
“Tetua klan Langit, siapa itu !”
“Dia ~ dia adalah Te ~”
Belum sempat pria itu menyelesaikan kalimat nya tiba-tiba pria itu kejang dan tewas.
“Sial ! Ternyata mereka telah di segel !”
Jen kesal, kini yang ia tahu bahwa ada salah satu tetua Klan Langit yang berhianat. Tapi untuk jumlah Tetua nya klan Langit total nya ada 20 Tetua.
Akan sangat sulit untuk mengetahui siapa diantara mereka yang berhianat, apalagi aku juga tak punya bukti, tapi yang paling mencurigakan adalah tetua Wancu, dan tetua Joshu, mereka sama-sama memiliki ambisi yang besar, batin Jen curiga.
********
“Tetua, salah satu Ninja bayaran berhasil mereka tangkap !” ujar si Pengabdi menyampaikan pesan itu dengan panik.
“Aku sudah tahu, tenang saja semua Ninja itu sudah ku segel, mereka akan mati jika membocorkan identitas kita !” Ucap tetua itu dengan tenang.
“Sekarang kita ganti strategi kita, nanti saat pertandingan tahunan biar disana kita hancurkan meridiannya !"
Tetua itu menceritakan rencana nya pada pengabdi nya.
“Tetua memang yang paling cerdik !” Balas nya.
Sementara di dalam lembah, Jen dan Anes bertemu dengan raja monster level 65. Ulala dan Red bertemu monster level 45. Yola, Nath dan Rin bertemu raja monster level 50. Mereka berjuang dengan seluruh kemampuan mereka.
“Nath bantu aku dengan pepohonan ini !” Rin teriak dan menghindari serangan monster itu.
Dengan kekuatannya Nath mengerakkan pepohonan yang ada disekitarnya dan mengarahkan nya ke monster itu.
Bruuk !
Monster itu terjatuh, tapi hanya terluka ringan. Yola dengan kemampuan Es nya membeku kan monster itu, dalam sekejap monster itu membeku, tapi segera es yang membelengu nya retak, dan hancur.
“Ini tidak cukup !!! Ayo sekali lagi !” teriak Yola.
Mereka kembali melakukan hal yang sama dengan kekuatan yang lebih besar, dan saat monster itu membeku segera Rin menghancurkannya.
Disisi lain lembah, terlihat Ulala dan Red yang juga sedang berjuang. Red dengan kemampuan Pemukul Bumi nya, ia membanting monster yang ada dihadapan mereka.
Brakk !
Monster itu terbanting dengan sangat kuat, tapi monster itupun langsung bangun, Red kehabisan setengah dari kekuatannya, tapi dengan kemampuan penyembuh Ulala, segera ia memulihkan kekuatan Red. Setelah ia pulih, Red mendekati monster itu lagi, ia mengumpulkan aura nya dan memadatkannya ke kedua tangan nya. Sekali lagi ia membanting monster itu, kali ini dengan kekuatan yang sangat dasyat, bahkan bantingan nya sampai terdengar hingga 50 meter jauhnya. Dengan bertubi-tubi Red memukul nya dengan kekuatan yang super dasyat. Hingga akhirnya monster itu sama sekali tak bergerak karena telah mati.
Pertarungan demi pertarungan mereka membunuh monster, dan berhasil meningkatkan kekuatan dan level mereka. Tak hanya itu mereka juga menemukan banyak tumbuhan obat dari level sedang hingga tinggi.
“Tidak terasa sudah waktunya kita kembali”
Jen menikmati perjalanan mereka selama di lembah.
“Aroma busuk ini !” Ucap Jen.
“Apa nona tahu aroma apa ini ?”
Anes menutup hidungnya dengan kedua tangannya, tapi walau begitu, aroma nya memang sangat menyengat.
“Bau ini harus nya berasal dari bunga langka Rafles” Ucap Jen serius.
“Bunga Rafles? Maksud nona adalah bunga Dewa itu ya?” tanya Anes tampak kaget dan penasaran.
Bunga Rafles atau disebut bunga Dewa adalah bunga yang sangat langka, khasiat nya dapat menghidupkan orang yang sudah mati, dan jika di konsumsi oleh orang yang masih hidup, dapat menambah usia nya hingga 500 tahun dan meningkatkan kekuatan Aura hingga 100 persen. Bunga ini sangat langkah selain karena sangat sulit ditemukan juga karena sekali berbunga membutuhkan waktu 100 tahun.
“Iya. itu benar. Sekarang kita harus menemukan bunga itu dulu. Namun aku yakin itu pasti sangat berbahaya”
Jen dan Anes tampak waspada saat mereka berhasil menemukan bunga itu, padahal jarak mereka dari bunga itu masih 50 meter, tapi bau busuk nya benar-benar sangat menyengat.
Semua tumbuhan berjarak 10 meter dari bunga itu layu, dan bunga itu dikerumuni dengan Fly monster hitam kecil yang sangat mematikan.
Ukurannya hanya sekecil lalat, tapi ia bisa menembus masuk ke kulit dan menggerogoti tubuh dari dalam dengan racun nya.
Monster Fly ini disebut juga monster zombie. Hewan atau manusia yang digerogoti monster kecil ini akan seperti zombie, sebenarnya sudah mati tapi terlihat hidup dan agresif.
“Sebelum kita melangkah lebih dekat telan lah dulu pil ini”
Jen memberikan pil anti racun level tinggi. Anes segera menelan pil itu dan merasakan panas di perut nya.
“Tahan lah dulu rasa panas itu, karena darah mu harus beradaptasi dulu dengan pil anti racun ini, bahkan racun-racun yang ada ditubuh mu selama ini pun sedang di netralkan sehingga perut mu akan terasa panas terbakar”
Anes duduk dan berkonsentrasi, dari tubuhnya keluar banyak keringat.
Ia pasti merasakan panas terbakar yang amat sangat saat ini, tapi ini harus dilalui nya dulu kalau tidak, monster kecil itu akan segera masuk ke kulitnya dan mengerogoti nya dengan racun, batin Jen.
Sekitar 1 jam Jen menunggu tubuh Anes bereaksi, hingga akhirnya Anes membuka mata nya dan keluar darah hitam dari mulut nya. Itu adalah racun-racun yang selama ini ada di tubuhnya.
Uhuukk !!! Uhuk !!! Anes terbatuk-batuk.
“Bagaimana perasaanmu sekarang ?” tanya Jen memastikan.
“Tubuh ku terasa ringan sekarang” Anes tampak bersemangat.
“Baguslah arti nya sekarang tubuh mu sudah bersih dan kebal dengan racun monster kecil itu”
“Nona terimakasih banyak !”
Anes berlutut memberi hormat pada Jen.
“Berdirilah !!! Sudah sewajarnya aku melindungimu juga” ujar Jen membalasnya cuek sebab ia paling tidak tahan dengan hormat dan pujian.
Anes kembali berdiri dan perlahan mereka mendekati bunga itu, monster-monster kecil yang terusik dengan kehadiran mereka langsung terbang kearah mereka, Anes dan Jen menghalau monster itu dengan pedang mereka. Jumlah monster itu sangat banyak hingga ratusan dalam satu koloni.
“Mereka tidak ada habis nya !” Ucap Anes yang sibuk mengayunkan pedang nya.
“Tidak bisa begini terus, Nes apa kamu bisa bertahan sepuluh menit lagi? Aku akan mundur dulu untuk menyiapkan perangkap !” ujar Jen kepada Anes
“Baik Nona !”
Jen mundur. Da menyiapkan perangkap dengan balon-balon aura, kini ada ratusan balon aura disekitar Jen. Setelah balon-balon itu selesai, Jen melemparkan nya ke koloni itu, dengan segera ratusan pasukan koloni monster kecil itu terperangkap. Saat semua sudah terperangkap Jen meledakkan balon aura tersebut. 90 persen monster telah mati, dan sisa nya mereka bunuh dengan pedang dan sebagian berhasil melarikan diri.