KENNAN RAJENDRA

KENNAN RAJENDRA
22



Pada akhirnya IPA 1 dan IPS 1 pergi bersama mencari makan, tapi karena jumblah mereka yang memang tidak seberapa jadi mereka terlihat hanya satu kelas.


Diantara semuanya dua orang memasang wajah tidak senang, keduanya adalah bendahara dari kelas masing masing.


" gue gak mau tau ya, besok bayar " sungut Miya


" gue ngak mau nombok utang lo pada " Irina bersedekap di samping Miya, wajah dua gadis terus cemberut


" Na " Irina mendongak, Arumi terus nyengir " makan itu boleh ngak? " Arumi menunjuk gerobak seblak


" terserah "


" maacihhh... Sayang banget sama lo " Arumi berseru senang dia menarik tangan Alga " lo kan encef, sini nyicipin makanan di sana. Kalo lo bilang enak gue beli "


" Cieeeeeee.... "


Arumi melotot kearah teman temannya yang ngeciein.


Kennan berdiri agak jauh dari mereka sambil memainkan hp di tangannya, dia sebenarnya enggan keluar tapi tetap ikut dengan mereka karena merasa sepertinya tidak buruk kalau dia keluar bersama mereka semua


Sepiring siomay terletak di depannya, dia mendongak Aryan yang meletakkan piring itu mengangkat sehelah keningnya


" apa? "


" bukan apa apa " Kennan kembali menunduk menatap hpnya, Aryan juga memilih duduk disampingnya


" Yaaaaannnn... "


" APA? " dia menatap Miya yang melotot ke arahnya " kenapa dah lo toa? "


" wahhh.. Gak ngerti kode ini anak " Miya berdiri dari bangkunya dan mendekati Kennan " lo... Tega bener lo nikung gue, tega lo Yan.... SUNGGUH TEGA- "


Aryan memasukkan siomey ke mulut Miya " makan makann... Lo nyanyi gak enak "


Plak


" enak saja lo ngomong " Aryan mengusap punggungnya yang kena tampar Miya, dia mendengus ke arah cewek itu tapi Miya malah balas melotot sebelum pergi


Kennan meletakkan ponselnya di meja, dia bertopang dagu sambil memperhatikan yang lainnya di sampimgnya Aryan sudah bercanda dengan Baim dan Zain. Di meja depannya ada Emi, Juwita, Sasha ribut membahas idola mereka tidak jauh dari sana Sabrima berdiri sambil makan entah apa memperhatikan Satrio, Kennan bingung.. Kenapa dua orang itu harus pacaran diam diam di depan umum kecuali depannya dan Hana


Bicara tentang Hana, setelah pesannya memberi kabar kalau dia sudah sampai tempat tujuan Kennan tidak mendapat pesan lainnya. Kennan tau kondisi mental Hana jadi dia sedikit cemas, ya dia sedikit cemas karena mereka mempunyai mental yang sedikit mirip.


Dia menghela nafas dan kembali mengedarkan pandangannya, keningnya mengkerut saat melihat seseorang yang sedikit di kenalnya


" Ajeng? " gumamnya


" wihhh... Ada yang berani ngumpul di tempat kita "


Segerombolan anak SMA dari salah satu sekolah internasional swasta karena seragam sekolah mereka berbeda terlihat keren duduk di samping geng Emi yang sedang ngefanboy


Kennan melihat ke arah cowok yang sedikit gemuk memukul meja Hanin dan Irina juga Ciara seolah menggertak


" wahh.. Ada yang mau cari masalah dengan pacarnya bigboss " Kennan melirik Aryan yang bergumam, Aryan hanya bersandar di kursi sambil bersedekap dada tidak jauh dari tempat Hanin ada Afkar yang masih diam " woi kemana lo? " .


Dia tidak menjawab dan malah terus berjalan, Aryan berdecak menyusul Kennan yang mendekati penjual yang kelihatan gelisah


" apa mereka sering kesini? " Kennan bertanya dengan suara pelan karena mustahil bertanya dengan keras


Pedagang itu hanya diam dan menunduk, Aryan bertopang di gerobak menatap dengan serius


" Nan, lo gak perlu tanya lagi " Aryan melirik ke belakang dimana Afkar sudah menekan cowok yang mengebrak meja tempat Hanin tadi ke meja, menekan kepalanya


" tenang Mas, mending mas ngomong. " Aryan bergidik ngeri, dia pernah ada di posisi itu " Tenaga Afkar itu tidak main main "


" pernah jadi korbannya ya? " tanya Kennan menyeringai, Aryan mendengus


" anak polos yang tidak bisa berkelahi kek lo mending jangan cari ribut dengan orang kek Afkar. Dia tipe yang bukan main main kalau marah " dia menghela nafas " jadi? " Aryan berbalik ke mas mas pedagang


" mereka sering kesini hanya untuk makan gratis, tidak jarang akan merusak dagangan kami kalau keinginan mereka tidak dituruti, beberapa pedagang juga berhenti jualan karena mereka " mas itu menghela nafas " mereka juga memeras dan memperbudak anak yang terlihat lemah dari mereka "


Kennan menghela nafas " hahhh... Sampah "


" kenapa tidak melap-"


Plak


" menurut lo ini lucu? " Aryan melihatnya jengkela


" woi... Pecundang, jangan abaikan gue " sekali lagi Aryan kena tampar dibelakang kepalanya


" APAAN SIH LO " Kennan membulatkan matanya melihat Miya melempar cowok yang memukul Aryan dengan tas sekolahnya


" cewek bang sat " dia berbalik ke arah Miya, Kennan baru akan menahannya tapi Aryan lebih dulu menendang punggungnya " Anj**g lo, lo pik- akhh "


Aryan menendang belakang lututnya membuatnya jatuh berlutut, mendorong punggungnya dengan kaki sampai dia tengkurap di tanah " kalian yang mulai. "


Kennan melirik yang lain, dia melihat Baim duduk di atas meja di depannya ada cowok yang merintih memegang  tangannya, tidak jauh lagi ada Satrio yang menekan orang di tanah dengan Zain dibelakangnya menatap jijik ke arah cowok yang ditekan Satrio, dia memperhatikan Zain berbicara dan Kennan hanya bisa membaca gerakan bibirnya


' sadari posisimu '


Apa semua anak remaja sekarang wajib bisa berkelahi? Sepertinya Kennan harus mulai memikirkan tempat untuk belajar bela diri. Sebelumnya dia tidak pernah berfikir akan keluar untuk bersosialisasi, dia cukup mencari pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah tanpa harus keluar, tapi Reynand tidak berfikir demikian dan malah mendorongnya meninggalkan zona nyaman yang ia tempati lima tahun ini dan sudah hampir setahun sejak dia kembali ke dunia luar bertemu orang baru, tapi tetap saja baginya asing.


" ini kalian serius mau berkelahi? " Afkar bertanya dengan nada jengkel


" APA YANG KALIAN LAKUKAN! Astaga... Maafkan maafkan teman kami " cowok kacamata bulat berstyle cupu tiba tiba keluar dari mobil dan berlari ke tempat Kennan dan teman temannya " me..mereka teman sekolah saya, to.. tolong lepaskan mereka "


" tidak masalah " Zain menarik kerah baju cowok yang sempat di tahan Satrio hingga berdiri " tapi lo taukan mereka memulai ini duluan merusak acara kumpul kami " Zain mendorong dorong punggung cowok itu tapi tidak membiarkannya kabur


" kalian dari sekolah elit yang berarti semua anak orang kaya, bayar tagihan kami maka mereka akan kami lepas. "


" bang sat, heh... Orang miskin memang hanya bisa mengemi-akh.. "


Tamparan mendarat di wajahnya oleh Alice, Kennan dan beberapa dari mereka meringis mendengarnya


" Juwi, kasih gue cermin biar dia bisa ngaca siapa pengemis sebenarnya, makan gratis bahkan merusak barang jualan pedagang. Dasar anjing liar "


" A.. A.. Apa tunas bangsa menyelesaikan masalah seperti ini? Pa..pakai kekerasan " cowok culun tadi kembali bersuara " kalian jangan fitnah. "


Kennan mendengus dan memilih berjalan mendekati cowok berkacamata itu, menarik kerah bajunya dan teman temannya hanya bisa kaget lebih lebih Aryan, Kennan tidak bisa berkelahi dan dia pasti akan hal itu


" woi Nan! "


Kennan tidak menghiraukan, karena tubuhnya tinggi dia dengan mudah menyeret cowok kacamata itu mendekati mobil menyuruhnya untuk membuka pintu mobil.


Cowok itu memberontak tapi Kennan dengan susah payah agar cowok itu tetap tertahan dia bahkan mendorongnya agar membentur pintu mobil


" buka! " geram Kennan " lo bigboss geng ini kan? "


Cowok itu menyeringai dan tertawa terbahak, mereka sudah agak jauh dari tempat teman temannya.


Kennan mendengus, dia melirik ke dalam mobil, karena memakai kaca hitam jadi dia tidak bisa melihat apapun dari luar tapi dia tau kalau dia tidak akan pernah salah mengenali orang.


" lo cukup pintar mengenal orang " cowok itu mengangkat sebelah alisnya


" acting lo buruk " Kennan berucap malas, dia menatap cowok itu tajam, Kennan tidak bisa berkelahi tapi dia lumayan memiliki aura intimidasi " gue bukan orang sabaran jadi buka mobil lo "


" hahahaha... Gue tidak mau, lo bisa ap-akhh.. "


Tangan Kennan yang mencengkram kerah baju cowok itu pindah mencekik lehernya.


" gue bukan orang sabaran, gue lebih suka langsung menyelesaikannya " Kennan menambah tenaga cengkramannya membuat cowok itu memukul pintu mobil


" ohh.. Okhee.. Hukh.. "


Seperti dugaan Kennan, begitu dia membuka mobil dia langsung melihat  orang yang dikenalinya, mukanya lebam dan rambut acak acakan dan masih dijambak oleh dua perempuan. Dia melirik cowok tadi yang masih sibuk mengambil nafas


" Je.. Jendra?! "


Kennan kembali melihat kearah gadis yang menyerukan namanya, nafas Kennan memburu dia dengan cepat menariknya keluar dari mobil dan langsung menutupnya tidak peduli dengan jeritan tangan orang yang terjepit.


Dia kembali melihat ke cowok itu dengan emosi dia menendangnya sangat keras, dia tidak bisa berkelahi tapi bukan berarti dia tidak bisa brutal kalau sudah emosi.


******


Tbc