INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 33 :ACARA PENOBATAN PERMAISURI



“Tapi nak, kenapa tiba-tiba kamu mengganti isi kantong ini ?” Tanya Raja heran.


“Aku hanya kuatir keadaan Ayah, aku pikir daun kembang Loyang jauh lebih baik untuk pernafasan Ayah.” Jawab Jen sambil tersenyum.


Ayah nya mengangguk setuju, karena baru saja ia menghirup aroma nya, rasanya pernafasannya memang jauh lebih baik.


“Ayah aku pamit dulu." Ucap Jen kemudian.


Raja pun tak mencegahnya lagi, seorang pelayan mengantarnya hingga pintu masuk.


Hari sudah mulai gelap, sungguh tak terasa waktu di dunia ini sepertinya lebih cepat berlalu dibanding dunia ku, Batin Jen sambil menatap langit.


“Nes, thanks ya sudah bantu mencarikan daun Kembang Loyang yang banyak."


Ucap Jen yang mengetahui keberadaan Anes disekitarnya yang sedang mengawalnya dalam bayangan.


Menyadari bahwa Jen telah mengetahui keberadaannya, Anes pun menampakan diri.


“Sudah tugas saya membantu Nona”, jawab nya hormat.


“Tinggal beberapa hari lagi penobatan Permaisuri, aku harap semua berjalan sesuai rencana” Gumam Jen kecil.


*****


Beberapa hari telah berlalu kini hari yang ditunggu-tunggu telah tiba.


Istana di hias sejak subuh, berbagai hidangan lezat telah tersedia. Di istana Selir, tampak Selir Shan sedang berdandan dengan pakaian kebesaran permaisuri.


“Hahahahaaa…, kini tiba juga saat dimana aku menjadi permaisuri penguasa negeri ini, paviliun Selir ini tidak cocok untuk tempat ku tinggal !”


Tawa Selir Shan terdengar hingga keluar paviliunnya.


Begitupun Mega anak nya, sibuk berdandan mengenakan gaun termewahnya.


“Kini aku menjadi seorang putri, Jen aku akan membuat perhitungan pada mu setelah acara ini selesai.”


Ucap nya dengan senyum kemenangan.


Di paviliun Pangeran dan paviliun Putri pun terlihat sibuk.


Pengawal keluar masuk paviliun, Rin dan Anes pun terlihat sibuk menyiapkan sesuatu.


Beberapa pelayan mendandani Jen dan memakaikan gaun yang indah padanya.


Beberapa jam kemudian. Jen, Anes, dan Rin sudah menyelesaikan semua persiapan mereka.


Bersama beberapa pengawal mereka menuju ke paviliun utama.


Pangeran Emus terlihat sudah standby disana, Jen mendekati Pangeran.


“Kak, gimana persiapan mu ?” Bisik Jen.


“kita tinggal menjalankan sesuai rencana.” Jawab Pangeran pelan.


“Bagus, aku juga siap.”


Ucap Jen yang duduk di meja di sebelah Pangeran.


Rin dan Anes berdiri di sisi kiri dan kanan Jen.


Juga terlihat Mega duduk di sebelah Jen dengan baju seorang putri juga, ia melirik ke arah Jen, dan tersenyum penuh kemenangan dan kesombongan.


“sekarang aku juga seorang putri, sedangkan kau hanya akan menjadi putri terbuang.”


Ucap nya menyindir Jen putri tanpa ibu.


Jen hanya diam, jadi Mega semakin senang mengira Jen sedang putus asa.


Para undangan sudah hadir, tampak Raja duduk di singgasana nya, dan Selir Shan masuk dengan baju kebesaran Permaisuri menuju ke depan Altar lalu berlutut, seorang Pendeta Agung naik ke altar.


Baru saja acara penobatan akan dimulai,  tiba-tiba seorang pengawal datang dan membisikkan sesuatu di telinga Raja.


Raja tampak kaget dan mengangkat tangannya memberi isyarat untuk menghentikan acara.


Pendeta dan para undangan terlihat kaget, terlebih Selir Shan, yang tentu nya tak menduga akan terjadi sesuatu saat acara penobatannya.


Sedangkan Pangeran dan Putri tampak tersenyum.


Hemm… rencana dimulai, Batin Pangeran dan Jen.


Lalu seorang pengawal lain masuk ke paviliun dan menyerahkan suatu bungkusan kertas pada Raja. 


Lalu Raja memperlihatkan isi bungkusan itu, terkejutlah Selir Shan dan Selir Aisya.


Karena yang ada di dalam bungkusan itu adalah racun yang membunuh Permaisuri.


Seketika wajah mereka tampak pucat, pasti mereka tak menyangka benda itu bisa sampai ada di depan Raja.


“Selir Aisya, apa kau tau benda apa ini !”


Raja mencampakan bungkusan itu kearah selir Aisya dengan menahan amarahnya.


“I..itu..”, tampak wajah nya pucat dan takut setengah mati, ia melirik ke arah Selir Shan.


Selir Shan yang kuatir terseret segera menyudutkan selir Asyia.


“Selir Asyia, aku tak menyangka ternyata kamu pelaku pembunuhan Permaisuri”, Selir Shen langsung menuduh selir Asyia.


Mendengar tuduhannya, Selir Asyia langsung pucat dan marah.


“Kamu…kamu yang nyuruh ku menaruh racun itu ke bubur permaisuri !!”


Teriak Selir Asyia sambil menunjuk Selir Shan, tentu saja ia tak ingin disalahkan sendiri.


“Jangan fitnah kamu, mana mungkin aku melakukannya !!”


Sambung Selir  Shan yang tak kalah panik dan pucat dari Selir Asyia.


Para Bangsawan yang hadir sampai tak dapat berkata-kata mengetahui kebenaran ini.


“Yang Mulia, yang saya katakan itu benar, Selir Shan yang menyuruh saya.”


Katanya sambil berlutut dan menunjuk Selir Shan.


“Yang mulia dia bohong, mana mungkin aku mencelakai permaisuri !”


Balas Selir Shan yang juga berlutut sambil menangis.


“Selir Asyia, Kamu Selir tak tau diri, pengawal kurung selir jahat ini ke penjara bawah tanah, besok dia akan di eksekusi !!"


Perintah Raja geram. Lagi-lagi Raja membela Selir Shan, ia masih tidak percaya Selir kesayangannya sanggup mencelakai Istri nya.


Tampak terlukis senyum licik dari wajah Selir Shan karena Raja masih membela nya.


Hem.. Selir Shan, tak semudah itu kau bebas, Batin Jen. Lalu ia maju menghadap Raja, dan berlutut.


“Ayah, selir Asyia memang salah, tapi mohon dengarkan penjelasannya terlebih dahulu, mungkin saja apa yang dikatakannya benar.”


Jen memohon supaya Raja mau mendengarkan dahulu penjelasan selir itu.


Selir Shan memandang kesal pada Jen.


Sial sih j*lang ini, dia sengaja, batin Selir Shan geram.


“Baiklah, kalau begitu Selir Asyia apa kamu punya bukti kalau Selir Shan terlibat dalam pembunuhan Permaisuri ?”


Tanya Raja memberikan kesempatan pada nya.


“Punya Raja !”


Selir Asyia memanggil salah satu pelayan pribadinya dan memerintah nya mengambil kotak merah di laci meja rias nya.


Pelayan menuju ke paviliunnya dan segera mencari kotak itu, tak lama kemudian pelayan itu kembali dengan sebuah kotak merah, dan menyerahkannya pada Selir Asyia, lalu seorang pelayan mengambilnya dan menyerahkan kotak itu pada Raja.


Raja membuka kotak merah itu, dan ada sepucuk surat bertuliskan rencana pembunuhan permaisuri yang ditulis oleh Selir Shan.


Segera air muka Raja memanas dan merah murka.


Selir Shan tampak pucat dan terlukis jelas wajah ketakutan nya. Kini ia sama sekali tak bisa mengelak, surat itu memang pernah di tulisnya, ia tak menyangka Selir Asyia masih menyimpannya.


“Dasar Selir tak tau diuntung, bagus sekali rencana mu untuk menyerat ku dalam rencana mu ini !!” Teriak Selir Shan pucat. 


Ia tak tau lagi harus bagaimana untuk mengelak selain mengatai Selir Asyia.


“Selir Shan kau pikir aku bodoh, tentu saja aku masih menyimpannya sewaktu-waktu demi keamanan ku !” Balas Selir Asyia kesal.


“Raja aku yakin selir itu telah merencanakan hal ini untuk menjebak saya ~”


Ucap nya dengan wajah memelas  sambil menangis agar Raja mengasihani nya.