
Kinara, Keana dan Risa menoleh ke arah tangga begitu mendengar ada langkah dari lantai atas, ketiga perempuan itu tengah membahas liburan mereka kemarin di korea.
Mereka melihat Kennan yang baru turun dengan pakaian yang sudah rapi, bahkan cowok itu memakai tas kecil dan topi hitam juga masker yang menandakan kalau dia akan keluar, mereka kemudian beralih ke gadis yang sebenarnya ada disana mendengar cerita mereka.
Hana yang ditatapi mau tidak mau menundukkan kepalanya karena malu
" hm..ngedate dek?" tanya Risa dia memicingkan pandangannya ke Kennan yang tertegun mendengar pertanyaanya
"mau ke dr. Fa'i" jawab Kennan dia menggaruk tengkuknya yang tiba tiba gatal membuat Risa tertawa
"bo'ong tuh... Mau pacara-akhh" Dia menjerit karena Kennan mengambil bantal sofa dan melempar saudara kembarnya itu "yeee... Emang aku benarkan? Gak usah ngeles" dia langsung bersembunyi di belakang Risa begitu Kennan mengambil bantal Kennan
"Kak!" tegur Kirana, Keana menongolkan kepalanya sebelum menjulurkan lidah ke Kennan yang memasang muka masam "tapi.. Kamu tidak apa apa kan Nak? Kenapa harus ke tempat nak Fa'i?"
"ada yang mau pamit soalnya mau balik ke negaranya!" mereka semua kembali menatap Hana
"lo mau pindah?" tanya Keana, Hana mengangguk "LDR dong?"
"mau gimana lagi!"
"hmm.. " Dia hanya bergumam, kinara yang ada di sampingnya mengelus lengannya dan bertanya dengan lembut
"kok pindah nak?"
Hana yang di tanya hanya bisa senyum sedikit "Otou-Ayahku yang meminta untuk pulang tante, katanya beliau kesepian karena anak anaknya semua tinggal di indonesia"
"ah iya, kamu adiknya Farhan." ucap Risa "kadang aku lupa kalau dia setengah jepang"
"ayo" Ajak Kennan, Hana langsung berdiri dan menyusul Kennan yang berjalan lebih dulu
"Nan, beliin martabak asin ya" seru Keana, Kennan hanya mendengus ke arah adik perempuannya itu
"sekarang dia sudah terlihat hidup" ucap Kinara begitu punggung Kennan sudah menghilang dari pandangannya. Risa menganggukkan kepalanya. "Asla gimana nak?"
"seperti biasa, kalau habis berpisah dari bapaknya pasti kalau ketemu gak mau pisah." ucap Risa ada senyum kecil dibibirnya saat membahasa putri sulungnya itu.
"sama saja dengan Keyra" Kinara menghela nafas panjang karena anak bungsunya itu bangun tidur orang yang dicari adalah Ayahnya. Bahkan tadi saat bangun siang dia menangis mencari sang Ayah kalau saja dia tidak diantar ke kantor dia tidak akan berhenti menangis.
***
Setelah dari klinik dr. Fa'i, Hana dan Kennan memilih ke taman hiburan untuk jalan jalan, awalnya Hana mengajak Kennan menonton film Horor tapi Kennan menolak karena di dalam film Horor otomatis ada adegan berdarah dan dia sama sekali tidak bisa melihatnya.
"gue bakal berangkat besok" ucap Hana, langkah Kennan terhenti membuat si gadis menatapnya
Kennan hanya tidak menyangka kalau Hana benar benar berangkat di hari pertama masuk sekolah.
"jam?"
"sembilan" jawab Hana "Hahhh.. " dia menarik nafas panjang "ayo beli ice cream"
Kennan hanya pasrah saat tangannya di tarik menuju tempat ice cream dijual. Hari ini dia akan bersenang senang dengan sang pacar untuk hari terakhirnya di indonesia.
Di tengah jalan mereka mau ke tempat penjual Ice cream, Hana berhenti dan malah menarik tangan Kennan ke tempat photobox
"ayo" ajak Hana, Kennan menggelengkan kepalanya. "pleasee... Kita tidak ada foto berdua"
Kennan mengkerutkan keningnya, dia memang tidak suka berfoto. Kalaupun dia berfoto itu hanya foto yang dimintai sekolah dan foto keluarga selebihnya kalau bisa dia ingin menghindar.
"tiga kali jepret saja" bujuk Hana, Kennan masih menggeleng, dalam ponsel pribadinya pun dia sama sekali tidak menyimpan gambar dirinya. "dua deh dua"
"tidak mau" jawab Kennan, Hana langsung cemberut dan melepaskan Kennan
"padahal ini hari terakhir gue disini, minta foto doang kan?" dia berbalik hendak pergi tapi Kennan mencegahnya "Apa?"
"kemana? Ice creamnya disana" tunjuk Kennan ke arah yang berlawanan.
"mau fotokan?" gadis itu masih cemberut tapi menganggukkan kepalanya "ayok"
"beneran?"
"hn"
Senyumnya langsung mengembang dan masuk lebih dulu. Kennan hanya bisa menggelengkan kepalanya sebelum ikut masuk.
Hana mengambil bando telinga kelinci dan memasang dikepalanya dan serigala dia serahkan ke Kennan "pakai!*
"harus ya?" Hana menganggukkan kepalanya tapi Kennan masih tidak bergeming, dia mengambilnya dari tangan Kennan dan dengan sedikit menjinjit dia berhasil memasangkannya di kepala sang pacar
"kyaa..Kawaii"
Kennan hanya bisa pasrah dia bahkan hanya bisa terus mengikuti instrupsi gadis itu saat melakukan pose.
"ini sudah lebih dari tiga!" protes Kennan, tapi gadis itu tidak peduli
"soalnya lo ganteng sih" jawab Hana yang memang selalu terus terang mengenai wajah Kennan. "iya iya kita keluar" ucapnya saat muka Kennan sudah mulai tidak senang.
"mau apa lagi?" tanya Kennan saat mereka sudah keluar, sepertinya ice cream agenda terakhir mereka.
Hana menunjuk rollercoster membuat wajah Kennan pias, yang benar saja? Kennan tidak tau apa dia pobia tinggi atau tidak tapi yang pasti... Dia tidak suka melakukan sesuatu yang menantang dan memicu adrenalin.
"jangan bilang lo takut" ucap Hana begitu melihat wajah Kennan, cowok itu hanya membuang muka ke arah lain.
"gak"
Mendengar jawaban Kennan, Hana langsung menariknya ke wahana yang mengunggulkan kecepatan itu.
Hana tertawa terbahak begitu mereka selesai, Kennan sudah lemas dan wajahnya pucat pasi.
Dia melirik Hana kesal tapi gadis itu tampak tidak peduli dia malah berjalan ke kedai untuk membeli minuman untuk Kennan.
"sudah lebih baik?" tanya Hana sambil mengulurkan air mineral ke Kennan dia juga mengeluarkan tisue dari tas kecilnya.
"ini terakhir gue main beginian"
Hana kembali tertawa, manusia memang tidak sempurnya ya.. Kennan memang ganteng, pintar dan cepat tanggap tapi lumayan penakut. Hana meluruskan kakinya sambil menatap langit yang hampir sore
"maaf deh karena bikin lo kayak begini" ucap Hana "tapi gue gak nyesel"
Kennan mendengus dia kembali menyesap air mineral di tangannya "mau kemana lagi?"
"lo sudah tidak apa apa?"
"hm" Kennan berdiri membuang botol di tangannya di tempat sampah yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka duduk "disana banyak jajanan, gue beliin"
"yey..." Hana langsung berdiri mendekati Kennan merangkul lengannya.
Afkar dan Satrio benar, cara membuat cewek senang bukan dari mahalnya barang yang dihadiahkan, cukup mengajak mereka jajan makanan saja sudah cukup.
Hana menggoyangkan kakinya karena senang sambil memakan pentolan miliknya seperti anak kecil, Kennan mengambil tisu untuk membersihkan bekas saus di pipi Hana
"hm?"
"belepotan" ucapn Kennan seadanya dan melanjutkan makannya. Hana langsung senyum sendiri sambil melihat Kennan, cowok itu mengkerutkan keningnya berpikir kalau otak gadis disampingnya sedikit bermasalah.
******
Tbc