INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 56: BERTARUNG MELAWAN PASUKAN IBLIS



Sebelum pasukan iblis itu menyerang Jen melompat mundur dan melontarkan bola-bola cahaya itu dan dengan cepat bola-bola cahaya itu meledak, dan langsung menghancurkan sekelompok pasukan iblis.


“Ju~jurus apa itu ? sangat kuat” Ucap mereka.


Karena sebagian besar pasukan Iblis telah hancur di sebabkan ledakkan bola cahaya Jen, sisa nya lebih mudah untuk dikalahkan oleh pasukan kami.


Jen mendekati ketua kelompok yang terluka parah, dan memberikannya satu pil emas.


“Ini ~ ini pil penyembuh tingkat emas, apa kamu yakin memberikannya pada ku ?”


Sih ketua kelompok tampak nya tidak percaya pil yang sangat berharga itu diberikan Cuma-Cuma oleh Jen pada nya.


“Kamu terluka sangat parah, kalau tidak segera minum pil ini, sebagian besar titik meridian mu akan benar-benar rusak selamanya !”


Selain pil itu Jen juga mengeluarkan beberapa pil penyembuh level sedang untuk anggota kelompok lainnya yang terluka.


Mereka segera menelan pil itu perlahan luka-luka mereka menghilang bahkan tenaga mereka langsung pulih dan meningkat.


“Nona maafkan kami yang telah menyinggung mu tadi”


Ketua Kelompok A datang mendekat, dan sambil berlutut memohon maaf serta berterimakasih.


“Aku tak menyalahkan mu, tak perlu minta maaf, memang sudah tugas ku juga membantu kelompok ini” Balas Jen.


“Gawat kelompok C kesulitan menghadapi pasukan iblis ini !”


Terlihat seseorang datang ke kelompok A untuk meminta bantuan karena mereka melihat kami sudah selesai menghancurkan pasukan iblis yang menuju ke arah kami tadi.


“Baiklah kami kesana !”


Ketua kelompok A dan beberapa pasukan yang telah pulih menuju ke kelompok B, Jen pun ikut bersama mereka.


Sesampai disana, ternyata keadaan nya kacau sekali, banyak anggota kelompok C yang terluka, bahkan ada yang sampai terluka parah. Pasukan Iblis pun telah berhasil menerobos pertahanan mereka. Segera kami ikut bertarung melawan para pasukan Iblis tersebut.


“Kak Max awas !!” Teriak Jen pada ketua kelompok A.


Salah satu Jendral Iblis menyerang Ketua kelompok A, untung Jen tepat waktu berteriak mengingatkan nya, sehingga hanya luka gores yang melukai pria itu.


Dengan cepat Jen menggunakan Jurus Angin nya, terbentuk lah sebuah panah yang melesat cepat kearah iblis itu hingga terluka parah. Segera Jen memanfaatkan moment itu untuk melancarkan jurus Pengumpul Cahaya nya lagi dengan cepat bola-bola cahaya terbentuk dan mengarah ke sekelompok Iblis yang menyerang kelompok C.


Jurus Pengumpul Cahaya sangat kuat walau Jen hanya menggunakan 30 persen dari kekuatan jurus itu, sehingga kelompok Iblis yang berhasi menerobos mereka segera hancur dan hanya bertahan beberapa iblis, kelompok C dan kelompok A bersama-sama menyerang Iblis yang tersisa.


Kelompok yang lain juga hampir selesai menyerang kelompok iblis yang lain, anggota kelompok C yang terluka dibantu Jen dengan pil obat yang dimiliki nya, perlahan luka-luka mereka pun sembuh dan tenaga mereka pulih kembali.


“Terimakasih Nona Jen, kau menyelamatkan nyawa ku, mulai dari sekarang nyawa ini milik mu !”


Max ketua kelompok A kembali bersujud dan menyerahkan dirinya sebagai budak Jen.


Klik, Jen melihat nameboard pria itu sekali lagi.


Max (anak menteri pertahanan kerajaan Lue)


Level: 40


Kemampuan: Pedang Pembelah Naga.


Pedang Pembelah Naga adalah bakat lahir yang dapat memanggil suatu pedang Legendaris yang sangat kuat dan tajam.


“Jen !”


Tampak Pangeran Vei dengan cepat menuju ke arah Jen.


“Apa kamu terluka ?” Ucap nya kuatir.


“Aku baik-baik saja, pelatihan ini cukup menegangkan”


Aku cukup menikmati kejadian ini, karena kejadian ini aku jadi bisa lebih mengontrol kekuatan ku.


“Pelatihan..??”


Serentak mereka menoleh kearah ku.


“Kenapa ?, bukannya ini pelatihan tingkat dua ?”


“Sejak kapan pelatihan tingkat dua sesulit ini?, ini adalah misi kelompok kami untuk menghalangi pasukan Iblis masuk ke perbatasan !”


Salah satu dari mereka akhirnya buka suara.


“Ahh, itu.. ya anggap aja ini bagian dari pelatihan”


Pangeran Vei mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghindari tatapan tanda tanya ku.


“Karena kita sudah berhasil mencegah para Iblis, sekarang kita kembali ke perguruan dan membuat laporan hasil dari misi ini !”


Pangeran Vei memberikan beberapa instruksi kepada para Ketua kelompok.


“Hem.. tolong nama ku jangan di cantumkan ya, soalnya aku kan dari awal tidak terdaftar dalam kelompok manapun”


Jen langsung menolak saat melihat mereka mulai menulis laporan.


“Baiklah, padahal kalau nama mu dicantumkan itu berpengaruh ke nilai mu” Ucap salah satu dari mereka.


“Tak apa, patokan ku bukan nilai tapi kemampuan”


Jen menjawab dengan cuek.


Setelah mereka berkemas, mereka pun kembali ke perguruan, dan Jen berpisah dengan mereka.


Baru saja Jen sampai, Ulala, Anes dan Rin segera mengunjungi nya ke asrama nya.


“Jen !”


Kompak mereka masuk melalui pintu yang tak tertutup rapat.


“Ada apa dengan kalian terlihat kuatir begitu ?”


“Aku dengar dari Pangeran Vei, kalau kamu ikut dalam misi mereka menghadang para Iblis ?” Ucap Ulala memastikan hal itu.


“Oh, ya itu benar, dan berkat itu aku jadi berlatih mengontrol kekuatan ku”


“Lalu kenapa nona tidak mencantumkan nama mu, padahal itu bisa meningkatkan nilai nona !”


Sepertinya Anes tak terima perjuangan ku yang tidak terdaftar dalam misi itu.


“Tak apa, aku juga tak ingin menjadi pusat perhatian” Balas Jen.


Akhirnya Anes menyerah untuk membujuk ku.


Pasukan Iblis mulai bergerak untuk menguasai dunia ini, tugas para klan untuk menjaga perbatasan, kalau Iblis itu berhasil menerobos pertahanan dan masuk ke wilayah kerajaan, maka dapat dipastikan keruntuhan zaman manusia.


Aku harus bertambah kuat untuk menjadi yang nomor satu di dunia ini, batin Jen.


“Nona ?” Rin membuyarkan lamunan Jen.


“Bulan depan kita akan bertanding, kita harus berlatih !” Ucap Jen.


“Tapi Nona semua tempat pelatihan di perguruan ini telah penuh, dan banyak yang masih menunggu antrian” Ucap Anes.


“Aku tahu tempat yang bagus !”


Jen ingat tempat latihan rahasia yang pernah di bangunnya dulu. Mereka mengikuti Jen menuju kesuatu tempat yang semakin lama semakin sedikit orang berlalu lalang. Tempat itu ada di puncak di belakang perguruan.


“Waauu.. aura di tempat ini sangat kuat dan murni !”


Ulala tidak percaya ada tempat sebagus ini di belakang perguruan. Jen mengeluarkan Yola, Red dan Nath serta Nobel dari ruang dimensi nya.


“Akhirnya aku melihat langit  lagi” Ucap Nath girang.


“Nona dari mana anda tahu tempat ini ?” Tanya Anes.


“Oh, saat berkeliling kebetulan aku melihat tempat ini”


Jen mencari alasan yang masuk diakal, karena tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya pada mereka.