
“Nona sungguh cantik dan anggun.”
Kagum Anes dan Rin.
Jen hanya tersenyum mendengar pujian mereka. Sebab Ia juga sungguh kagum dengan kecantikannya yang luar biasa ini.
Ntah sudah berapa jam ia duduk di depan cermin mengagumi dirinya.
Oh, Putri Jen kalau kau ada di dunia ku, pasti kau sudah menjadi Artis terkenal, kagum Jen.
Setelah semua persiapan selesai, mereka bertiga berjalan menuju ke paviliun utama, tempat acara tersebut di gelar.
Saat mereka tiba disana, acara sudah dimulai, dan sudah hadir para bangsawan, ada yang dikenal Jen ada juga yang masih asing.
Tampak juga Mega dikerumuni gadis-gadis bangsawan yang sangat kagum dengan gaun yang dikenakan nya.
Sekarang kau bisa sombong, gumam Jen yang sejak tadi melirik Mega.
“Haii.. Jen.. ! “
Tiba-tiba seorang gadis datang menghampiri Jen.
Jen memperhatikan gadis itu, rasa akrab menyelimuti nya, ia mencoba mengingat-ngingat gadis tersebut.
Ahh, itu Meimei, nona muda dari keluarga Sian, teman kecil putri Jen. Tapi sudah lama sekali mereka tidak bertemu karena tubuh gadis ini sangat lemah dan sering sakit-sakitan.
Keluarga Sian banyak berkontribusi dalam penyediaan senjata, mereka adalah Ahli tempah yang sangat terkenal dan salah satu tamu kehormatan di acara itu.
“Meimei.. kamu tumben banget keluar rumah, bagaimana kondisi mu ?” Tanya Jen kuatir.
“Aku bersikeras membujuk ayah ku untuk mengijinkan aku ikut kesini, aku merindukan mu Jen.”
Dalam sekejap ia memeluk erat Jen.
“Tapi jadi aku yang kuatir.” Sambung Jen.
Meimei tersenyum saja mendengar kekuatiran Jen.
Jantung Meimei sangat lemah, ia tidak boleh lelah, sebenarnya ada obat level tinggi yang bisa mengobatinya.
Hanya saja bahan-bahan nya sangat sulit di dapat dan peracikannya juga sangat sulit, jangankan disini, didunia Jen saja biaya pengobatan nya sangat mahal dan juga tidak bisa disembuhkan 100%.
Pernah beberapa kali ayah nya mendatangkan ahli peracik, tapi itupun masih gagal, hanya bisa mengurangi rasa sakitnya saja.
Meimei menarik tangan Jen dan bersama masuk ke dalam paviliun, disana juga sudah hadir Mega yang tentu saja mengenakan gaun dari kain dan benang yang di ambilnya dari Jen.
Melihat itu terlukis senyum licik dari wajah cantik Jen.
Sesuai dugaan ku, batinnya.
Melihat Jen sudah datang, Mega yang sedari tadi asik ngobrol dengan nona bangsawan lain datang menghampiri Jen.
Apalagi kalau bukan untuk memamerkan gaun barunya.
“Kakak, akhirnya kau datang juga?!” Ucap Mega dengan wajah sok polos nya.
Melihat perbedaan gaun yang dipakai mereka, para nona bangsawan mulai bergosip.
psst ” Lihat lah gaunnya”, “Sederhana sekali, jauh banget level nya dengan putri Mega”, “memang tidak bisa dibandingkan”, “Dasar putri tidak berguna”.
Mendengar bisik-bisik mereka, Jen hanya tersenyum tipis.
Permainan baru di mulai, batinnya.
“Jen tak usah ambil hati, kamu cantik banget kok pakai gaun ini.”
Mei-mei mencoba menenangkan Jen.
“Aku baik-baik saja Mei, tenang saja” Jawab Jen tersenyum pada Meimei.
Jen menyentuh gaun Mega.
“Wahh Mega tidak nyangka kamu bisa menyulap kain dan benang itu jadi gaun sebagus ini.”
Tampak Jen tersenyum kagum.
“Apa maksud mu?” Balas Mega heran.
Jen sengaja membuat suara nya agak besar supaya di dengar Raja.
Psst… “Jadi Mega yang memaksa ya”, “Kasihan sekali putri Jen”, “Benar juga, masa anak dari selir bisa memakai gaun seperti itu."
Para nona bangsawan lanjut bergosip.
Sang Raja yang sedari tadi sudah hadir disana, dan mendengar pembicaraan mereka langsung memperhatikan gaun yang dipakai Jen dan gaun yang di pakai Mega.
“Jen dan Mega apa maksud nya ini, bukankah kain dan benang itu saya berikan pada mu Jen, kenapa sekarang ada pada Mega?!”
Sambung Raja yang akhirnya menyadari pakaian yang dikenakan mereka.
Mega spontan kaget, tak menyangka kain dan benang itu diberikan Raja khusus untuk Jen.
“Ayah, malam setelah ayah memberikan kain dan benang ini, Mega datang dan melihat nya, lalu mengambil paksa kain dan benang ini dari saya.” Ucap Jen dengan wajah sedih.
"Anak kurang Aj*r berani sekali kamu merempas milik Putri, pengawal cambuk dia 30x !!"
Perintah Raja geram mengetahui ternyata benar selama ini Mega sering merampas milik Putri.
“Maaf Yang Mulia, saya..saya tidak tau kalau kain dan benang ini pemberian anda~”
Mega gemetar wajah nya terlihat pucat ketakutan.
Kini para undangan memandang iba pada Jen yang ternyata selama ini benda miliknya sering dirampas Mega.
Selir Shan yang menyadari nyawa anak nya terancam segera berlutut.
“Yang Mulia maafkan lah anak hamba, dia masih terlalu muda untuk dapat berpikir bijak.”
Selir Shan memohon sambil berlutut.
“Ayah waktu dulu, saat Mega ingin gaun saya, dan saya tetap tidak memberikannya, saya mendapat hukuman, padahal waktu ini, usia saya bahkan lebih muda dari Mega" Balas Jen sedih.
“Putri, itu karena kamu terlalu pelit meminjamkan satu gaun mu saja pada adik mu ini !” Teriak Selir Shan kesal.
Selir Shan terus berlutut dan memohan pada Raja, agar melepaskan anak nya
“Tapi… dia juga merampas gaun pemberian ibu dan sekarang dia berani merampas hadiah dari ayah”, Balas Jen.
Kini airmatanya mulai mengalir membasahi wajah jelita nya.
Para undangan menjadi Iba terhadap Jen. Putri yang malang, setelah permaisuri ibu nya meninggal, ia malah diperlakukan dengan kejam di istananya.
Raja melihat Selir kesayangannya itu terus berlutut sambil menangis, akhirnya Raja juga merasa iba padanya.
“Baiklah, karena ibu mu terus memohon, sekarang juga kamu dihukum baca 20 buku tata krama kerajaan selama sebulan, dan untuk 1 tahun kedepan, kamu tidak diberikan uang bulanan !” Perintah Raja.
Terlihat wajah Mega syok, begitupun Ibu nya, tapi itu masih lebih baik daripada hukuman mati, pikir mereka.
“Terimakasih atas kemurahan hati Yang Mulia.”
Mega berlutut dan menundukkan kepalanya hingga menyentuh lantai dan meninggalkan paviliun untuk memulai hukumannya, wajahnya terlihat merah menahan amarah dan juga malu.
Jen hanya tersenyum tipis, ini baru permulaan, tunggu sampai Raja tak bisa membela kalian lagi, batin Jen.
“Terimakasih Ayah, untuk keadilan yang ayah berikan pada saya” Ucap Jen sambil berlutut.
Ia sengaja mengucapkan kata ayah agar semua bangsawan yang hadir disana berpikir kalau ia dan Raja memiliki hubungan yang dekat.
Rin dan Anes yang juga hadir di acara itu melihat kagum pada nona mereka yang entah sejak kapan semakin cerdik.
Acara terus dilanjutkan, para nona bangsawan kini mendekati Jen, mereka juga kaget ternyata putri Jen tidak seperti yang dirumorkan. Karena sebelumnya Jen memang jarang ikut acara-acara kelas atas.
Di paviliun Mega.
“ARRKKK, brengs*k, berani nya dia menjebak ku !!” Teriak Mega kesal.
Ia melempari guci-guci yang ada disekitarnya.
Sedangkan di paviliun utama acara berlangsung meriah.
Perlahan Jen keluar dari paviliun, ia juga sebenarnya malas bertemu dengan para nona bangsawan bermuka dua.