
"ini disubtitusikan" Kennan menunjuk bagian yang dimaksudkan
"subtitusikan?" Hana menggaruk kepalanya agak bingung
"subtitution!" Hana mengangguk paham "urutkan lalu tambahkan" dia mengikuti arahan Kennan sebelum berseru senang
"ah yatta "
Kennan hanya bertopang dagu, kenapa dia tiba tiba jadi guru? Ah salahnya, dia yang menyuruh dua gadis tadi belajar.
"sebenarnya sulit mempelajarinya, banyak kata yang tidak gue mengerti." Hana menghela nafas, dia ingin kakaknya mengajarinya tapi Farhan sangat sibuk dan jarang di rumah, dia tidak bodoh hanya kesulitan memahami terlebih pelajaran bahasa indonesia, banyak kata yang tidak pernah dia dengar sebelumnya.
"tapi bicara bahasa indonesiamu lancar"
"ah itu karena gue belajar dari pertama ketemu Arvan pas SMP, dan Mama pakai bahasa indonesia saat Papa tidak di rumah. Banyak kata yang sulit dan jarang dipakai, gue tidak mengerti"
Kennan menatap Hana dengan tatapan sedikit kesal tangannya mengetuk ngetuk meja dengan telunjuknya
"kenapa pak Juan tidak melupakan kalau gue gak ikut ulangan harian sih? Nyesel gue pulang kampung!" gadis itu menyandarkan tubuhnya di sofa, dia menatap ke samping.
Kennan menghela nafas melihat ekspresi Hana yang berubah berlahan dan dia yakin kalau gadis itu kepikiran lagi. Kennan menutup buku buku di depannya, biar bagaimanapun Hana akan sulit konsentrasi saat ini.
Keana yang dari tadi diam memainkan ponselnya menatap mereka berdua yang tiba tiba diam, apa dia melewatkan sesuatu?
Dia melihat Kennan yang menatap Hana yang diam, apa mereka benar tidak pacaran? Dia benar benar yakin ada sesuatu antara mereka, Kennan juga terkesan perhatian ke gadis di depannya.
"Kak Farhan belum pulang?"
"tadi sempat pulang ngambil pekerjaannya" Hana menjawab.
Kennan berdiri menuju pintu yang di ketuk dia yakin barang barang Keana sudah tiba tapi saat membukanya hanya empat makhluk tak diundang di depan pintunya.
Afkar mengangkat gorengan di tangannya, Hanin dengan snack dan Satrio dengan minuman ringan, Sabrina datang dengan tangan kosong dan mau numpang ikut rame saja. Kennan membuka lebar pintunya mempersilahkan mereka masuk
"belajar ya?" Hanin bertanya, Hana yang mendengar suara mendongak, dia berdiri dan berjalan ke arah Sabrina
"Binaaaaaaa...." dia memeluk Sabrina yang menatapnya dengan kening terangkat "gue capek belajarr...!"
"oh ada tamu!" Afkar berseru melihat ke arah Keana yang menatap ke arah mereka juga. Dia mengangguk lalu bergegas ke ruangan yang akan menjadi kamarnya.
"gabung saja" seru Hanin, Kennan merapikan mejanya membawa kertas kertas itu masuk ke kamarnya tak lama dia kembali
"kalian belajar apa?" Satrio bertanya dia sudah duduk di sofa, menatap Hana yang masih bergelayut di tangan Sabrina "lo kayak bayi monyet"
Hana menendang kakinya kesal sedangkan Satrio melotot kearahnya.
"serius kalian belajar apaan? Perasaan tidak ada tugas" Satrio memutar badannya ke arah Kennan yang menyiapkan air.
Kennan berjalan keluar menunjuk Hana dengan dagunya "ada orang yang besok ulangan susulan mata pelajaran pak Juan"
"Berat jugaa... Semangat ya!" Satrio mengejek Hana membuat Hana makin cemberut
"Binaaa..." rengeknya
Sabrina menendang kaki Satrio "apa sih Bi? Sakit ogeb"
"dih salah sendiri".
" lah emang gue ngapain?" seru Satrio "eh Hanin, jangan makan dulu"
"kenapa? Males gue nungguin kalian yang kerjanya berantem mulu. Afa, minta saosnya!"
Kennan meletakkan air di meja menatap dua pasangan di depannya, Sabrina yang berdebat dengan Satrio sedangkan Hanin dan Afkar yang tumben akur.
"cewek lo gak mau ajak gabung?" Satrio bertanya dia melirik Keana yang melihat mereka dari ambang pintu kamar.
"kenalin napa sih Nan?" tanya Hanin dia melirik Keana, Kennan menatap adik perempuannya itu memberi isyarat agar mendekat.
" Keana "
Keana menghela nafas dan mendekati mereka, Kennan menepuk pundaknya tadi dia sempat membuka grub kelasnya dan sesekali dia ingin menjaili mereka begitu melihat fotonya dan Keana tadi.
" ini Keana " Kennan menepuk pundak Keana " dan mereka tetangga. "
Mereka melongo melihat bagaimana Kennan memperkenalkan mereka, pantas saja jomblo.
"gue Hanin tinggal di sebelah, dia.. Eh.. Afa, cowok gue " Hanin tertawa terpaksa karena tidak mungkin mengungkapkan status mereka ke orang luar "kita tinggal di depan. "
Keana hanya mengangkat sebelah alisnya, bukan apa apa tinggal bersama pacar di satu tempat masih tabu di negara ini, tapi dia tidak mau bertanya lagi.
" gue tinggal di samping, nama gue Satrio. Kalau ada apa apa dan Kennan gak ada lo bisa hubungin abang. "
" bang Satrio!" Hana dan Sabrina mengejek
"Bang Sat" Kennan, Afkar dan Hanin berseru bersamaan membuat Satrio melotot ke arah mereka.
"eh njirr... " dia menendang Kennan yang lewat di depannya " ini Sabrina " Sabrina hanya mengangguk " ini Hana. "
"dari tadi kita kenalan."
Keana duduk di single sofa, Satrio menggeser Kennan agar duduk berdampingan dengan Keana tapi Kennan tetap di posisinya karena sempat melihat wajah cemberut Sabrina.
"Nan!" panggil Afkar, Kennan melihatnya "sebentar lagi UTS, lo mau kelas lo sama gue belajar bareng"
"Ngak deh" Sabrina berujar "tau sendiri anak kelas bagaimana, anak IPA juga tidak jauh beda" Hana mengangguk setuju
"Aryan, Sean Zain plus Baim Radi gak deh.. "Hanin berucap juga, dia tidak mau membayangkan manusia manusia berisik itu kalau berkumpul.
"ada Afkar bisa nanganin " Satrio mencomot tahu di depannya, memberi diam diam ke Sabrina " ada Kennan juga"
"Pak Pres mah jarang tanggung jawab sama bawahannya" Timpal Hana, Kennan mendengus.
Memang mereka fikir siapa yang mendapat hukuman kalau mereka berulah? Selama ini Kennan sering sekali di hukum karena ulah mereka.
" ya sudahlahlah" Afkar mengambil minuman di tangan Hanin dia menatap Kennan "Lo sudah di kasih tau Kenzo?"
"apa?"
"dia mau lo gabung dengan osis, kami kekurangan orang pintar." jawab Afkar, Kennan menunjuk Hanin dengan dagunya.
"dia bisa"
Hanin mengibaskan tangannya di depan mereka " gue tidak mau ikut campur urusan sekolah, gue juga cewek dan tau sendiri sekolah kita bagaimana" dia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa mengambil kembali miliknya di tangan Afkar.
"tidak tertarik" ucap Kennan
"memang Kenzo anggota osis?" Tanya Keana yang memang sedari tadi menyimak percakapan mereka
"Kenzo tidak bilang?" tanya Kennan, Keana menggeleng, selama ini Kenzo memang selalu sibuk tapi tidak ada yang tahu dia sibuk apa, Kenzo tidak pernah membahas apapun tentang sekolahnya
"dia ketua osis kami" jawab Hana dia makin memeluk Sabrina, Keana hanya bisa terkejut.
Ketua osis?
Kennan melirik Keana masih syok, sejak kecil Kenzo memang jarang terbuka soal dirinya mengerjakan semuanya sendiri, tapi sangat peduli padanya dan Keana juga Arvan.
****
Tbc