KENNAN RAJENDRA

KENNAN RAJENDRA
28



Kenzo menghela nafas panjang melihat murid murid dari dua kelas favorit di depannya yang sangat suka membuat onar. Dia bersandar di meja sambil menyilangkan tangannya


" yang di butuhkan hanya perwakilan kalian " ucapnya " Kennan Rajendra, Aryan Galih dan Hanindya Kayesa, bukan kalian semua "


" bawel " Afkar berujar dia duduk di kursi kebesaran Kenzo


" ngapain lo duduk di kursi gue, banyak rahasia sekolah disitu " omel Kenzo, Afkar mendengus dan bersandar di kursi " sudahlah, mereka akan datang sejam lagi. Kepala sekolah lepas tangan soal ini jadi semua akan di atur sama osis, Kennan lo yakin mau ikut? Gue tau kualifikasi IPA 1 jadi lo tidak perlu langsung turun "


Kennan yang dari tadi bersandar di dinding mendongak dan diam, Kenzo menghela nafas lagi. Dia mengkhawatirkan Kennan yang sepertinya tidak baik baik saja sejak pertemuannya dengan Keana, di rumah neneknya Keana juga tidak seperti biasanya gadis itu kadang kadang melamun.


Dasar kembar merepotkan!


" jadi... Perwakilan mereka siapa saja? " tanya Hanin


" di kasih tau juga lo ngak bakal tau, Nin " Afkar berceletuk yang mendapat tatapan tidak suka Hanin " apa? Memang ada yang lo kenal dari sana? "


" dih kok lo yang sewot, orang gue nanya sama ketua osis " cibir Hanin


" Ma... Ma... Udah Ma " Miya dan Ciara menarik Hanin mundur, tidak seru kan kalau aib kelas mereka kelihatan di depan umum, aib kebobrokan Mama Papa kelas itu.


" Kennan gue serius nanya "


" tidak usah " jawab Kennan dia membuka ponselnya dan membaca artikel di sana meminimaliskan keberadaannya diantara teman temannya.


" kayaknya kakak kelas mereka yang jadi perwakilan " ucap Afkar yang berdiri di dekat jendela dia sudah memegang ponselnya karena meminta seseorang untuk memberi kabar ke mereka " gimana? Katanya kakak kelasnya ini yang selalu berada di tingkat 1 selama tiga tahun ini "


Brak


" YOOOOO... ADIK ADIK KELASKU YANG MANIS " Niel kakak kelas mereka membuka pintu seenak jiwa tanpa mengetuk pintu.


" kalau pintu ruanganku rusak, senior silahkan ganti dengan dana pribadi senior " Kenzo mendengus jengkel melihat tiga kakak kelasnya yang masuk begitu saja, tiga kakak kelas yang dulu menempati ruangan itu alias salah satu dari mereka adalah mantan ketua osis.


" wihh... Kenapa lo gak bilang anak anak kelas 11 cantik cantik sih " Hari memperhatikan cewek cewek sambil senyum " ekhemm... Kenalin gue Har- woi ngalangin tau gak "


Hari mendengus kesal saat tiba tiba Kennan berdiri di depannya, tubuh Kennan yang tinggi menghalanginya. Kennan mengulurkan tangannya


" Kennan Rajendra, ketua kelas IPA 1, salam kenal kak " ucapnya dibelakang Kennan teman temannya mencoba menahan tawa melihat wajah kesal seniornya " jaga pandangan kakak lain kali, temanku temanku bukan bunga "


Tawa Niel meledak, dia baru bertemu ketua kelas protektif pada anggota kelasnya dia melirik ke arah teman temannya yang mangguk mangguk setuju kembali dia melihat Kennan yang memasang wajah acuh tak acuh.


" Oh! " serunya dia mendekati Kennan sedangkan Kennan melangkah mundur " LO ANAK ITU KAN? TEMAN SEPUPU GUE "


" Senior, sebenarnya kalian ngapain ke sini " Kenzo berdiri diantara Kennan dan Niel, dia sudah di wanti wanti oleh Reynand untuk menjauhkan Kennan dan tidak memaksa untuk bertemu orang dari masalalunya karena mental Kennan belum bisa menerimanya. 


Kennan berbalik dan berjalan ke tempat semula bersandar di dinding menatap keluar jendela.


" jadi kamu Kennan? " Kennan menoleh ke arah senior yang dari tadi bicara dengan Afkar dia berdiri di samping Kennan. " ah, saya Angga kelas 12 IPA 1 "


" ketua osis lama " gumam Kennan, Angga menganggukkan kepalanya " saya tau kamu jenius sekolah ini, tapi... Saya cukup mengenal mereka dan mereka lumayan licik "


" apa jurinya tidak bisa dipercaya? Bukannya mereka langsung Dinas Pendidikan? "


" itu masalahnya, kalau yang menantang kalian dari SMA lain tidak masalah mereka bisa adil tapi yang kalian lawan dari sekolah swasta SHS. Mereka tidak bisa menerima kekalahan, dari itu mereka sangat sombong "


Kennan mendengus pelan, dia sudah memprediksi ini sebelumnya setelah mencari tau SHS seperti apa. Sekolah itu mendominasi diantara sekolah sekolah lainnya di tambah beberapa pentolan sekolah disana mempunyai latar belakang yang mendukung.


" saya sudah memprediksikannya " ucap Kennan " karena itu... "


" karena itu? "


Tok tok tok


Mereka menoleh ke arah pintu yang terbuka menampilkan empat pria dewasa memakai jas rapi masuk. Satu dari mereka melihat ruangan itu memindai


" wwoahhh... Setelah sepuluh tahun ruangan ini tidak banyak berubah " Lintang masuk sambil terus menatap ke dalam ruangan


" Kak Ar sedang apa disini? " Alga yang diam dengan teman temannya berseru, Arsyad menoleh kearahnya.


" urusan kecil " dia mendekati Kennan " jadi? "


" maaf merepotkan tapi aku butuh juri yang adil yang tidak bisa disuap " jawab Kennan.


" hehehe... SHS masih memainkan trik kuno itu ya? " Andry yang hanya diam berseru, Lintang mendengus


" lo kayak bukan dari sana saja "


" tapi gue tidak picik ya! " Andry duduk di sofa begitu saja. Dia melirik Afkar yang diam juga ke arah Alvin dan Sabrina.


" gue juga SHS tapi tidak licik " Zacky teman Andry bergabung " males banget berurusan dengan anak SMA, tapi nama gue tercoreng kalau tempat gue sekolah dulu berbuat tidak tidak, padahal sudah diberantasin dulu. "


" memang disana masih dipegang sama Suyono? Direktur utama? " tanya Andry, Zacky meliriknya tajam dan aneh


" lo nyebut tuh pak direktur sekolah seperti nama adek lo, kualat tau rasa lo "


" karena dia masih punya utang sama gue " Andry menyeringai.


Kennan dan Arsyad menghela nafas berbarengan, Arsyad menepuk bahu Kennan menyuruh anak itu tidak usah khawatir. Dia mengangguk pelan ke anak anak lain dan keluar ruangan.


" Ahhhhhhh.... " seruan anak anak gadis yang tertahan akhirnya keluar saat memastikan mereka keluar


" gilaaa... Ganteng banget! " seru Miya


" panas panas " Hanin mengipasi wajahnya yang memerah " gila mereka hot banget "


" PRESIDENNN "


" KENNAN "


Kennan kaget begitu gadis gadis berseru ke arahnya, mereka menanyakan tentang Arsyad dan kawan kawannya.


" gak usah ganjen " Radi dan Afkar menarik cewek mereka menjauhi Kennan


" mereka sudah menikah dan punya anak " ucap Kennan, tapi dia tidak yakin dengan Zacky karena baru pertama kali melihatnya.


*****


Tbc