INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 9: DITANGKAP



“nobel..??”, ucap pelayan itu, yang sedari tadi mengikuti dari belakang.


“AAhhh, tidak maaf, berapa harga hewan kecil itu”, Tanya jen sambil menunjuk kearah seekor anak singa putih yang tadi disangkanya Nobel.


Nobel adalah hewan peliharaannya di dunia game ini dulu, sejenis singa putih bersayap, saat ini memang hewan itu terlihat sangat imut dan lemah, dan tanpa sayap, tapi dewasanya saat sayap nya tumbuh, ia sangat kuat, bahkan level nya bisa di upgrade hingga level emas. Untuk hewan , level 50 adalah level maksimal, diatas level 50 disebut level emas, dan hewan berlevel emas sangatlah langka.


“hewan ini adalah anak singa putih, kemampuannya tergolong kuat, dewasanya bisa mencapai level 20, dan yang kamu tunjuk itu.. seperti nya lahir dengan tidak normal, sehingga bentuk nya agak sedikit berbeda, apakah kamu mau yg ini saja”, jelas pelayan itu, sambil mengangkat seekor anak singa putih normal.


Memang ada dua jenis hewan ini, singa putih dan singa putih bersayap. Singa putih terdapat di dalam hutan liar dan sangat sulit menemukannya, dan kalau sudah menemukannya, juga sangat sulit mengalahkannya. Sedangkan singa putih bersayap, tergolong hewan yang sangat langka yang terdapat diatas gunung salju neraka. Kekuatan nya sangat hebat. Anakan singa putih dan putih bersayap sangat mirip, hanya sedikit perbedaan di bagian punggung yang sedikit menonjol seperti daging tumbuh, yang kemudian setelah dewasa tumbuh sayap dari tonjolan itu. Tetapi sedikit orang yang tau tentang perbedaan itu. Termasuk pelayan ini yang mengira itu adalah anakan yang lahir tidak normal.


“saya pilih yang itu saja pak”, lanjut Jen sambil tetep menunjuk hewan tadi.


“baiklah, karna itu lahir tidak normal saya kasih kamu harga setengah nya, menjadi 15 koin emas”, jawab pelayan itu.


“apaa, mahal sekali, bukankah itu cacat, bagaimana kalau 5 koin emas”, tawar Jen.


Belum sempat pelayan itu menjawab, Rin menanyakan harga telur Burung Api yang ditemukan nya disalah satu keranjang berisi beberapa telur monster.


Burung Api tergolong hewan langka, bisa mencapai level 50, tapi untuk memeliharanya harus dari mulai telurnya, dan diteteskan darah sang calon majikan. Karna Burung Api adalah hewan yang tidak dapat tunduk pada manusia.


“itu adalah telur Burung Api yang termasuk hewan langka, harga nya 45 koin emas”, jawab pelayan itu.


Belum sempat Rin menawar, Anes memotong, dengan wajah kaku nya,  ia menanyakan harga seekor anak anjing lucu.


“ohh,itu hanya 100 koin perak”, jawab pelayan itu singkat.


Jen dan Rin terperangah dan terdiam sejenak sambil tatapan mereka kearah Anes, hampir saja Rin menjatuhkan telur burung api yang sedari tadi dipegangnya itu, mereka tidak menyangka Anes bisa memilih hewan seperti itu.


“apa, kenapa dengan kalian”, ucap Anes dengan wajah memerah karena malu.


Ohhh, Tuhan.. wajah malu-malu anak ini ternyata imut banget, batin Jen dan Rin bersamaan.


“begini saja, ketiga hewan yg kami pilih ini total nya 50 koin emas”, ucap Jen pede.


“nona harga disini adalah harga pas, begini saja bagaimana kalau 60 koin emas”, balas pelayan itu.


“tapi kami hanya ada 50 koin emas, kalau tidak bisa, kami akan mencari tempat yang lain saja”, ucap Jen cuek.


Pelayan itu berpikir sejenak, “baiklah kalian menang, silahkan bayar dikasir”, ucap pelayan itu lagi. Yeeeeyyy, batin Jen puas.


Jen memberikan nama ‘Nobel ‘pada hewan peliharaannya itu, Rin memberi nama ‘Pheoniks’, dan Anes memberi nama ‘ Lux’.


Mereka sungguh senang dengan hewan yang telah mereka pilih, tak sabar menunggu hewan-hewan itu dewasa dan memiliki kemampuan yang luar biasa.


Ohh, berbeda dengan Anes, ia tidak mengharapkan Lux cepat dewasa, karena hewan itu sungguh lucu.


Baru saja mereka keluar dari kedai itu, mereka dicegat oleh beberapa pasukan.


“berhenti kalian para penjahat!”, perintah salah satu orang dalam pasukan itu.


langkah merekapun terhenti dihadang pasukan tersebut.


Jen memperhatikan nameboard orang itu,


KEPALA PASUKAN 20


LEVEL: 8


KEMAMPUAN: FISIK


Dan nameboard pasukannya rata-rata di level 4-7.


“Berdasarkan perintah walikota, kalian bertiga harus ditangkap karena percobaan pembunuhan nona muda pemilik kota ini”, ucap kepala pasukan sambil membacakan selembar surat di tangannya.


“Pembunuhan, lucu sekali, bukannya nona muda kalian itu yang hampir saja membunuh kami”, ucap Rin kesal, ia bersiap-siap untuk melakukan penyerangan jika pasukan itu tetap memaksa mereka. Tetapi Jen segera mencegah Rin. Kita liat dulu permainan mereka, bisik Jen.


Mereka mengikuti pasukan itu, dan sampailah di kediaman walikota. Disana nona sombong itu sudah menantikan mereka untuk pembalasan dendam nya.


“HAHAHAAAA… TAU RASA KALIAN BERANI MELAWAN SAYA!”, tawa nona itu puas setelah melihat mereka tiba dengan dibawa paksa pasukannya.


Ia mendekati Jen, dan menampar pipi kiri nya seakan bisa melakukan apapun pada mereka.


Menerima perlakukan seperti itu\, jelas saja darah Jen seketika mendidih Jen berusaha untuk tidak mengamuk. Jen perna baca suatu nasihat *jika pipi kiri mu di tampar\, berilah juga pipi kanan mu*


“sekarang tampar lah juga pipi kanan ku, maka akupun akan menampar kedua pipi mu yg mulus itu”, ucap Jen yang berusaha menahan amarahnya~~~~.