KENNAN RAJENDRA

KENNAN RAJENDRA
20



Sudah satu jam Kennan kembali ke apartemennya dan langsung ke kamar dan tidak pernah keluar kamarnya


Kenzo memasukkan semua bukunya dan beberapa file penting separuhnya dia simpan di bagfile. Dia akan pamit tapi Kennan sama sekali tidak menongolkan batang hidungnya


" Dra... Jendra " Kenzo mengetuk pintu kamarnya tapi tidak ada suara " Jendra! " tapi masih tidak ada suara


Kenzo meraih gagang pintu, tidak terkunci. Dia masuk ke kamar Kennan, sama seperti pemandangan diluar, kamar Kennan sangat kosong. Hanya ada satu lemari kasur dan meja lesehan yang penuh dengan buku.


Kennan terkapar di atas kasurnya tidak ada pergerakan sama sekali, Kenzo mengkerutkan keningnya mendapati banyak botol obat diatas nakas. Langkahnya dia buat selebar yang dia bisa mendekati Kennan, menyentuh bahunya tapi tidak ada respon


" Nan.. Kennan " dia mengguncang tubuhnya " jendra... Ndra! Rajendra! " dia makin panik dia sudah akan memanggil ambulans kalau saja tidak memperhatikan nafas Kennan yang beraturan


" hehe.. Tidur " dia tertawa hambar


Kenzo luruh disamping kasur Kennan, kakinya tiba tiba lemas saat membayangkan sesuatu yang tidak tidak, lebih lebih saat melihat botol obar yang terjejer di atas meja.


Dia pikir Kennan akan... Kenzo menggelengkan kepalanya bahkan memukulnya pelan, dia hanya kaget mendapati Kennan tidur seperti orang mati. Dia melirik Kennan yang memejamkan matanya, meski tidur pulas keningnya masih mengkerut bahkan ada bekas air mata disudut matanya.


Kenzo sangat yakin, kejadian itu masih sangat menghantuinya. Baru akan beranjak Kenzo kembali berhenti saat melihat figura di samping Kennan. Figura seorang gadis kecil bersama dengan Kennan. Dia meraih figura itu membaliknya dan mendapati sebuah tulisan disana


' i love you kakak, Nan!!   Keyra '


Tulisannya khas anak anak, Kenzo kembali membalik figura itu menatap wajah gadis kecil itu. Kenzo tersenyum kecil, wajahnya adalah Kennan versi cewek sangat mirip bahkan Keana yang jelas jelas kembaran Kennan tidak semirip itu dengan Kennan.


" kalau gue ngambil ini gambar dia bakal ngamuk gak ya? "


" pastinya "


Kenzo yang kaget langsung melihat ke arah pintu kamar, Reynand bersandar di sana.


" itu hadiah ulang tahunnya tahun kemarin " ucap Reynand, Kenzo meletakkan kembali figura itu disamping Kennan dan berjalan keluar mengikuti Reynand


Dia duduk di sofa depan Reynand. Reynand melihat ke arah Kenzo yang sepertinya salah tingkah.


" santai saja "


" iya "


Ini ketiga kalinya mereka bertemu, pertama saat dia menjemput Keana kedua saat dia tidak sengaja bertemu di marker dan sekarang. Reynand hanya pernah bilang kalau agar dia jangan terlalu mendesak Kennan.


Dia terus menatap Reynand, wajahnya menampakkan kedewasaan dan auranya benar benar luar biasa.


" ada yang ingin kamu katakan? " tanya Reynand


" ah itu... Jendra " ucapnya, Kenzo menarik nafas " apa dia sakit parah? Sampai obat berjejeran seperti itu. "


Reynand menghela nafas dan menatap Kenzo, dia sebenarnya tidak terlalu ingin membuka masalah Kennan tapi Kenzo adalah keluarga Kennan dan terlihat sangat peduli. Dan dari Reynand tau, Kenzo adalah sepupu yang sangat dekat Kennan dulunya.


" lebih tepatnya.. Depresi berat. "


" karena kejadian itu? " Reynand mengangguk " lalu kenapa dia seperti hilang tanpa jejak beberapa tahun belakangan? Ayahku terus mencarinya "


" kamu tahu sesuatu kan? "


Tubuh Kenzo menengang, dia menatap Reynand. Dadanya berdegup kencang dia tidak menyangka akan ditanyai hal itu


" tidak akan ada yang percaya pada anak duabelas tahun. " lirih Kenzo


" kalian benar benar sepemikiran " Reynand mencomot kue yang masih tersisa di meja


Tadi dia berencana hanya mengunjungi Kennan membawakan bahan makanan untuk adik laki lakinya itu agar tidak perlu dipusingkan lagi tentang makanan. Yang dia tidak sangka Kenzo ada di sana. Sebelum ke kamar tadi dia sempat melihat lihat file milik Kenzo membuatnya bersyukur dulu dia tidak terpilih jadi ketua osis.


" selama dia meninggalkan rumah itu semenjak dia lulus SD dia memutuskan mengurung diri di rumah "


Sepertinya Kenzo paham dari mana asal kulit putih pucat milik Kennan.


" dia menolak menemui orang lain, dia bahkan tidak bicara dengan siapapun dalam setahun lebih. "


Kenzo diam, dia tau bagaimana Kennan dibully sejak kejadian itu, dia dipaksa terus memilih untuk meninggalkan ibunya mendengar kata kata yang tidak patut dikatakan pada anak kecil. Kenzo juga tidak bisa membantu apa apa kala itu, alasan kenapa Kennan berhenti percaya padanya.


Kenzo melihat Reynand, dia bisa melihat ada kemarahan dalam mata pria dewasa itu, bukan marah pada Kennan tapi lebih ke orang orang yang membuat Kennan menjadi seperti itu.


" tante Kinara bagaimana kabarnya? "


" Mama sehat. Kalau mau ketemu kamu bisa datang ke rumah saya " Reynand tersenyum " saya tau kamu juga penasaran dengan Keyra "


Kenzo menggaruk tengkuknya yang tiba tiba gatal. Bukannya tidak mau, dia hanya enggan kalau dia kesana seorang diri.


Kenzo sangat menyukai mamanya Kennan, dia lembut dan tidak pernah membeda bedakan anaknya dengan anak saudara saudaranya. Bahkan saat masih kecil Kennan selalu merasa kalau dia bukan anak kandung Kinara karena mamanya terlihat lebih sayang pada Kenzo.


Sayang sekali masa masa kebersamaan itu tidak bisa kembali, Kennan sangat berbeda jauh dengan dia saat masih kecil.


" mau menginap disini? " tanya Reynand " kalau mau, saya titip Kennan karena saya harus pulang "


Kenzo menarik nafas panjang, Kennan sama sekali tidak rama bisa bisa dia berakhir di tendang terkebih masih ada penolakan dari wajah Kennan.


" saya akan pulang " Kenzo hendak mengambil barangnya, jarak rumah dan apartemen Kennan lumayan jauh jadi akan repot kalau dia pulang agak malaman lagi.


Kenzo dan Reynand makam malam bersama, tadi Reynand mengajak Kenzo untuk makan bersama sekaligus sedikit bercerita lagi.


" jadi kamu ingin kennan yang meng-handle komputer yang berisi CCTV? " Kenzo menganggukkan kepalanya " anak itu bahkan tidak pernah terlihat serius dalam apapun yang dia lakukan, sangat sulit bahkan untuk percaya kalau dia sepintar itu."


" saya sudah melihat catatan nilai Kennan, hampir semua mata pelajaran mendapat nilai sempurna " Kenzo meraih gelas dan menegukny " ahh... Mantap! "


" dia sepintar itu? " Reynand menopang dagunya, mengetukkan jarinya di meja " yah tidak heran, lima tahun belakangan meski tidak terlihat belajar dia sepertinya menamatkan semua buku yang ada dirumah untuk melatih konsentrasinya yang gampang hilang "


" padahal dia terlihat sangat fokus " gumam Kenzo


" butuh usaha bertahun tahun untuk itu " Reynand menghela nafas " sebenarnya apa rencanamu mendekati Ken? Padahal saya sudah berusaha agar menjauhkannya dari masalalunya "


" saya mengerti kenapa kakak bersikap seperti itu " Reynand mengangkat sebelah keningnya " tapi ... Biar bagaimanapun Jendra masih ada hubungan denganku, saya tidak bisa mengatakan atau membantu apapun sebelumnya karena saya juga masih anak anak tapi sekarang... Setidaknya saya bisa sedikit membantunya. "


" bantu saja dia menjaga Keana " Reynand melihat jam yang melingkar di tangannya " saya harus kembali, butuh tumpangan? "


"ah tidak terimah kasih, Kak " dia menggelengkan kepalanya, dia sudah di traktir dan akan menjadi tidak tau diri kalau dia numpang pulang lagi, masih banyak taksi diluar


******


Tbc