KENNAN RAJENDRA

KENNAN RAJENDRA
24



Kennan keluar dari kamar begitu ada yang mengetuk pintu. Dia sudah menelfon Kenzo jadi dia sangat yakin kalau orang yang menekan bel adalah Kenzo. Dia melirik ke sofa, Keana tertidur pulas sepertinya sejak tadi.


Kenzo mengangkat tangannya begitu pintu di buka " yo "


Dia hanya membuka pintu lebar, tapi sedikit tersentak melihat cowok tinggi di belakang Kenzo, cowok dengan kemeja yang sengaja tidak dikancing memperlihatkan kaos putihnya, ada tas yang tersampir dipundaknya.


Kenzo menghela nafas melihat muka Keana banyak lebamnya, dia kurang ketat mengawasi Keana jadinya Keana keluar diam diam. Tapi menyadari tidak ada pergerakan dibelakangnya dia menoleh dan mendapati Kennan dan orang yang dibawanya hanya diam


" sorri, Ndra! Gue tadi jemput dia waktu lo nelfon gue " ucapnya


Kennan tidak menjawab dia hanya berbalik mengambil tas Keana yang sempat dia bawa ke kamarnya


" siapa? " Kenzo bertanya masih sambil melihat muka Keana yang tidur, keningnya mengkerut meringis


" anak anak dari sekolahnya " jawab Kennan dia melirik cowok yang hanya diam itu langsung duduk tanpa disuruh. Dia terus memperhatikan penampilan Kennan


" kamu tidak tinggal sama tante Kinara? " cowok itu bersuara pada akhirnya karena merasa rumah Kennan terlalu sunyi.


Kennan balas melihatnya tapi tidak berniat menjawab. Kenzi mengangkat sebelah alisnya bingung Kennan hanya bungkam tak acuh padanya.


Kenzo menghela nafas, dia tadi sudah memperingatkan pada kakaknya itu untuk diam saja, tapi lihat sekarang? Dia malah bertanya santai pada Kennan.


Iya, orang itu kakaknya Kenzo.


" Afkar bilang kalian bertemu anak anak SHS? " Kenzo mengubah topik karena memang sebelumnya sudah di beri kabar oleh Afkar.


" hn "


" kenapa bisa? "


" mana gue tau " Kennan mendengus dia melirik Keana sebentar " bangunkan dia dan bawa pulang "


" dia kembaran kamu kan? Kenapa merepotkan orang lain merawatnya? " Kenzi bertanya


Kennan menatapnya sangat datar " bukankan kalian yang berkeras menahannya. Silahkan bertanggung jawab atas keputusan kalian "


Mendengar suara berisik di sekitarnya Keana mau tidak mau terbangun, dia lumayan kaget melihat ada Kenzo juga Kenzi disana. Begitu tatapannya bertemu dengan Kenzo dia langsung menciut takut. Kennan mendengus dan memilih menjauh dari mereka


" apa maksud teman teman kamu datang cari ribut dengan anak sekolahku? " Kenzo bertanya


" Mana aku tau " jawab Keana


" memang mereka sering buat ulah disana. " Kennan menyaut dari dapur, dia memeriksa apa dapurnya bersih. Aryan rupanya sudah mencuci piringnya lebih dulu baru pulang.


Kennan melirik ponselnya yang berdering dan menampakkan ID penelfon. OM ARMAN? Dia mengkerutkan keningnya karena ayah tirinya itu jarang menelfonnya.


Kenzo, Kenzi dan Keana terkejut melihat Kennan yang tiba tiba berlari ke kamar mengambil jaket dan berlari keluar.


" N.nan? " Kennan menghentikan langkahnya melihat mereka bertiga, dia merogoh sakunya dan melempar kunci apartemennya ke Kenzo " kemana lo? "


Kennan tidak menjawab dia hanya memasang sepatunya secepat yang dia bisa. Jantungnya berdegup sangat kencang karena panik, bahkan saat berdiri dia hampir saja jatuh kalau dia tidak berpegangan di dinding.


Ayah tirinya menelfon memberi kabar kalau Keyra berada di rumah sakit, dia jatuh dari seluncuran saat bermain dengan temannya di taman yang tidak jauh dari rumah orang tuanya.


" Jendra! " mobil sedah hitam berhenti disamping Kennan yang berlari menuju rumah sakit dia bahkan lupa kalau dia punya sepeda " biar gue antar "


Tanpa banyak basa basi dia langsung masuk ke mobil memberitau alamat yang akan dia tuju pada Kenzo.


Dia bersandar di jok mobil memejamkan matanya dan mengatur nafas yang masih ngos ngosan kareba berlari, dia bahkan tidak menghiraukan Keana yang duduk disampingnya juga tatapan penasaran Kenzo dan Kenzi dari kaca spion mobil.


Tanpa sadar dia mengangkat kakinya menenggelamkan kepalanya diantara lutut mempersempit area untuk perlindungan diri, dia mencengkram lengan bajunya sangat erat. Perasaannya sangat kalut banyak emosi yang bercampur dan semuanya terjadi di hari yang sama.


" Mama! "


Semua yang menunggu di depan ruang operasi menoleh ke arahnya. Berlahan dia mendekati mereka tapi begitu melihat noda darah dibaju wanita yang melahirkannya tanpa sadar kakinya berjalan mundur dan jatuh terduduk.


Reynand yang baru datang menghampiri Kennan yang masih terduduk dengan nafas terengah engah bajunya basah karena keringat


" Ken- "


Dia kembali bangun berlari mencari kamar mandi, dia sudah terlalu banyak melihat darah hari ini.


Karena tidak menemukan kamar mandi dia hanya berlari keluar rumah sakit, mengeluarkan isi perutnya yang tidak seberapa, dia hanya makan sedikit hari ini. Dia kembali duduk lemas tubuhnya masih gemetar.


Dengan tangan gemetar dia merogoh tasnya mencari obat penenang


" da*n "


Sangking paniknya dia bahkan hanya membawa hp di tasnya tanpa apa apa lagi, dompet pun dia lupa bawa.


" ini! "


Kennan mendongak menatap botol air mineral dan Keana yang memberikannya. Tadi dia memang tidak mengikuti Kennan keruangan yang dia tuju tapi mengikuti Kennan begitu cowok itu kembali berlari melewatinya.


Menatap Kennan dari atas kebawah, dia tau kalau Kennan dalam keadaan benar benar buruk tanpa harus diberitahu.


" menyedihkan "


Kennan hanya mendelik dan diam dia tidak punya tenaga meladeni Keana dan sekarang dia di rumah sakit. Dia meraih hpnya dan menelfon Reynand menyuruhnya agar mencari pakaian ganti untuk Mamanya karena dia tidak bisa terus menerus melihat darah, sudah tidak ada juga yang bisa dia muntahkan lagi.


" bagaimana bisa kamu sepanik itu hanya untuk anak haram wanita itu dengan selingkuhannya? "


Kennan tertawa sinis menertawakan pertanyaan bodoh Keana. " karena Keyra bukti ketidakbersalahan, Mamaku "


Dia berdiri berjalan dengan gontai untuk masuk ke dalam rumah sakit, langkahnya terhenti dan menoleh ke Keana, " saranku, perhatikan wajah anak perempuan itu baik baik, kalau sudah aku akan membawa Keyra, bandingkan mana yang anak haram dan Jawabannya ada disana. "


Keana menatap punggung Kennan dia terdiam dan tiba tiba linglung, apa maksud dari ucapan Kennan? Keana sama sekali tidak mengerti.


Saat kembali Keyra sudah dipindahkan ke ruang inap, dia juga sadar dan bahkan tersenyum lemas melihat Kennan. Kepalanya diperban rambutnya yang panjang bahkan dipotong saat operasi tadi. Karena benturan keras ada darah membeku di kepala Keyra dan harus segera di tangani.


" kakak "


Kennan tersenyum meraih tangan mungil itu, dia duduk disamping Keyra. Ibu jarinya mengusap air mata Keyra yang jatuh tiba tiba.


" Kakak... Hikss.. Kepala Key sakit hiks.. " dia memegang perbannya " lambut Key jadi jelek "


" cantik kok " dia menjauhkan tangan Keyra dari perban. " jangan nangis nanti tambah ompong "


" bohong " Keyra berseru dengan suara lemas, Kennan terkekeh pelan. " adek Aya dan adek Luna mana, Kak?"


Kennan diam, ponakannya trauma rumah sakit jadi tidak akan dibawa ke tempat Keyra dan Aluna masih bayi tiga bulan rumah sakit tidak baik untuknya


" Adek Yaya gak bisa datang, maaf ya " Risa mendekatinya menyentuh pipinya " adek Aya kan sekolah dan banyak tugas jadi gak bisa datang. Kakak Keyra harus cepat sembuh biar bisa main dan belajar dengan adek ya "


Gadis kecil itu cemberut tapi tetap mengangguk, Risa menepuk pundak Kennan yang diam menatap Keyra.


Saat dia mendongak menatap Risa, wanita berhijab itu tersentak mendapati tatapan tidak fokus Kennan, tatapan yang sama dengan Asla saat traumanya muncul.


******


Tbc