
Jen yang baru mengetahui kabar itu, jelas saja kaget.
Masih satu tahun sejak Ibu nya meninggal, dan ayah nya langsung berencana mengisi posisi permaisuri, apalagi posisi itu akan diambil oleh Selir Shan yang telah menjual nya ke perbudakkan dan yang meracuni ibu nya.
Mega berlalu dengan senyum puas melihat wajah Jen yang kaget luarbiasa, sedangkan Jen masih terdiam di tempat ia berdiri.
Jadi permaisuri?~, itu tak akan terjadi, lihat saja, akan ku bongkar kebusukan kalian, batin Jen.
Ia yang tadi nya hendak kembali ke paviliunnya, kini kembali ke paviliun pangeran Emus.
“Putri Jen tiba” Seorang pengawal kembali memberi pesan.
Tak lama keluar seorang pelayan, dan mempersilahkan Jen masuk.
“Kakak..~” Ucap Jen panik.
“Ada apa Jen, kenapa wajah mu kelihatan panik dan bingung seperti itu ?”
Pangeran Emus mengkuatirkan keadaan adiknya yang terlihat kesal.
“Apa benar minggu depan Selir Shan akan mengisi posisi Permaisuri ?”
Jen masih tidak percaya Raja secepat ini menggantikan posisi ibu mereka.
“Ia itu benar, kakak sudah bicara pada ayah beberapa bulan yang lalu, awal nya ayah setuju mengundur pemilihan permaisuri mengingat kamu yang saat itu juga menghilang.
Tapi beberapa hari kemudian ayah kembali bersikeras melanjutkan pemilihan permaisuri, dan Selir Shan yang selanjutnya menempati posisi tersebut.”
Pangeran Emus menceritakan detail dan kronologi nya.
“Ini, pasti hasutan dari Selir Shan, padahal dia yang menyuruh sekelompok perampok untuk menculik ku waktu itu, aku masih ingat senyum puas nya saat itu, dasar Selir ular !” Ucap Jen kesal.
“Mengenai penculikkan mu itu, kakak sudah mendapat informasi dari beberapa intel kakak, dan sudah menemukan sanksi atas kejadian tersebut” Ucap pangeran Emus semangat.
“Benarkah, lalu bagaimana hasilnya kak?”, Tanya Jen penasaran.
“Memang saat itu, Selir Shan ada disana, tapi bukti itu masih belum cukup kuat, jadi kakak mengutus orang untuk mencari kelompok penculik itu, dan telah menawan dua dari mereka yang bersedia bersanksi” Lanjut pangeran Emus.
“Itu bagus sekali kak, kita harus mengungkapkan kebenaran ini, sebelum Selir Shan diangkat jadi permaisuri, aku juga akan mencari tahu mengenai kematian Ibu, aku yakin ini juga ada hubungannya dengan Selir Shan” Ucap Jen serius.
“Baiklah kabari kakak kalau kamu butuh bantuan, kita jalankan rencana ini saat upacara pengangkatan Selir Shan”, Sambung pangeran Emus lagi.
Tak terasa hari sudah menjelang malam, Jen pamitan untuk kembali ke paviliun nya.
Sesampai disana Anes sudah menyelesaikan setengah dari penggalian ruang rahasia itu. Sedang Jen sudah selesai membuka tiap bingkisan dan menyimpannya dengan rapi.
“Anes, Rin aku punya misi untuk kalian”, ucap Jen serius.
Anes dan Rin segera mendekat dan mendengarkan dengan teliti apa yang disampaikan Jen.
Setelah Jen selesai menyampaikan misi tersebut, Anes dan Jen langsung menghilang berpencar.
Selanjutnya, tugas ku membuka topeng mereka, batin Jen.
Esok pagi nya, Jen telah bersiap-siap menuju ke paviliun utama, yaitu paviliun Raja.
Jen memperhatikan taman bunga yang tertata rapi di sekitar paviliun tersebut, Sudah lama sekali sejak kematian Ibu aku tak perna kesini lagi, batin Jen.
Ia mengenang kebersamaan nya dengan Ayah dan Ibu nya waktu ia masih kecil, mereka sering bermain di taman ini.
Saat tiba di halaman paviliun Raja, Jen melihat selir Shan keluar dari sana. Dan mereka pun berpapasan, Jen hanya diam saja tak menghiraukan kehadiran Selir ular itu.
“Putri Jen, tak mengira kamu kembali dengan selamat.”
Jan tak menghiraukan ucapan Selir Shan.
Biar lah dia ngomong sesuka nya saat ini, kita lihat bagaimana dia ngomong nanti setelah terbukti kesalahannya, batin Jen acuh.
Pengawal yang menjaga di pintu masuk paviliun melihat kedatangan Jen, dan menyampaikan pesan “Putri Jen tiba.”
Seorang pelayan datang menghampiri dan mempersilahkan Jen masuk.
Di lihatnya lah Raja yang sedang memeriksa beberapa berkas di meja kerja nya.
“Hormat pada Raja negeri Qua, diberkahi segala berkat” Sapa Jen pada Sang Raja.
“sudah dua hari kamu kembali, dan baru sekarang kamu datang kesini” Jawab Raja dingin.
“Maaf Yang Mulia, sesampai di istana. Saya melihat paviliun saya berantakan sekali, jadi saya bermaksud kesini setelah urusan di paviliun selesai” Jawab jen sambil berlutut.
“Saya dengar baru saja kamu kembali, kamu langsung menghukum kepala pelayan, dan mengganti beberapa pelayan mu.”
Sambung Raja lagi sambil terus memperhatikan berkas-berkas di meja nya itu.
“Apa saya salah menghukum pelayan yang membiarkan paviliun putri berantakan dan kotor?” Jawab Jen dengan masih tetep berlutut.
“Baiklah, kamu sudah melakukan hal yang benar, yang penting kamu baik-baik saja” Lanjut Raja.
Kali ini Raja meletakkan berkas-berkasnya, sebenarnya masih ada beberapa tumpuk lagi yang masih harus diselesaikan Raja.
Baik-baik saja?, darimana kau tau aku baik-baik saja, selir ular mu itu hampir saja menjadikan anak mu ini budak, batin Jen dalam hati.
“Jen, mengapa gaun mu sederhana sekali ?” Raja akhirnya memperhatikan nya, dan heran melihat penampilan Jen.
Sebenarnya selama ini Raja pun tak pernah memperhatikan apa yang dikenakan Jen, ia selalu sibuk, dan Selir Shan selalu berusaha membuat hubungan ayah dan anak ini semakin renggang.
“Saya.. sebenarnya saya ingin memakai gaun yang perna ibu berikan pada saya untuk menemui ayah setelah lama tidak bertemu, tapi Mega memakainya semalam” Pancing Jen.
“Mengapa bisa Mega yang memakai gaun mu?” Tanya Raja tidak percaya.
Yes, Raja terpancing, pikir Jen.
Ia melanjutkan rencana nya.
“Apa Ayah ingat, saya perna mengadu pada Ayah dulu, saat Mega ingin memakai gaun kesayangan saya dulu?” Ucap Jen.
Ia mengangkat wajahnya dan memandang Raja.
“Tentu saja, kamu bersikeras tak mengijinkan Mega meminjam gaun mu, padahal kamu memiliki banyak gaun-gaun yang indah” Jawab Raja mengingat kejadian saat itu.
“Ayah sebelum kejadian itu, apa ayah pernah dengar aku menolak permintaan Mega saat ia meminta hiasan rambut ku, atau saat ia meminta gaun yang lain yang aku miliki?” Jawab Jen.
Raja berpikir sejenak. “Apa sebelumnya ia pernah meminta yang lain ?”
Tampak Raja mulai mengerutkan keningnya, seperti nya Raja masih belum percaya sepenuhnya kalau Mega sampai berbuat begitu pada Jen.
“Tentu saja pernah, tapi tak ada diungkit hal tersebut saat aku menolak permintaan Mega sekali itu.”
Sambung Jen lagi dengan raut wajah sedih.
“Sejak saat itu, segala milik ku apapun itu dengan leluasa diambil oleh Mega, termasuk gaun dari ibu” Lanjut Jen.
Tampak airmatanya mulai mengalir membasahi wajah cantik jelita nya itu.
Raja tentu saja kaget mendengar cerita Jen, karena sebelumnya tak pernah ada kabar mengenai hal itu yang sampai ke telinga nya.