
Kennan baru keluar dari UKS begitu jam pulang, padahal ini hari pertama dia masuk sekolah setelah sepuluh hari dan sekarang dia bolos dari jam pelajaran.
" charming " pemuda berdiri di depannya.
" Aryan " gumamnya, ah... Dia belum berterimah kasih pada pemuda itu.
" lo belum pulang? Lo liat Alisa gak? " tanya Aryan menggaruk keningnya
" tidak " jawab Kennan singkat
" ck anak itu. " decak Aryan " gue duluan " pamit Aryan
" Aryan " panggil Kennan membuat Aryan menghentikan langkahnya, dia menoleh menatap Kennan
" ha? "
" terimah kasih untuk malam itu " kata Kennan
" wui... Sans aja, gue mah santuy orangnya " seru Aryan " tapi Keana Keana itu tidak apakan? "
" ya, thanks berkat lo " ucap Kennan tulus. Aryan tertawa
" An jir... Ngomong sama orang waras emang beda ya? Hahaha... " tawa Aryan " gue biasanya bicara sama orang orang gila penghuni kelas gue " canda Aryan
Kennan hanya senyum kecil
Dia memasuki kelas yang sudah kosong, beruntungnya kelas belum di kunci. Dia berjalan menuju bangkunya, buku buku yang dia tinggalkan begitu saja tadi di susun rapi di atas mejanya.
" Lega nya.... "
Kennan menoleh dan mendapati Hana yang baru masuk kelas, gadis itu menatapnya sebentar dan berjalan ke bangkunya mengambil tasnya.
Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, suasana jadi canggung begini.
" Kennan "
" hm? "
Hana menegakkan berdirinya menghadap Kennan yang sudah menolehkan kepala ke arahnya.
" kenapa? "
" ehm... Kak Akira ngirimin gue pesan, dia ngundang lo ke rumahnya karena hari ini ulang tahun Momo, kalau lo tidak sibuk.. "
" nanti gue liat " jawab Kennan dia memapah ranselnya.
" eoh.. Ehm " Hana mengangguk dia juga memakai tasnya. " gu..gue duluan ya... "
Hana buru buru keluar kelas dia menghela nafas begitu dia sampai di luar kelas.
" lama amat dah lo " seru Satrio yang di sampingnya ada Sabrina.
" alah.. Seneng juga kan lo gue tinggal cuman berdua begitu " kata Hana menjulurkan lidahnya.
" bicara sama siapa lo? " tanya Sabrina karena tau kalau di kelas itu ada orang
" Kennan "
" pak presiden? " seru Satrio " dia gak ngeben- "
" dia punya Alasan Sawi " potong Hana, dia membuang muka begitu mengingat pembicaraannya dengan Kennan di UKS tadi " don't judge him " lirih Hana
" dia memang rada rada aneh " komentar Sabrina " gue juga sering merhatiin "
" hello Miss... Pacar lo masih di samping lo " kata Satrio menggoyangkan bahu Sabrina
" bomat, mata gue tau kok mana yang enak diliat mana gak " jawab Sabrina menepis tangan Satrio membuat Hana tertawa keras, Satrio berdecih.
" calon suami gue sudah pulang gak Na? " tanya Sabrina
" hari ini kayaknya " jawab Hana yang kemudian cemberut " bakal panas lagi kuping gue "
" hahaha... Mam pus " seru Satrio tanganya merangkul bahu Sabrina yang diam saja tidak menepis
" bisa gak sih lo berdua tau tempat? " gerutu Hana.
" jomblo sih " ledek Satrio dan Sabrina bersamaan.
" chikusho [bgsd] " cicit Hana, dia menghentakkan kakinya menyusul Satrio dan Sabrina
**
Kennan berjalan keluar pelataran sekolah, karena pagi tadi dia hanya di antar Reynand jadi sekarang dia harus menunggu angkutan umum, sepedanya dia tinggal di apartemennya.
" Jendra " Kennan menoleh dan mendapati Kenzo di sana, Kennan mendengus. " bisa bicara? "
" tidak " jawab Kennan dia meraih hp di sakunya yang berdering. " halo kak? "
" ... "
" iya, nanti saya kesana. " jawab Kennan " bisa pinjam Asla tidak? "
Kenzo memperhatikan Kennan yang bicara dengan seseorang di telfon, ekspresinya sedikit berbeda dari saat Kennan bicara padanya
Kennan melirik kearahnya begitu dia kembali memasukkan hp ke dalam sakunya.
" bicaralah dengan cepat " kata Kennan
" nenek mau ketemu sama lo " kata Kenzo membuat Kennan sedikit tersentak, dengan spontan dia menegakkan tubuhnya dan menghadap Kenzo
" bilang, gue tidak akan ke sana atau bicara dengannya sebelum mereka mendatangi ibuku dan minta maaf " setelah itu dia melangkahkan kakinya mendekati angkot yang berhenti.
Kenzo menghela nafas berat, tak lama dia mendekat ke arah mobil yang parkir tidak jauh dari sana.
" nenek tidak akan sudi meminta maaf pada wanita murahan itu " Kenzo menatap neneknya
" sebaiknya nenek menyelidiki ini lebih dalam, dan jangan terlalu memaksa Jendra " setelah mengatakan itu dia berlalu.
**
Kennan masuk kedalam apartemen Akira dengan Keyra dan Asla di gandengannya.
" maaf kak telat " ucap Kennan, Akira menggeleng
" tidak apa, ini juga baru mau mulai " ucap Akira " hai cantik cantik "
Asla bersembunyi di belakang tubuh Kennan, gadis kecil berkerudung itu memang selalu waspada dengan orang baru.
" tidak apa " ucap Kennan.
Kennan masuk dan mendapati penghuni gedung itu sudah di sana, terutama lima remaja, Hana, Satrio, Sabrina, Hanin dan Afkar.
Kennan menggaruk tengkuknya yang tiba tiba gatal, dia masih lumayan canggung dengan Hana dan Satrio
" lama amat lo, hampir tidak kebagian. " seru Satrio
" gue masih harus jemput mereka " Kennan melirik dua gadis kecil cantik disampingnya.
" Aslaaa... " Satrio menyapa gadis berkerudung dan otomatis Asla memepet Kennan
" lo bikin dia takut " Hanin menarik kerah baju Satrio melihat wajah takut Asla
" tidak apa kak " bisik Kennan pada Asla " hadiah untuk adek mana? Key? "
Adik Kennan, Keyra mendekati Momo dan memberikan kado yang dibeli mendadak.
Setelah menyerahkan kado itu, Adik Kennan yang memang mudah berbaur sudah tanpa malu malu bicara para Momo dan beberapa orang disana
" itu serius adek lo? " tanya Satrio menunjuk Keyra diangguki Kennan
" kalian beda " kata Afkar
" adek gue " jawab Kennan " adek kandung "
" ilah... Canda doang " kata Satrio mencolek Kennan, Asla yang memang sudah beberapa kali bertemu Satrio memukul tangan Satrio " gila... Ponakan lo protektif amat "
" hai cantik namanya siapa? " tanya Hana, dia gemas melihat Asla
" kak ditanyain tuh " Kennan mengusap kepala Asla
" Aya " cicitnya
" ih... Kawaii [imut] gue boleh bawa pulang gak sih? " seru Hana
" Papanya protektif, kamu tidak akan diizinin nyentuh dia kalo kamu ada niat mau ngambil dia. Kennan pun kalo bukan saudara Mamanya mana diizinin gandeng gandengin Asla. " ucap Farhan yang baru datang, Hana mencibir.
Farhan berlalu dia mendekati Momo dan membawa anak itu kegendongannya
" Na... Na... " Panggil Hanin
" hm? "
" itu kak Akira sama Kak Farhan pacaran " bisik Hanin
" oh... Noo.... Jangan bilang itu Ma.. Gue sakit hati " seru Sabrina dramatis, mereka mencibir
" jangan halu lo " Satrio menjitak Sabrina
" calon suami gueee... "
" mom.. Sejak kapan lo jadi ganjen? " tanya Afkar " efek lama gak ada gandengan ya? "
Sabrina bukannya tersinggung dia malah tertawa
" hahaha... Gue gak jomblo ya " ucap Sabrina, Afkar mendelik
" serius mereka pacaran? " Hanin mengulang pertanyaannya.
" gak tau gue " jawab Hana dia melirik kakaknya yang berbicara dengan Akira. Sesekali Farhan mencium gemas pipi Momo
" gak usah mupeng " Hanin mengusap wajah Hana membuat gadis itu tertawa
" ya... Gue bakal seneng banget kalo itu benaran " kata Hana
Kennan menatap mereka sambil menggelengkan kepalanya
" Sawi " panggil Kennan pelan
" hm? "
" soal kejadian di sekolah... Gue minta maaf " kata Kennan pelan
" lo sudah minta maaf sama Hana? Gue tidak ada hubungannya, jadi lo gak perlu minta maaf sama gue " kata Satrio
" hm " gumam Kennan " Kak kamu gak ikutan sama kakak keyra? " tanya Kennan pada ponakannya.
Anak itu menggelengkan kepalanya sambil memainkan ujung khimarnya sendiri, selalu seperti itu saat dia tidak bersama dengan orang yang membuatnya tidak nyaman.
********
Tbc
Tau Momo kan? Itulah yang pernah pipisin Aryan😂😂