INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 30: MEMPERBAIKI PRASANGKA



“Lauren, bagaimana kalau kita masuk bersama."


Tawar Jen sambil tersenyum ramah pada nya.


Lauren terlihat kaget dengan tawaran Jen, karena dipikirnya Putri Jen tidak menyukai dirinya.


Jen, kamu sangat bodoh dulu mengabaikan perkataan Lauren, Batin Jen.


kini Jen ingin mendapatkan kepercayaannya kembali.


“Terimakasih Putri.”


Mereka berduapun masuk bersama.


“Putri Jen dan nona Lauren tiba”, seperti biasa pengawal yang berjaga di depan paviliun menyampaikan pesan.


Tak berapa lama seorang pelayan pun menyambut mereka dan membawa mereka menghadap Raja.


 “Hormat pada Yang Mulia, diberkahi segala berkat.” Ucap mereka serentak sambil membungkukkan badan.


“Tumben sekali kalian datang bersamaan ?”


Ternyata Raja cukup kaget juga dengan keakraban kami.


“Ayah saya datang kesini hanya ingin menyapa Ayah dan membawakan seteko teh buatan saya.”


Jen menyuruh pelayannya membawakan seteko teh di meja kerja Raja.


“Kalau saya, ingin memberikan saputangan hasil rajutan saya sendiri untuk yang Mulia.”


Ucap Lauren sambil menunjukkan sebuah saputangan rajutan.


“Saya senang sekali, kalian sangat perhatian pada Raja ini, berikan mereka masing-masing sebuah jepit rambut emas.”


Raja memerintahkan pelayannya untuk mengambilkan jepit rambut emas.


“Terimakasih Yang Mulia.” Ucap mereka lagi serentak.


“Sebelum kalian kembali, mari kita meminum teh buatan Jen ini.”


Raja mempersilahkan mereka duduk di meja yang sama.


Sedangkan Pelayan datang mendekat dan menuangkan teh itu perlahan.


Saat Teh itu sudah di dalam gelas, Raja dan Lauren heran melihat warna nya yang berbeda dari teh pada umumnya, aroma nya juga cukup unik.


“Teh apa ini Jen, warna nya merah begini ?" Tanya Raja penasaran.


Lauren pun tampak memperhatikan warna serta menghirup aroma nya yang menurut nya memang unik.


“Ayah, itu teh yang saya campur dengan bunga Rosella, rasa nya sedikit asam namun sangat segar dan cocok sekali di minum sore hari begini.”


Jen sedikit menjelaskan tentang teh itu.


Kemudian Raja dan Lauren segera meminumnya, dan benar apa yang dikatakan Jen, rasa nya sedikit asam, ada aroma bunga yang segar.


Tampak wajah Raja dan Lauren terlihat menikmati teh tersebut. Jen hanya tersenyum puas melihat wajah bahagia mereka.


Saat mengamati mereka, Jen melihat kantongan kecil di pinggang raja, yang membuatnya menjadi penasaran karena tampaknya Raja selalu membawa-bawa kantongan itu setiap kali Jen melihat Raja.


“Ayah kantongan apa itu, aku perhatikan Ayah selalu membawanya ?”


Tanya Jen yang penasaran sejak pertama bertemu Raja.


“Ohh, ini serbuk bunga floral, Ayah menemukannya tergeletak di depan istana beberapa bulan lalu, harum kan.”


Raja membuka pengikatnya, dan terlihat lah serbuk bunga floral memenuhi kantongan itu.


Serbuk bunga Floral?, pasti ada yang tidak beres, kenapa juga ada kantongan terjatuh di depan istana, sementara tidak bisa sembarang orang datang kesana, batin Jen curiga.


Kliik..


Papan nameboard ensiklopedia muncul. Jen mencari informasi tentang bunga Floral.


Bunga Floral \= Sejenis Bunga pemikat, cara kerja nya memberikan rasa tenang bagaikan hipnotis.


“Lalu setelah Ayah menemukan kantongan itu, apakah ada seseorang yang datang menemui Ayah ?”


“Hemm… Setelah itu Selir Shan datang.” Jawab Raja mengingat-ngingat kembali.


Setelah kantong itu diambilnya memang tak lama kemudian Selir Shan datang.


Selir Shan?, tak ada satupun hal baik yang di dapat dari nya, ini pasti rencananya untuk mendapatkan cinta Raja.


“Kenapa memang nya Nak?” Tanya Raja yang baru sadar sedang di interogasi.


“Tidak apa-apa Ayah, tapi karena itu barang yang tidak jelas, mending Ayah menyimpan nya saja atau membuangnya, saya hanya kuatir.”


Jawab Jen tegas berharap Raja benar-benar membuangnya saja.


“Hem.. benar juga, baiklah Ayah akan menyimpannya dulu.” Ucap Raja menyetujui usul Jen.


Setelah mereka puas ngobrol sambil minum teh, Jen serta Lauren izin kembali ke kediaman mereka.


Diluar Paviliun Raja, Jen dan Lauren pun hendak berpisah. Tapi Jen menghentikan langkahnya, dan menoleh ke arah Lauren.


“Datang lah ke Paviliun Putri, aku ingin ngeteh bersama dengan mu lagi”,


Jen menawarkan undangan jamuan teh pribadi di paviliunnya.


Lauren sempat kaget, tak menyangka Jen menawarkan untuk minum teh bersama.


“Terimakasih Putri, besok saya akan mempir ke paviliun anda”, ucap Lauren sambil menundukkan kepala nya.


Merekapun berpisah di persimpangan taman istana.


Aku berharap dapat kepercayaan Lauren lagi, dia lah satu-satunya yang mengkuatirkan ku dulu, tapi aku malah tak memperdulikannya, batin Jen.


Sesampai di Paviliun, Anes dan Rin tampak sedang berlatih, dan saat melihat kedatangan nona nya, barulah mereka menghentikan pelatihannya.


“Nona ada apa, tampak nya anda sedang banyak pikiran ?”


Tebak Anes yang mengkuatirkan nona nya.


"Rin, aku ingin kamu diam-diam mencari, apakah di paviliun Selir Shan ada serbuk bunga Floral, aku curiga kantongan itu sengaja dijatuhkan Selir Shan untuk memikat Raja, dan juga kamu cari sebuah dokumen daftar budak, dan berikan pada ku”, perintah Jen.


Segera Rin melaksanakannya.


“Nona, apa yang dapat saya bantu ?” Tanya Anes menawarkan diri.


Hemm… tampak Jen sedang berpikir.


“Hem, apa kamu bisa mencarikan aku daun Kembang Loyang ?”


Daun Kembang Loyang, berasal dari pohon Loyang yang hanya tumbuh di dataran tinggi. Tak banyak orang yang mengetahui khasiat dari daunnya yang bisa digunakan sebagai penawar efek jurus ataupun jenis-jenis bunga pemikat.


“Baiklah Nona, saya akan mencarinya.”


Setelah mengucapkan kalimat itu, Anes sudah menghilang saja dari pandangannya.


Cepat bener gerak nya, batin Jen.


Bukti sudah mulai terkumpul, tinggal 3 hari lagi pengangkatan Permaisuri, kalian akan segera mendapatkan balasannya, batin Jen.


Hari sudah malam saja saat itu, Rin belum kembali juga, begitupun Anes, yang ntah kapan dia kembali dari pencariannya.


Kalau Rin mungkin baru besok dia kembali, prediksi Jen.


Ia merebahkan dirinya, untuk segera beristirahat, mencoba memejamkan matanya, namun cukup sulit untuk bisa terlelap.


Banyak hal yang mengawang-ngawang dalam pikirannya, ia tak sabar menunggu hari H penaikkan permaisuri.


Akhinya malam itu ia memutuskan berlatih ringan di dalam kamar nya, ia melanjutkan berlatih beberapa jurus  dari gulungan jurus yang diberikan Pangeran.


Dirasakannya hawa disekitarnya dingin lalu panas bergantian, ia memusatkan auranya disatu titik, hingga ia merasakan hawa panas itu terpusat di titik tersebut.


Klikk.. Nameboard nya memberikan notification bahwa Level nya naik dari Level 20 ke Level 21.


Kemudian dengan jurus rahasia, ia menekan levelnya dan kini level nya terlihat di angka 6.


Baiklah sudah cukup dulu, Jen kembali berbaring di kasurnya, hingga akhirnya ia mulai mengantuk dan terlelap tanpa ia sadari.