KENNAN RAJENDRA

KENNAN RAJENDRA
10



Kennan menghela nafas panjang begitu mobil Reynand berhenti di depan sekolahnya, begitu merasa yakin barulah dia keluar dari mobil dan masuk ke pelataran sekolah


Kennan memutuskan kembali masuk sekolah karena begitu dia mengaktifkan hpnya dia langsung pesan dan panggilan tak terjawab memborbardirkan hp nya.


Belum juga mobil Reynand jauh dia sudah mendengar pekikan dari salah satu temannya yang sepertinya baru sampai


" PRESIDEN KERAAAAA..... " Putra berseru " dari mana saja lo? Gue kangen " Putra merangkulnya dan Kenna hanya mendelik kesal tapi tidak menyingkirkan tangan Putra.


" berisik " kata Kennan karena beberapa siswi melihat ke arah mereka, Putra mengedikkan sebelah matanya ke arah siswi itu membuat mereka menjerit tertahan


" hahaha... Gue merasa ganteng " seru Putra, Kennan menatapnya aneh... Dasar narsistik


" An jir... Masih pagi... Gak usah ngerusak mata gue dengan tingkah homo lo berdua " Alisa muncul di belakang mereka dan


Puk


Puk


Beberapa siswi kaget karena Alisa memukul idola mereka.


Kennan dan Putra mendelik ke arahnya dan malah mendapati muka ibu tiri dari Alisa yang berkecak pinggang.


" apa liat liat? " tantang Alisa pada siswi yang menatapnya kesal, para siswi itu kaget dan berlari menjauh


" emak tiri dasar " cibir Putra, Alisa tidak menjawab dia malah mengibaskan rambutnya ke belakang


" dari mana lo? Lo sepuluh hari gak masuk... Nilai gue jadi jelek " tanya Alisa pada Kennan yang tidak bersuara


Kennan menghela nafas dia melepas rangkulan Putra " gue ada urusan "


" penting banget? Sampe sampe gak masuk sekolah hah? " tanya Alisa, Kennan mengedikkan bahunya


" bawel lo... Sekarang buru masuk kelas... Bel sudah tidak lama lagi " kata Kennan mendorong punggung Alisa dan Putra agar berjalan lebih cepat.


**


" PRESIDEENNNNNNN..... "  Kennan menutup sebelah telinganya karena mendengar pekikan teman temannya begitu dia masuk ke dalam kelasnya


" berisik " gerutu Kennan


" heheehe... Kita senang lo sudah datang pak " Seru Emi sambil nyengir, Kennan hanya mengedikkan bahunya


" Wi pinjam buku lo " ucap Kennan pada Juwita, gadis itu memberikan semua buku catatan di tasnya " banyak tugas gak? " tanya Kennan yang berjalan ke bangkunya.


Kennan menarik kursi dan mengeluarkan buku catatan miliknya dia akan mencatat pelajaran yang tertinggal.


Merasa diperhatikan Kennan menoleh ke samping dan benar saja... Hana menatapnya dengan tatapan cemas


" kenapa? " tanta Kennan


" lo... Gak apa apa? " bukannya menjawab Hana malah balik bertanya, Kennan mengkerutkan keningnya " kalau ada apa apa lo bisa cerita ke kita kita.. " kata Hana lagi


Kennan memasang wajah serius kali ini. Ah... Dia tidak suka tatapan Hana padanya.


" pre- "


" tidak ada apa apa " Kennan memotong ucapan Hana cepat.


Kennan kembali fokus ke buku catatan Juwita, siswa yang mempunyai catatan paling lengkap di kelas itu.


Hana melirik Kennan sebelum menghela nafas dalam


" baka [bodoh] "


**


Kennan, Sean, Satrio, Alisa dan Hana duduk melingkar di meja Kennan dan Hana yang sudah digabungkan. Mereka membentuk kelompok untuk mengerjakan makalah. Mereka terdiam menatap kertas kosong... Mereka belum menentukan permasalahan apa yang akan mereka buat.


" narkoba oi.. Narkoba " seru Sean tiba tiba, dia langsung di pukul Satrio " aww.. Sakit ege "


" berisik lo " kata Satrio cengir


" yang lain yang lain... Narkoba sudah sering dibahas.. " ucap Alisa sambil memutar mutar pulpen di tangannya


" emang lo ada ide lain? " tanya Sean, dia melihat yang lainnya " udah sih itu saja "


" no no no " Alisa menggoyangkan jari telunjuknya ke depan wajah Sean " yang greget "


" ck... Kalo lo mau greget... lo sapuin pasir di gurun sahara sana " sungut Sean


" yang lain ya... Hm... " Satrio bergumam " ah... Bagaimana dengan bunuh diri


" TIDAK "


" SETUJU "


Sean dan Alisa menatap Kennan dan Hana yang tidak setuju, padahal mereka diam dari tadi


" lah kenapa? Sekarangkan bunuh diri marak terjadi " Satrio memasang wajah malasnya


" tau nih... Lagian ya setauku jepang juga tinggi tuh kasus bunuh dir- "


" tidak " Kennan dan Hana kembali berseru


" kenapa? Menurut gue ini bagus " sungut Alisa


Kennan diam sebentar, tatapannya tertuju ke buku tulisnya yang masih kosong


" Gue malas membahas kumpulan orang egois yang tidak menghargai hidup "


" mereka tidak egois " bantah Hana


Kennan menatap Hana tajam dan untuk kali pertama Hana juga memasang wajah tidak bersahabatnya, dia tidak suka dengan pendapat Kennan


" lo tau gak sih... Kebanyakan dari mereka itu orang depresi " seru Hana, Kennan berdecih


" depresi bukan alasan untuk melarikan diri, egois" ujar Kennan, Hana mendengus


Sean, Satrio dan Alisa memilih diam. Mereka bukannya tidak mau ikut campur tapi mereka sadar ini hal pribadi.


brak


Mereka kaget begitu Kennan memukul meja, dia berdiri dan menatap tajam Hana benar benat tajam


" tau apa lo soal hidup gue Ha? Tau apa lo soal Depresi, dan TAU DARI MANA LO GUE GAK PERNAH DI BULLY? Jadi tutup mulut lo " bentak Kennan


Kennan memilih meninggalkan kelas dari pada dia harus kehilangan kendali diri di kelas


" Nan.. Kennan " Satrio menarik bahu Kennan tapi sudah lebih dulu di tepis oleh Kennan.


Satrio diam begitu Kennan menatapnya dengan tajam, dia melirik Hana yang masih mematung karena kaget.


Brak


Mereka berjengit begitu pintu kelas di tutup lumayan keras. Satrio mendekati Hana


" lo tidak apa? "


" hm " gumam Hana dia melihat ke arah pintu kelas " gue cuma kaget "


" bisakan dia tidak membentak " ucap Sean yang bersandar di bangku, Alisa juga menatap ke arah pintu kelas.  " Han? "


" Kennan tidak stabil " gumam Alisa


" eh? "


" sudah lanjut lagi " ucap Radi menengahi suasana kelas yang tiba tiba akward " woi... Jangan ada yang tidur "


" ya.. Ayang " Emi cemberut


**


Kennan memilih UKS untuk tempat menenangkan diri, bukan apa apa... Tempat itu menurutnya paling aman dan cocok untuk menyendiri


Kennan duduk meringku memeluk lututnya sendiri, tangannya memegang hp yang di tempelkan di telinganya.


" Nan? Lo gak apa? " seruan dari dr. Fa'i terdengar dari seberang


" saya lepas kontrol lagi " gumam Kennan


" tenang dulu Kennan, coba tarik nafas dalam dalam dulu " intruksi Fa'i, Kennan langsung melakukannya " sudah lebih tenang? "


" ya "


" kamu bisa cerita sekarang "


Kennan kembali menghela nafas dan mulai bercerita pada Fa'i.


" jadi intinya kamu merasa bersalah? " tanya Fa'i


" hm "


" minta maaf, Nan " saran Fa'i, Kennan diam " Kennan kamu dengar saya? "


" hm "


" semuanya akan baik baik saja, kamu hanya perlu minta maaf dengan tulus pada temanmu itu. "


Kennan mematikan telfonnya begitu dia merasa sudah cukup, dia menenggelamkan wajahnya di antara lututnya.


Dia merasa buruk tapi dia juga tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang mereka tidak tau.


Kennan kaget saat seseorang membuka tirai di depannya.


Hana berdiri di sana dan menatap Kennan yang terlihat sedikit berantakan, matanya kembali kosong, merasa di perhatikan Kennan memilih melihat ke arah lain


" Gomen.. Maksudku, maaf. " cicit Hana.


" maaf ngebentak lo tadi " Kennan juga berujar


" hm " respon Hana.


Mereka berdua terdiam dan tidak mengatakan apa apa, Hana melirik Kennan


" temanku depresi dan bunuh diri, makanya gue marah soal tadi " kata Hana membuka suara " gue kesal karena lo bilang mereka egois "


Kennan masih diam, tangannya mencengkram tangannya sendiri


" emosi gue tidak stabil, maaf " ucap Kennan, Hana menganggukkan kepalanya


" karena itu kamu menelfon dokter? " Kennan langsung menatapnya " gue gak maksud nguping "


" gue mengidap PTSD " ucap Kennan membuat Hana kaget, giliran dia yang menatap Kennan " makanya gue telfon dokter karena emosi gue yang tidak stabil "


" karena itu lo gak masuk sekolah kemarin kemarinnya? " tanya Hana, Kennan tidak menjawab dia hanya mengedikkan bahunya.


Kennan mengangkat tangannya dan menjitak pelan kening Hana


" jangan tatap gue begitu, gue tidak sekarat " kata Kennan, Hana mendengus " balik lo ke kelas, jangan lupa tutup gordennya lagi gue mau tidur "


" saru [monyet] " kesal Hana dia menarik kesal gorden kasur yang di tempati Kennan


Kennan kembali membuka matanya begitu dia yakin Hana sudah tidak di sana.


*****


Tbc


Oke... Eke mau cuap cuap dulu hehehe....


Iye tau lama banget gak up...hehe.


Sebenarnya saya niat up nih abang Kennan setelah Pak Mukhlis kelar, tapi mau bagaimana lagi dah d tagih mulu... 😁😁


Semoga suka