KENNAN RAJENDRA

KENNAN RAJENDRA
41



Kennan berdiri mengantri untuk membeli ice cream karena Keana tidak mau sedangkan yang lainnya beralasan tidak membawa uang lebih. Dia berdiri sambil memainkan hp di tangannya karena antrian juga lumayan panjang.


Hana yang tadi tiba tiba ikut nimbrung dengan mereka memasang wajah cemberut.


" nanda omae?" tanya Arvan yang memperhatikan Hana. Gadis itu menunjuk Kennan dengan dagunya


"cewek cewek itu gak pernah lihat cowok ganteng ya? Muka mereka mupeng banget." sungutnya


"mereka kan punya mata" Arvan menopang dagunya tangannya yang lain terbuka karena memegang coklat Keyra yang tadi sempat dititip oleh Kennan padanya.


"bukan gitu.... Kasian pak presiden diliatin kayak makanan" Hana berdiri dari duduknya saat ada gadis yang mendekati Kennan dengan wajah malu malu "auh ah!"


"perasaan dia yang ganjen" cibir Keana begitu Hana pergi, Arvan melirik Keana dan menghela nafas


"dia tidak seperti itu"


Keana melihatnya mendengus "kamu kayak kenal banget, aku tidak suka dia dekat dekat dengan Jendra!"


"menurutku diantara kita disini, gadis itu yang paling diterima keberadaannya kecuali si kecil ini tentunya" Kenzo berkata sambil mengusap kepala Keyra


Mereka melihat bagaimana Hana berhasi mengusir beberapa gadis yang dengan terang terangan melihat dan ingin mendekati Kennan.


"Honey!!" Kennan mengalihkan pandangannya dari hp melihat ke arah Hana yang berjalan ke arahnya. Dia menoleh ke samping dimana beberapa orang juga melihat ke arah Hana. Kennan mengikuti kemana arah Hana berjalan, gadis itu meraih lengan Kennan memeluknya. Kennan mengangkat sebelah keningnya "terimah kasih ke gue, cewek cewek berhenti jelalatin lo!" bisik Hana


Kennan mengangkat pandangannya ingin melihat apa yang dimaksud Hana tapi gadis itu menahan wajah Kennan


"gue udah bantuin lo, gak usah sok kecakepan lagi" omel Hana.


Menghela nafas, Kennan mendekatkan dirinya untuk balas berbisik ke Hana "gak usah ngambil kesempatan" spontan Hana langsung mendongak menatapnya , wajahnya langsung manyun.


"ekhem... Mbak, Masnya boleh mesan sekarang" Mereka berdua melihat ke penjaga stan yang akan melayani mereka berusaha menahan tawa terlihat dari wajahnya yang memerah


"Irina!" pekik Hana kaget dia langsung bersembunyi dibelakang Kennan karena malu


Kennan dengan santai berjalan mendekat memesan empat cup ice cream "lo kerja di berapa tempat?" tanya Kennan dia menerima satu cup pesanan Keyra


"banyak, biaya skincare mahal jadi gue harus kerja" Irina menjawab masih membuat pesanan Kennan yang lain. "gak usah malu kali Na, kita juga tau lo emang kadang rada rada" lanjutnya tertawa


Hana keluar dari persembunyiannya dia mengambil ice cream yang disodorkan Kennan karena dia ingin mengambil uang untuk membayar. Hana menerima satu cup lagi dari Irina sedangkan dua lainnya disodorkan ke Kennan tapi Kennan hanya mengambil satu


"ambil buat lo" ucapnya dia mengambil satu cup di tangan Hana dan berjalan kembali


"Pak Pres! Thank youu... Pemilihan selanjutnya gue bakal milih lo lagi " seru Irina, Kennan melihatnya sedikit jengah


"tidak butuh."


Irina dan Hana tertawa karena mereka sangat tau bagaimana tidak sukanya Kennan menjadi ketua kelas


Beberapa kali dia mengutarakan pemikirannya pada Pak Juan tapi wai kelas mereka selalu menolak juga tidak akan ada yang mau dengan suka rela menggantikannya.


Hanya Alisa yang bisa menggantikannya tapi semua tau bagaimana Alisa sangat tidak suka memimpin.


Kennan meletakkan ice cream itu di depan Keana dan Keyra.


"Om Nan!" Kennan melihat ke belakang dan melihat gadis kecil dengan pakaian syar'inya berlari ke arahnya, dibelakang anak itu ada orang tuanya yang terkejut melihat keberadaannya.


Risa mendekati mereka mengambil tangan Asla takut kalau Keyra ngambek Kennan di peluk olehnya. Dia menatap Keyra yang sudah asik memakan makanan di depannya.


Plak


Lintang memukul tangan Kennan begitu melihat Aluna terusik dalam tidurnya.


"Kak, gak boleh" Kennan menoleh mendengar teguran Risa, dia menegur Asla yang memakan ice cream Keyra


"biar sih" ucap Kennan, Risa meggelengkan kepalanya


"baru semalam dia mengeluh sakit gigi" beritau Risa dia melihat teman teman Kennan dan hanya Hana yang dikenalnya.


Dia berhenti saat melihat Keana, tanpa bertanya dia sudah tau siapa gadis itu terlebih saat menjemput Keyra kemarin dia sempat melihatnya.


"kalian mirip" ucap Risa melihat Kennan, cowok itu hanya diam karena memang tidak bermaksud mengenalkan mereka dulu untuk sementara. "kami tidak mau menganggu kalian, Kak Aya ayo"


"Kakak Key kalau mau ikutan juga gak apa apa" Lintang berkata karena melihat dua gadis kecil itu enggan berpisah.


"terus kalo papa nanti jemput gimana?" tanya Keyra wajahnya sudah cemberut.


"nanti Mas kasih tau Papa kalau kamu di rumah Mas sama Mbak lagi main sama adek adek" ucap Lintang, Keyra langsung mendongak meminta persetujuan Kennan dan cowok itu mengangguk.


"Baju gantinya nanti aku antarkan" Kennan berkata, Risa menggelengkan kepalanya


"nanti pakai bajunya Asla" tubuh dua gadis itu memang tidak beda jauh, tapi karena baju Asla agak besar besar jadi pasti muat dengan Keyra yang umurnya hanya setahun diatas Asla.


Risa menggandeng dua tangan gadis kecil itu berjalan masuk ke dalam untuk menemui Dina yang tadi menelfonnya.


"itu salah satu orang berpengaruh yang bisa menghadirkan semua guru di cerdas cermat itukan?"tanya Arvan yang masih menatap punggung Lintang menjauh


"Lintang Cakrawala Abraham, beliau mantan ketua Osis sekolah kami. Beliau panutanku, karena sejak menjabat sekolah kita mendapat banyak penghargaan dalam semua bidang. Kamu kayaknya kenal, Ndra?" Kenzo menatap sepupunya yang bersandar memainkan ponselnya


"Abraham itu? Abraham compeny?" seru Arvan yang diangguki Kenzo


"Mas Lintang?" tanya Kennan


"iya"


"kakak Ipar" jawabnya santai, semua langsung menatap kearahnya kecuali Hana yang masih asik makan ice cream.


"bokap tiri lo sebenarnya siapa? Sampai bisa punya ipar penerus Abraham compeny?" tanya Arvan.


Kennan tidak menjawab dia mengambil sisa ice cream Keyra untuk dia habiskan. Keana yang dari tadi diam menghela nafas kesal.


"kamu terima dia jadi saudara kamu?" Keana menatap tajam Kennan, cowok itu menopang dagunya dan mengangguk " Jendra kamu gila ya? Dia it-"


"Dia itu apa?" Kennan meletakkan sendok dengan sedikit keras dan balas menatap Keana "Kak Risa sama tersiksanya dengan kita karena kesalahpahaman. Kamu pikir mudah menerima? Kamu tanya kenapa aku terima? Karena mereka yang menyelamatkan kami, aku, Mama dan Keyra dari pada manusia manusia tidak tau diri itu."


Hana menghela nafas dia berdiri meletakkan cup ice cream diatas kepala Kennan "jangan marah marah nanti lo cepat tua"


Kennan mendongak menatap Hana yang masih memegangi cup ice cream di kepalanya, wajah  Hana menampakkan senyum kecil agar Kennan tidak lepas kontrol dan malah kambuh disana, Hana berucap tanpa suara "calm down, dude!"


Kennan menghela nafas panjang dan barulah Hana menjauhkan cup ice cream miliknya dari Kennan, cowok itu berterimah kasih dengan nada Lirih yang hanya di dengar Hana.


*****


Tbc