
"Kakek baik-baik saja kah ? apa ada yang terluka ?"
“terimakasih nak, saya tidak menyangka ternyata kamu sangat hebat dan juga jurus yang tadi kamu gunakan adalah jurus sederhana yang mematikan.”
Komentar kakek itu kagum pada keberanian dan kekuatan Jen.
“kakek sungguh hebat bisa mengetahui jurus sederhana saya tadi” Balas nya sambil menolong kakek itu berdiri.
Lalu kemudian ia membantu sih kakek memungut barang-barangnya yang terjatuh.
Diantara barang-barang sih kakek ada suatu gulungan jurus yang menjadi perhatian Jen.
Tapi ia memilih untuk diam, dan mengembalikan barang-barang itu.
Tapi ternyata sih kakek menyadari ketertarikan Jen terhadap gulungan itu, dan mengambil gulungan nya serta menyerahkannya pada gadis itu.
“Ini adalah jurus Angin, saya menemukan gulungan ini di reruntuhan selatan pulau mati 5 tahun yang lalu, tetapi bagaimanapun saya berusaha mempelajarinya, saya hanya berhasil 50% saja”
Komentar kakek itu sambil mempraktekkan jurus itu kepada Jen.
Kini kakek itu sudah berdiri di atas tiang listrik setinggi 5 meter.
Jurus Angin termasuk jurus level sedang yang bisa meringankan tubuh dan membuat nya bisa terbang. Selain itu, jika bisa menguasainya, jurus ini juga bisa menjadi senjata yang sangat kuat.
Hanya di level senior atau minimal level 20 barulah bisa mempelajari dan mengerti jurus ini.
“Kakek, bukankah seharusnya kakek ada di level 20 barulah bisa mengerti jurus ini, walau hanya setengah nya saja, tetapi mengapa menghadapi pencuri level 3 saja kakek tidak sanggup ?” Tanya Jen penasaran.
“Sejak keluar dari pulau Mati, tenaga dalam saya telah rusak, dan kini usia saya juga sudah semakin tua.”
Sih kakek menjelaskan kondisi nya.
" Ambil lah gulungan jurus ini dan bawa lah juga ini bersama mu, saya juga menemukan nya di pulau itu, saya tidak tau benda apa ini, tapi mungkin akan berguna.”
"Tapi Kek..?"
Jen ragu-ragu menerima benda berharga yang susah payah di dapat sih kakek.
"Anggap lah ini sebagai tanda terimakasih kakek"
Lanjut kakek itu sambil menyodorkan gulungan itu dan suatu benda bulat lonjong, kemudian kakek itu berlalu dari hadapan Jen.
Jen memperhatikan benda bulat itu.
Apa ini sejenis telur monster ?, pikirnya.
Kakek itu sungguh misterius, pulau mati adalah salah satu pulau tersembunyi dan sedikit orang yang tau tempat itu.
Disana banyak monster level tinggi, selain itu juga banyak tumbuh tanaman beracun liar yang tak kalah mematikan dari monster.
Setidaknya sih kakek harus sudah mencapai level 20 barulah bisa selamat keluar dari pulau itu, bahkan kalau sih kakek tidak beruntung dia bisa saja ketemu raja monster level 30.
Setelah kakek itu pergi, Jen menuju ke aliansi pencari, dan menyerahkan kedua pencuri itu, dan mendapatkan imbalan 70 koin perak per orangnya, sehingga total ny 140 koin perak.
Kini di kantong penyimpanannya sudah ada 240 koin perak, masih kurang untuk beli senjata bagus, tetapi cukup untuk membeli beberapa bahan obat sederhana.
Dalam ingatannya ia bisa membuat pil peredam suara tingkat dewa, tapi ia tak memiliki tungku emas dewa, batin nya.
Kembali hatinya menjerit mengingat tungku emas tingkat dewa nya yang sudah tidak ada lagi.
Dengan koin yang terkumpul ia hanya bisa membeli tungku sederhana dengan harga 200 koin perak, dan sisa nya membeli bahan-bahan obat.
Hari sudah mulai gelap, esok hari ia akan mulai meracik obat. Ia melangkahkan kakinya lebih cepat, segera ia sampai ke penginapan.
Melihat kedatangan Jen, Anes langsung merasa lega dan langsung menyambutnya.
“saya pikir nona tidak akan kembali lagi, saya sangat kuatir ?!" Ucap Anes yang ternyata sedari tadi gelisah menunggu kedatangannya.
“Aku tidak apa-apa, tetapi kenapa kamu sejak pertama kita bertemu selalu memanggil ku dengan sebutan nona, panggil nama saja, aku pikir usia mu bahkan lebih tua dari ku, sebenarnya kamu siapa?”
Akhirnya Jen berani menanyakan indentitas pria tersebut.
Anes tampak terdiam sejenak, lalu mulai menceritakan kisahnya.
“Saya adalah seorang pendekar dari 5 pendekar hitam, saat dalam misi pencarian iblis, kami terjebak dan kekuatan saya tersegel. Tidak ada yang dapat membuka segel itu kecuali seorang Legenda, tapi seorang Legenda itu telah seratus tahun yang lalu menghilang."
Anes menceritakan kronologis tersegel nya kekuatan dia.
"Ditengah keputusasaan, saya mendengar kabar bahwa seorang legenda itu masih ada dan memiliki tanda dikeningnya yaitu lambang matahari."
"Ohh, berarti orang itu sebenarnya memang masih ada, tetepi mungkin menyembunyikan diri ?"
Jen memotong cerita Anes.
"Maka itu saya menjadi pengembara guna menemukan seorang legenda itu, sebenarnya tidak ada yang tau percisnya wajah orang tersebut, karena ia selalu menutup wajah nya dengan topeng air emas. Hanya mata dan kening nya saja yang terlihat, bahkan ia memakai penutup kepala untuk menutupi rambutnya."