INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 3 : MISI PERTAMA



Mereka berdua pun menuju ke aliansi tersebut, dan melihat ke papan pengumuman, ada beberapa misi dengan imbalan murah, sedang dan mahal, ada juga misi khusus.


Misi level rendah, hanya mengerjakan pekerjaan sederhana sebagai penjaga dan pekerja rumah.


Misi level sedang, menangkap pencuri, penjahat, membunuh beberapa monster level 1-5 dan mendapatkan beberapa bahan obat dengan level sedang. 


Misi level tinggi, mulai dari membunuh monster level 6 keatas dan mencari bahan obat level tinggi atau level 10 keatas yang tentu nya sangat langka.


Dan terakhir misi khusus, membunuh Raja monster.


Mereka mencari misi yang sesuai dengan mereka, dan mungkin mereka bisa mencoba misi level sedang.


akhirnya mereka sepakat mengambil bagian untuk misi level sedang yaitu membunuh monster level 1 dan kalau beruntung bisa membunuh yang level 2 juga.


Setelah mereka mendaftarkan diri, merekapun menuju ke pinggir hutan, dan menunggu beberapa saat.


Benar saja tak lama kemudian muncul monster level 1, yaitu sejenis kelinci raksasa bertelinga 4. Kekuatan monster kelinci ini adalah pendengarannya yang super kuat.


Untuk level 1 nya, bisa mendengar hingga 100 meter jauhnya.


Jen dan Anes berjalan perlahan, tetapi langkah kaki mereka masih bisa terdengar olah monster itu. Dan mulai menjauhi mereka.


Mereka mengejar monster kelinci itu, hingga masuk ke hutan, lalu muncul monster kelinci lainnya. Kini ada 4 monster kelinci level 1 di depan mereka.


Jen ingat kelemahan monster kelinci ini adalah penglihatan nya yg buruk, ia membisikkan sesuatu pada Anes untuk mengikuti rencana nya.


Tak lama setelah itu, mereka berhasil menangkap nya dengan beberapa jebakan yang mereka buat. Setelah mereka berhasil membunuhnya, tiba-tiba sesuatu seperti kabut asap keluar dari monster itu dan masuk melalui telinga Jen.


Setelah kabut asap masuk ke telinga Jen, ia merasa telinga nya berdengung dan seketika itu juga ia dapat mendengar hingga jarak 100 meter.


Ohh, ini toh.. yang dimaksud kemampuan menyerap, batin Jen yang baru saja secara otomatis menyerap kelebihan monster itu.


Sebelumnya ia memiliki kemampuan mengontrol waktu, jadi ia bisa memundurkan waktu ataupun memajukannya.


Sejak ia berada di dunia ini, kemampuan menyerap adalah kemampuan yang baru bagi nya, sebelumnya ia tidak tau fungsi kekuatan itu.


Selesai berburu mereka membawa ke empat jantung monster itu sebagai bukti mereka berhasil.


Mereka mendapat imbalan setiap monster nya dihargai 50 koin perak, jadi total yang mereka dapat 200 koin perak, dan mereka membagi rata jatah koin tersebut.


“Aku ingin mencari toko alkemis disini dan membeli beberapa bahan obat sederhana” Ucap Jen.


Ia mulai terganggu dengan pendengarannya, rasa nya ribut sekali dan itu membuat nya sedikit pusing dan lelah.


Aku harus mengontrol kemampuan ini, aku harus melatih tenaga dalam ku terlebih dahulu untuk bisa meredam suara-suara ribut ini, batin nya.


“Apakah nona kurang sehat, wajah mu terlihat pucat dan tampak lelah ?”


Ia tidak tau bahwa Jen baru saja menyerap kekuatan monster kelinci dan saat ini tubuhnya bekerja ekstra menahan segala macam suara.


“aku tidak apa-apa, kamu pulanglah diluan, nanti aku menyusul.”


Jen tak ingin membuat orang yang menolong nya kuatir, lalu ia sambil melambaikan tangan nya dan melangkahkan kaki nya menjauh dari Anes.


Kasih jempol sama monster kelinci yang seumur hidup nya pasti stress dengar suara-suara kacau seperti ini, batin Jen.


kini ia kagum sama kekuatan mental sang monster tersebut.


“Toloong, jangan lakukan itu ?!”


Telinga Jen menangkap suara pria tua yang sepertinya sedang mengalami kesulitan.


Itu ada di lorong sebelah sana, pikir nya sambil mengikuti arah datang nya suara.


Ia melihat seorang pria Tua dikepung oleh dua pemuda dengan senjata tajam.


Jen segera mendekat kesana.


"Apa yang kalian lakukan pada pak tua itu !"


Jen memperingatkan mereka.


"Ohh, ada gadis kecil disini, ayo kita bawa dia"


Salah satu dari mereka berbicara ke teman nya itu"


Kini mereka bersiap-siap menyerang Jen, pak tua itu berusaha menahan mereka.


"Nak pergilah, mereka bukan lawan mu"


"Pak jangan kuatir, mereka tidak bisa mengalahkan ku !"


Dengan beberapa jurus sederhana yang masih diingatnya, ia mengalahkan kedua pencuri itu.


"Hemm, kalian salah memilih lawan !"


Dalam sekejap kedua pencuri itu sudah terjatuh ke jalan.


Tampak pak tua itu heran melihat Jen dengan mudah nya mengalahkan mereka, padahal level mereka diatas nya.


Setelah ia selesai mengalahkan pencuri tersebut, Jen ingat bahwa kedua pencuri ini adalah salah satu misi level sedang.


Lalu ia menangkap pencuri itu untuk kemudian diserahkan ke aliansi pencari.