INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 13: TERSESAT



Semalam telah berlalu, tak terasa hari sudah menjelang siang, mereka bersiap melanjutkan perjalanan yang mereka prediksi besok atau lusa paling lama mereka akan tiba di kota terluar negeri Qua. “Nes, Rin sebelum kita tiba di negeri Qua, aku perna dengar di lembah malam ada banyak tumbuhan obat level tinggi bahkan yang langka, bagaimana kalau kita singgah sebentar ke lembah itu, bukankah jarak nya tidak jauh dari sini”, ajak Jen.


“lembah malam.., tapi nona itu sangat bahaya, banyak monster di atas level 20 hidup disana, dan lagi banyak yang tidak bisa keluar dari lembah itu karena tersesat dan akhirnya menjadi makanan para monster”, jelas Rin panjang lebar.


“kita hanya sampai di pinggir lembah nya saja, tidak usah sampai masuk ke dalam lembah, sebab di pinggir lembah itu pun banyak tumbuhan obat level sedang dan beberapa level tinggi”, bujuk Jen penuh harap pada Anes.


Melihat Jen membujuk mereka sedemikian rupa, Anes pun menyetujui nya.


“huff, baiklah, tapi hanya pinggir lembah nya saja”, ucap Anes. Rin hanya menghela nafas panjang melihat Anes yang akhirnya menyanggupi nya. Sedangkan Jen tersenyum puas, sebab ia sudah tau kelemahan Anes.


Sekarang mereka menuju ke lembah malam, hari sudah sore saat mereka tiba disana.


“waaahhhh, banyak sekali tumbuhan obat di tempat ini”, ucap Jen riang. ada rumput getah, tergolong bahan level sedang, Jen memetik sebanyak yang bisa ia simpan, tanaman obat itu sangat berguna mengobati luka fisik. satu tangkai nya seharga 20 koin perak. Selain itu ada beberapa tangkai bunga duri level tinggi sebagai penawar racun, bisa dijual sampai 5 koin emas per tangkainya, dan banyak tumbuhan obat level sedang dan tinggi yang berhasil mereka dapatkan.


Bagitu asik nya mencari tumbuhan obat, tanpa sadar Jen masuk terlalu dalam ke lembah. Kaki nya menginjak sesuatu diantara rerumputan. Ahh, apa ini, ia memperhatikan sesuatu yang lembek dan basah yang terinjak nya. Seketika wajahnya pucat melihat hewan kecil pipih itu. Ia menyadari disekeliling nya ia telah terperangkap hewan kecil ini.


Ribuan Lintah darah telah mengelilinginya, Kalau hanya seekor, hewan ini tergolong lemah. Tetapi biasanya hewan ini memang hidup bergerombol, dan jumlahnya sampai ribuan. Lalu mereka akan menghisap darah mangsanya hingga tak bersisa.


 Gerombolan lintah itu loncat kearah nya, dan dengan cepat Jen menangkis dengan serangan angin nya, untung ia melihat ada cela diantara lintah tersebut, dan menerobos keluar dari kerumunan hewan itu. Beberapa lintah menempel di tangan dan kakinya, segera ia menepisnya, dan keluar lah darah segar dari bekas gigitan lintah tersebut.


Aroma darah segar pasti mengundang monster mendekat, maka itu ia berhenti sejenak untuk menutup luka-luka di kaki dan tangannya, untunglah ia punya banyak persediaan rumput getah, yang segera dioles nya di lukanya, dan dalam sekejap sembuh lah lukanya. Tapi ia telah masuk jauh kedalam lembah, ia berusaha mencari jalan kembali, tapi sepertinya pepohonan disitu bergerak dan berpindah-pindah.


 Bagus sekali, sekarang aku sukses tersesat, batin nya.


 Hari sudah mulai gelap, dan tak salah lembah ini disebut lembah malam, sebab pada malam hari justru di lembah ini menjadi ramai. Ramai dengan monster level tinggi, dan kalau ia bernasib, bisa ketemu raja monster. Ntah lah apa yang dimaksud bernasib disini, apakah baik atau tidak tergantung tingkat kehidupan.


Jen, menemukan sebuah lubang di balik semak, dan merasakan aura yang kuat dari dalam sana, pasti di lubang itu ada raja monster, segera ia menjauh dari lubang itu.


Baru saja ia melangkah beberapa meter, tanah di bawah nya longsor, dan GUBRAAAKKK…!!, terdengar hantaman bebatuan bercampur tanah menimpa Jen yang jatuh ke dalam lubang itu.


Aiisss… ini seperti sudah jatuh ketimpa tangga pula, begitu lah nasib ku saat ini, sudah jatuh ketimpa batu dan tanah, ucap Jen pada dirinya sendiri. Untungnya dia segera melindungi dirinya dengan mengaktifkan skill pertahanan besi milik monster kura-kura besi, sehingga tak ada tulang nya yang patah atau terluka. Kini, satu-satunya jalan keluar sudah tertutup longsor.


 Ok, karna sudah terlanjur tersesat, sekalian aja menjelajah, siapa tau raja monster satu ini jnak, pikir nya positif.


 Jen merasakan kepekatan aura dari dalam lubang itu, ia mengintip dan perlahan masuk lebih dalam, ia tak dapat melihat dengan jelas, karena cahaya yang masuk hanya sedikit sekali, tetapi ia melihat suatu cahaya dari setangkai bunga yang mekar diantara rumput berduri racun.


Itu bunga Kristal yang sedang mekar, sangat langka. Mekar satu kali dalam 100 tahun, biasa nya tumbuh di daerah bersalju dan banyak tumbuh di gunung salju neraka. Biasanya menjadi vitamin bagi anak singa putih bersayap, untuk mempercepat pertumbuhan sayap nya.


 Tapi kenapa bunga itu bisa ada disini, Jen mendekati bunga itu, ia tidak kuatir dengan rumput duri beracun, sebab tubuhnya sudah kebal dengan racun yang sangat mematikan.


Mungkin saja ada monster yang tidak sengaja membawa bibit bunga ini, lalu kebetulan bunga ini dapat tumbuh di gua ini, Batin nya menduga. Memang suhu di dalam gua jauh lebih dingin dibandingkan suhu diluar, Jen sendiri tidak mengatahui sebabnya.


Bunga Kristal ini sangat bagus dimakan oleh nobel, pikir nya. Ia memetik bunga itu, lalu sengatan dingin menjalar keseluruh tubuhnya. Seketika tubuhnya membeku dan mati rasa. Nobel peliharaannya mengetahui majikannya dalam bahaya, dan meniupkan nafas nya ke tubuh Jen.


Suhu di Gunung Salju Neraka sangat dingin, untuk mempertahankan suhu tubuh singa putih bersayap, selain dengan bulu mereka yang khusus, juga meniupkan nafas mereka sendiri ke tubuhnya agar tetep terjaga suhu hangat nya.


 Untunglah masih keburu, dan perlahan suhu tubuh Jen kembali ke suhu normal.


"thanks Nobel, kalau tidak ada kamu mungkin aku sudah lewat sekarang", puji Jen pada hewan peliharaannya, sambil mengelus-elus bulu putihnya yang lembut.


Setelah~~~~ pulih, Jen menyimpan bunga itu ke kantong penyimpanannya, karena ia akan meraciknya dahulu, sehingga khasiat dari bunga itu bisa bertambah saat dimakan oleh Nobel.