
“Haloo semuanya, terimakasih telah datang ke pertandingan ini, dan untuk ke 50 peserta kalian akan diundi untuk menentukan siapa lawan kalian !!”
Terdengar Pembawa acara sudah memulai pertandingan ini, dan kami satu-persatu mencabut undian. Setelah semua peserta selesai diundi, tak lama kemudian muncul pengumuman.
“Sekarang sudah keluar pengumumannya yang akan menjadi lawan kalian, dan di pertandingan ini tidak diizinkan untuk saling membunuh, dan juga 10 pemenang akan terpilih dan mengikuti ujian terakhir !”
Para penonton bertepuk tangan sambil meneriaki pahlawan mereka masing-masing. Untunglah Jen sudah menguasai skill telinga Double rabbitnya kalau tidak pasti ia sudah pingsan mendengar teriakan mereka.
Diantara kami bertiga Anes yang diluan maju melawan seorang dengan kemampuan ‘Kaki Besi’ level 9.
“Nak ku anjurkan kamu segera menyerah sebelum tangan dan kaki mu ku patahkan !”
Dimatanya Anes pasti hanya seorang lemah dengan level 3, tentu saja siapapun pasti meremehkannya.
“Hentikan omongkosong anda” Balas Anes cuek.
“Baiklah, jangan bilang aku tak mengingatkan mu sebelumnya, terima ini !”
Ia melangkah dengan sangat cepat, dan kaki nya yang sangat kuat dihentakknya ke ke arah Anes.
Syuuut, Anes mengeluarkan pedang nya, dan dengan cepat mengarahkan ke leher pria itu.
“Ku anjurkan kamu menyerah sekarang !”
Pria itu kaget, ternyata Anes bisa bergerak lebih cepat darinya, ujung pedang nya menyentuh leher pria itu, menetes darah segar.
“A..aku menyerah !!”
Pria itu tampak sangat pucat dan ketakutan hingga tak dapat bergerak setelah mengatakan dia menyerah.
Teg.. suara lonceng dibunyikan tanda pertandingan mereka sudah selesai.
“Pertandingan dimenangkan Tuan Anes !”, teriak Juri.
Selanjutnya dua peserta lain maju, salah satu dari mereka cukup hebat dengan kekuatan ‘Panah cahaya’ nya dengan cepat ia juga mengalahkan seorang dengan Jurus ‘Seribu pukulan’.
“Dia hebat juga, dia ada di level 14” Ucap ku pelan.
Selanjutnya pertandingan Rin melawan seorang dengan kekuatan ‘Bayangan Iblis’ level 10.
“Nona setelah pertandingan ini aku ingin tubuh mu” Ucap nya meremehkan Rin.
“Silahkan kalau kau menginginkannya !”
Dengan sekejap Rin telah menguasai pikirannya.
Rin tampak diam saja berdiri di arena, tetapi lawannya itu terlihat seperti orang tidak waras, terakhir terlihat orang itu ketakutan setengah mati, dan pingsan begitu saja.
Penonton yang menyaksikan nya merasa heran.
Psstt.. “Apa yang terjadi pada nya ?”, “Kenapa dia jadi gila ?”, “Apa dia pingsan tiba-tiba ?”
Penonton tak habis pikir melihat yang terjadi pada pria itu.
Tak lama kemudian, Juri kembali mengumumkan Rin adalah pemenangnya.
"Katanya tadi ingin, tapi langsung pingsan?!" Ucap Rin cuek.
"Dia tak ada ampun"
Jen dan Anes yang mengetahui kekejaman Rin melihat lawannya dengan iba.
Lalu kembali dua orang maju ke arena, dan begitu seterusnya, sampai tiba giliran Jen.
Nama Jen pun akhirnya dipanggil untuk maju ke arena. Ia akan melawan seorang pria dengan kemampuan ‘Tangan Dewa’ berlevel 15.
Orang ini cukup kuat, batin Jen waspada.
“Apa Nona kita akan baik-baik saja, ku dengar jurus ‘Tangan Dewa’ adalah jurus level tinggi ?”
Tampak Anes mengkuatirkan Jen, begitupun Pangeran Emus yang belum bertanding.
“Kau pasti bisa Jen”, Ucap Pangeran yang berusaha tetap percaya pada kemampuan Jen.
Orang itu mulai menyerang Jen, tangan nya sangat gesit dan banyak, bahkan bisa menembus dimensi. Untungnya Jen memeliki refleks yang bagus.
"Hemm, sayang sekali Putri berhadapan dengan salah satu murid terbaik perguruan SMAN" Ucap salah satu tetua.
Tetua itu mewakili perguruan SMAN untuk melihat murid nya bertanding.
Perguruan SMAN disebut perguruan elit, dari sana banyak tercetak orang-orang dengan kemampuan hebat.
“Sampai kapan kamu mau menghindar, terima ini !”
Orang itu melontarkan serangan bom badai.
Angin yang tadinya tenang tiba-tiba menjadi kencang, debu bertebaran menampar wajah semua orang yang ada disana.
Jen yang juga ahli jurus Angin menghalau angin kencang itu, seketika saat berada di sekitar Jen angin itu seakan lenyap begitu saja.
“Kau menguasai jurus Angin ?”
Katanya tidak percaya.
“Kalau Iya memang nya kenapa !”
Jen mengembalikan Angin kencang itu pada pria tersebut hingga orang itu terserat jauh kebelakang, hampir keluar dari Arena.
“Sekarang terima jurus pukulan Tangan dewa ku !”
Kembali ia melancarkan serangan, kali ini lebih kuat dari yang pertama.
Jen tidak menghindari serangan itu, malah ia menangkisnya, dan membalikan arahnya.
Orang itu kaget, dan tak sempat menghindar, dengan segera ia terkena jurus nya sendiri dan terluka parah.
Kembali Juri menyebutkan pemenang pertandingan ini.
“Pemenangnya Jen !”
"Tak kusangka ternyata selama ini Putri menyembunyikan kemampuannya" Ucap tetua perguruan SMAN.
“Jen selamat ya !”
Pangeran Emus dengan cepat menghampiri Jen dan memeluk nya erat.
“Ungkk.. kak aku nggak bisa nafas ~”
Jen meronta melepas pelukan kakaknya itu.
“Selanjutnya giliran mu kak”
Juri memanggil Pangeran Emus untuk naik ke Arena.
Disana Pangeran melawan seorang dengan kemampuan ‘Halilintar Api’ berlevel 17.
“Untunglah kakak sudah berada di level 17 juga”
Jen tampak mengkuatirkan Pangeran, begitupun Anes dan Rin.
Pertandingan dimulai, lawan Pangeran sangat kuat dengan jurus andalannya beberapa kali ia menyerang pangeran. Untungnya pangeran bisa menahan serangan itu dan balik menyerang dengan jurus ‘Seribu Pedang’ nya.
Berkat latihan yang diajarkan Jen, kekuatan Pangeran meningkat berkali-kali lipat.
Dengan serangan balasan dari Pangeran, orang itu berhasil dikalahkan.
Pangeran memenangkan pertandingan. Selanjutnya giliran peserta yang lain naik ke Arena, begitu seterusnya hingga terpilih 10 orang terbaik.
“Pertandingan telah berakhir, dan 10 orang terbaik telah terpilih, Selamat untuk kesepuluh peserta yang berhasil masuk kebabak final !”
Sang Pembawa acara mengumumkan nama kesepuluh peserta.
“Untuk kesepuluh peserta diharapkan besok datang ke Atrium Qua, disana akan dipilih 5 orang untuk menjadi murid dalam, dan sisa nya menjadi murid luar !”
Sih Pembawa acara mengingatkan kami, bahwa yang menjadi murid dalam hanya 5 orang saja.
Di Klan Langit ada yang disebut murid dalam dan murid luar. Murid luar bukan murid resmi Klan Langit, tetapi mereka berkesempatan menjadi murid dalam dengan memenangkan turnamen yang diadakan sekali setahun untuk menambah 5 terbaik dari antara mereka.
Sedangkan murid dalam, terbagi lagi menjadi 2, yaitu murid dalam biasa dan murid dalam special.
Murid dalam Special akan di latih langsung oleh para tetua klan Angin.
Jumlah nya hanya sedikit, masing-masing tetua melatih paling banyak 10 orang.
Setelah penguman dari pembawa acara, kini masuk ke acara hiburan. Beberapa wanita cantik naik ke Arena, dan menari disana bergantian.
Kami pun masih disana, mencari keberadaan Red dan Nath di antara para panonton.
“Red !”
Anes menemukan mereka. Red menoleh kearah kami, di tangannya ia mengangkat satu kantongan besar dan Nath mengikuti kemanapun Red pergi.