
Ujian sudah berakhir dan liburan pun dimulai, Kennan beserta teman temannya juga dari IPS 1 bersiap untuk liburan mereka di desa tempat tinggal Arumi.
Karena yang berangkat dua kelas jadi mereka menyewa bus yang tentunya di kemudikan oleh salah satu dari mereka yang memiliki SIM untuk kendaraan umum, dan satu satunya yang punya adalah Cakra dari kelas IPS 1. Karena hobi otomotif Caka mempelajari semua jenis kendaraan mulai dari sepeda sampai kendaraan besar yang dipakai membangun jalan dan bangunan besar dan satu satunya yang belum terwujud adalah menerbangkan helikopter dsn pesawat dia belum mendapat surat izin juga Helikopter sangat mahal.
"perjalanannya tidak jauh kan?" tanya Caka pada Arumi yang duduk di sampingnya sebagai navigator, Arumi menggelengkan kepalanya
"tidak, hanya sekitar 7 sampai 8 jam saja" Caka menatapnya horor
"semangat bang Caka!!" seru Sean dan Zain.
Kennan memilih duduk dekat pintu tentunya dengan Hana yang duduk disampingnya dekat dengan jendela, gadis yang mengeluh ingin ke bali sekarang terlihat sangat antusias dengan perjalanan mereka. Di belakang mereka ada Hanin dan Afkar yang sekarang berebut tempat duduk ingin dekat dengan jendela.
Mereka akan berlibur selama seminggu dan selama di sana mereka akan tinggal di rumah kakek nenek Arumi, semoga mereka tidak terganggu.
Tadi sebelum dia berangkat terjadi sedikit drama, Keana yang merengek minta ikut karena tidak ada tujuan liburan tapi Kennan menolak dan beruntungnya dia berhenti merengek setelah dijanjikan liburan ke luar negeri bersama dengan Mama, Risa, mertua serta adik ipar Risa yang mereka namai girls time, ah ya Keyra, Asla dan Aluna juga ikut tentunya.
Kennan berusaha memejamkan matanya untuk tidur ditengah kebisingan teman temannya bernyanyi yang tentunya di pimpin oleh Miya juga Alisa diiringi oleh teman temannya.
Sebenarnya meski beberapa minggu sudah berlalu, kualitas tidur Kennan belum bisa normal. Dia masih sering kurang tidur atau bahkan tidak tidur. Dan terimah kasih kepada Keana yang selalu memberinya masker mata jadi kantung matanya tidak telalu terlihat.
"tidak tidur lagi?" tanya Hana pada Kennan yang mencari posisi nyaman, Kennan hanya bergumam "mau tukar tempat duduk? Gue bawa bantal leher kalau lo mau!" tawar Hana, Kennan hanya menggelengkan kepalanya
Hana menatap keluar jendela sambil bertumpu dagu membiarkan Kennan menjadikan pundaknya bantal, dia menghela nafas panjang... Saat masuk nanti mereka sudah kelas tiga yang berarti tinggal menunggu waktu dia akan dijemput untuk kembali ke Jepang meski dia menolaknya.
Hana kuliah dimanapun tidak masalah asal tidak di negara kelahirannya, dia masih belum siap. Juga...
Hana menoleh ke cowok disampingnya yang lagi lagi memegang nilai tertinggi dari semua murid tunas bangsa itu. Kennan adalah orang yang mana akan mendengar semua ceritanya dimana dia tidak harus berpura pura kuat di depannya.
Setelah hari dimana Kennan mengatakan akan membahas masalah Hana sepulang sekolah tidak jadi karena harus makan bersama dengan teman temannya, mereka berdua tidak membahasnya lagi. Hana merogoh sakunya mengambil boneka beruang pasangan kecil yang selalu bersamanya, dia tidak bisa tidur tanpanya.
Boneka itu hadiah saat dia masih kecil oleh neneknya, karena ukurannya yang kecil jadi dia bisa membawanya kemana mana.
Hana memelintir salah satu telinga dari boneka itu kebiasaannya saat memainkan mereka.
"kepala gue sakit, jangan banyak gerak" ucap Kennan dengan suara pelan
"beuhh... Dimana letak keadilan tuhannnn... " seru Baim melihat pasangan pasangan di depannya "wahai saudaraku... Sesungguhnya bermesraan di depan kaum jomblo seperti kami adalah hal yang buruk... "
"makanya cari pacar, nikah kalau perlu" ucap Afkar, Kennan juga sudah bangun
"ngak ahh... Gue mau nikah sama ukhty ukhty " Baim menyengir "gak mau kayak Mama, galak!"
"wahh... Cari masalah nih anak" seru Hanin dia menggulung lengan bajunya
"marahin Ma.. Marahin" Aryan dan Zain mengompori "masa Mama dibilangin galak"
"hahaha... Hajar Nin" ucap Alisa, Afkar menariknya agar duduk lagi
"mau lagu apa lagi?" tanya Miya "dangdutan yuk!... Dimana dimana... Dimana.... "
Kennan menghela nafas, dia sepertinya tidak bisa tidur karena kebisingan bertambah dua kali lipat
***
Caka meregangkan tubuhnya, meski sempat gantian tapi dia yang membawanya cukup lama.
Kennan turun dari bus, menghirup udara segar. Pedesaan dan perkotaan memang memiliki udara berbeda. Kennan memperhatikan keseliling memperhatikan rumah rumah penduduk yang terkesan sederhana, dia juga tadi sempat melihat hamparan sawah yang luas.
Dia menoleh saat mendengar suara nenek dari belakang, dia dengan cepat menghampiri dan menyalaminya. Sebagai ketua kelas dia mewakili teman teman untuk mengucapkan terimah kasih dan maaf karena mereka akan merepotkan nenek itu.
Kennan dan Afkar berjalan paling belakang karena harus memastikam amggotanya lengkap. Rumah kakek-Nenek Arumi bisa dibilang besar karena memiliki beberapa kamar juga ada satu ruangan besar yang biasa ditempati sebagai ruangan pertemuan mengingat kakek nenek Arumi termaksud orang penting.
Setelah beberapa pertimbangan mereka membiarkan para cewek tidur di kamar sedangkan cowok cowok tidur di ruangan besar itu.
"kalian istirahat sebentar, setelahnya kita kumpul pembagian tugas" ucap Afkar pada teman temannya, Kennan yang memegang kertas menatap mereka juga
"jangan ada yang berisik" kata Kennan
Mereka semua langsung memasang wajah protes tapi tidak bisa apa apa, dua bos sudah berpesan dan kawasan itu memang bukan kawasan mereka.
"kalau mau keluar, izin dulu ya" kata Kennan "Rumi, nanti tolong bantu ya, soalnya hanya lo yang tau tempat ini"
"siap presiden"
"kalian bisa istirahat" ucap Afkar.
Kennan dan Afkar hanya menyimpan barang mereka lalu keluar ke ruang tamu karena tidak pasti anak anak itu tidak akan ribut. Dan seperti dugaan baru saja keluar suara mereka sudah terdengar.
Setelah istirahat satu jam mereka semua berkumpul di halaman belakang rumah itu, Arumi menggelar karpet besar untuk mereka duduki.
"pertama... Siapa yang mau tugas masak?" tanya Afkar "yang bisa masak ya, IPS 1 selain Alga siapa lagi yang bisa masak?"
"gueee.. " Ciara mengangkat tangannya "tidak mahir sih.. Tapi bisa lah"
"bohong, lo yang paling bisa masak" seru Hanin dia mengacak rambut Ciara membuat gadis itu merengek
"Kalau IPA?" giliran Kennan bertanya "dua orang juga"
Irina, Juwita dan Hana mengangkat tangannya
"Irina, Juwi bantu mereka masak, Hana lo tidak bisa masak lo cuma tidak mau beberes kan?" kata Kennan dia meletakkan kertas berisi nama nama mereka, Hana langsung cemberut.
"yang bersih bersih kita gantian saja, gue sama Kennan yang bakal ngatur jadwalnya. Jangan ada yang protes, yang belanja biar tim masak yang lakuin. Miya uang kas di lo kan?"
"Aman Pa" kata Miya
"hahaha... Si Alga, ngeharem di dapur" ledek Kevin yang pastinya mendapat tendangan pamungkas dari Alga
******
Tbc