dia tidak tidur karena lupa dengan obatnya di rumah orang tuanya.


Dia mengkerutkan keningnya melihat sosok yang keluar gerbang, bukan hanya sesosok  tapi beberapa.


Afkar, Sabrina dan Farhan. Hampir setiap malam mereka pergi. Kennan menghela nafas panjang dia lumayan penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan.


" kalau lo penasaran tanya langsung mereka "


Kennan tersentak begitu suara muncul dari samping, hampir saja dia jatuh.


" hehe... " Satrio cengir tanpa dosa.


" lo... Minum? " tanya Kennan melihat kaleng bir di tangan Satrio.


" kadang kadang " jawabnya, dia menyesap bir itu. Kennan masih melihatnya " jangan liat gue begitu... Sekarang gue berusaha berhenti " kata Satrio


" gue tidak bilang apa apa " ucap Kennan dan kembali melihat ke depan, Afkar dan yang lainnya sudah menghilang.


" mau rokok? " tanya Satrio, Kennan menggelengkan kepalanya


" gue tidak merokok " jawab Kennan " lo bukan bagian dari mereka? " tanya Kennan


" Afkar? " Kennan mengangguk " bukan, tapi setau gue mereka bukan genk negatif "


" hm... Gue kenal atasan mereka " kata Kennan


" lo tidak gabung? " tanya Satrio menyesap rokoknya


" tidak, tapi lihat saja nanti " Kennan menyeringai ke arah Satrio " ah, Inggris negara seperti apa? " tanya Kennan


Tumbuh di inggris membuat Satrio terbiasa dengan beberapa kebiasaan remaja disana. Dia baru pindah setahun lalu dia bersamaan dengan Kennan.


" biasa saja... Hanya culture dan kebiasaan yang berbeda dengan disini, kenapa? Berniat pindah ke sana? "


" hanya bertanya, gue berniat mencari kampus " jawab Kennan dia melihat tangannya yang bertautan " kenapa lo pindah? "


" oh, meski terlalu cepat untuk memikirkan itu, tapi itu wajar untuk siswa karakter kayak lo. "  Satrio kembali menyesap rokoknya lagi " teman sialan gue ada disini... Dia melarikan diri dari orang tuanya lagi "


" hm " Kennan hanya menggumam.


Kennan menopang dagunya menatap langit malam, pikirannya kacau terlebih lagi tanggal peringatan itu makin dekat.


" kira kira kalo gue jatuh dari sini... Gue bakal hilang ingatan gak? " tanya Kennan tiba tiba


" bukan hanya hilang ingatan... Lo juga hilang nyawa dan tinggal nama Njirr " kata Satrio, Kennan terkekeh


" gue tidak segeblek itu " kata Kennan.


*****


" oha [ pagi ] " sapa Hana begitu Kennan keluar dari unitnya, dan seperti biasa... Hana belum mandi dan masih berkostum Ayam.


Kennan menatapnya dia menarik jengger ayam Hana yang ada diatas tudung menutup wajah Hana


" mandi sana " usirnya " kalau lo telat bakal berurusan dengan Afkar " kata Kennan


Hana memperbaiki posisi tudungnya dan menatap Kennan kesal


" ceh " decihnya


" jangan pacaran di koridor, masih pagi " Satrio muncul di pintunya masih menguap.. Dia memegang kepalanya. " ada obat sakit kepala? " tanyanya


" tidak ada " jawab Kennan dan Hana bersamaan.


" siapa suruh lo minum semalam! " kata Kennan dia membuka pintu unitnya lagi begitu dia menyadari dia salah memakai sepatu.


" gue yang minum, kenapa lo yang kayak orang mabok " kata Satrio yang menongolkan kepalanya di pintu Kennan. Kennan mengambil sendal jepit dan melemparnya ke Satrio


" sana lo, njirr... Ngerusak pemandangan pagi pagi " kata Kennan, Satrio mendengus.


" HANA? MANDI GAK LO " Sabrina berkecak pinggang menatap Hana yang ikut duduk depan unit Kennan


" gue lapar... Onii-chan [kakakku] pergi kerja pagi pagi sekali dan tidak membuat sarapan "


" kan lo bisa masak sendiri Hana " omel Sabrina " kasian dong calon suami gue kalau punya adek kayak lo "


" dih... Pagi pagi Halu " Satrio menjitak kepalanya


" apa? Lo juga mandi sana. Bau " Sabrina memukul punggung Satrio. " tunggu... Lo minum? "


" lagi pengen gue " kata Satrio santai, Sabrina menatapnya tajam " sekali ini doang " kata Satrio melihat wajah marah Sabrina


" sukurin " kata Kennan meledek Satrio,  dia menyodorkan susu kotak dan roti ke Hana yang sempat dia ambil di dapurnya


" arigatou [terimah kasih] " Kennan tidak menjawab dia mengambil ranselnya


" gue malas berhadapan dengan pak Juan, jadi jangan terlambat lo berdua " kata Kennan berlalu setelah mengunci apartemennya.


*****


" Kennan apa kabar lo? " tanya salah satu Karyawan di sana, Kennan hanya menyunggingkan senyum kecil


" baik "


" hah... " orang itu menghela nafas " semenjak elo berhenti, cewek cewek yang sering belanja di sini pada jarang nongol " serunya


" cewek cewek itu mah modus " timpal yang lain, Kennan hanya terkekeh kecil


" mending lo balik kerja deh Nan "


" gue tidak bisa, sebentar lagi kami ada ujian kenaikan kelas jadi harus fokus " jawab Kennan membuat alasan. " ini hanya segini stoknya? " Kennan mengangkat salah satu bahan masakan


" lah emang lo mau beli berapa? " tanya karyawan disitu, Kennan berfikir


" satu "


" njay lu... Gue pikir mau beli berapa " serunya, Kennan terkekeh


" mbak... Ini gak bisa kurang? " terdengar suara tidak jauh dari mereka


" lah dipikir ini pasar " karyawan disamping Kennan berkomentar


Kennan menoleh melihat ke asal suara, dia menghela nafas dan mendekati mereka


Kennan mendorong pelan kepala unicorn itu.


" jangan bikin malu lo, ini bukan pasar " kata Kennan, si kepala unicorn menoleh


" PAK PRESIDEN... " serunya " bayarin belanjaan gue dong. " Kennan melirik ke troli belanjaannya membuat Kennan membelalakkan matanya


" Lo niat ngasih makan sekampung? " tanya Kennan


Hana menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan satu persatu isi troli yang kebanyakan camilan dan makanan instan.


" ini belum cukup. " jawab Hana dan berniat mengambil lagi " bayarin ya pak pres "


" lo salah orang buat minta traktir " kata Kennan yang meletakkan belanjaannya sendiri di meja kasir " tolong bang "


Kasir itu mengambil belanjaan Kennnan dan menghitungnya


" Pak Pres, lo gak kasian sama rakyat lo? " Hana menarik narik ujung baju Kennan " Keraaa... "


" gak "


" tega lo sama gue " rengek Hana " onegai... [kumohon] "


Kennan menarik tanduk unicorn itu kedepan dan menarik troli Hana


" sampai di rumah, gantiin duit gue. Gue pengangguran jadi mesti hemat "  kata Kennan yang di balas dengan hormat ala tentara Hana " hitung dengan Ini bang, tapi bedain harga dan tempatnya. "


" Lo mending balik kerja disini lagi deh Nan " kata kasir itu sambil meraih troli Hana dan menghitungnya


" gue sibuk belajar, bang " jawab Kennan " ada beberapa urusan juga ".


Kennan meraih belanjaannya dan Hana setelah membayarnya.


" Jendra! "


Hana menoleh ke asal suara dan mencegah tangan Kennan


" kayaknya orang itu manggil lo " kata Hana, mereka sudah ada diluar market.


" salah orang mungkin " jawab Kennan dan berjalan cepat.


Hana mengangguk dan melepaskan tangan Kennan, tapi dia menoleh ke belakang dan melihat wanita yang Hana perkirakan sekitar seumuran Mamanya.


Kennan menghentikan langkahnya dan menoleh melihat Hana yang diam ditempat. Tatapan Kennan juga menatap ke arah perempuan yang paling dia benci. Kennan melangkah meraih tangan Hana menariknya agar berjalan pulang.


" Pak Pres... " seru Hana karena Kennan menggenggam cukup kencang tangannya.


" ah... Maaf " kata Kennan melepaskan tangan Hana " gue duluan "


Srek


Hana menarik baju Kennan membuat si empu menatapnya, Hana memperhatikan Kennan yang seperti beberapa hari lalu. Hana mengulurkan tangannya meraih tangan Kennan dan menggenggamnya


" sudah lebih baik? " tanya Hana, Kennan hendak melepaskan tapi Hana mencegahnya " ayo pulang, gue capek kalau mau jalan lebih jauh lagi "


Hana mendongak dan tersenyum ke arah Kennan yang masih melongo.


Kennan menatap tangannya yang di pegang Hana yang menatap lurus ke depan.


Hana menghela nafas diam diam dia lega karena tubuh Kennan sempat menegang sebelum dia menggeggam tangan pemuda itu.


*****


Tbc