INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 51: KLAN LANGIT



“Panggil mereka kesini kita kan harus daftar ulang ke Klan Langit”


Mendengar perintah Jen Anes segera ke hutan lagi untuk memanggil rekan mereka yang masih berlatih.


Sekitar setengah jam kemudian, mereka telah berkumpul di paviliun Jen.


“Kami akan ke Klan Langit, kalian yang tak terdaftar sementara tinggal di ruang dimensi ku dulu, disana kalian bisa berlatih sepuasnya.”


Setelah mengatakan itu, Jen membuka ruang dimensi nya, mereka bertiga masuk kesana.


Anes dan Rin bersiap-siap untuk berangkat.


Untuk ke klan Angin mereka harus melakukan perjalanan panjang, Pangeran Emus juga telah menunggu mereka di gerbang Istana.


Selain itu, Raja dan para Selir dan anak-anak mereka juga ada disana.


“Ayah, ambil lah ini, tiup saja jika Ayah dalam bahaya atau terdesak, dan ini ambil juga kantong ini, di dalam nya ada pil-pil obat untuk Ayah”


Jen menyerahkan sebuah peluit berbentuk kerang, dan sekantong pil obat level tinggi untuk di minum Raja untuk meningkatkan kesehatan dan kekuatan nya.


Raja melihat isi kantong itu, ada banyak pil level tinggi yang sangat bagus dan langka.


“bagaimana dengan mu Nak, semua pil ini sangat berharga juga untuk mu ?”


“Tak perlu kuatir, aku masih menyimpan banyak.”


Mereka pun berpamitan dan meninggalkan Istana.


Untuk sampai ke Klan Langit kelompok Jen harus melalui Portal, atau butuh waktu sebulan untuk sampai kesana karena jarak nya yang sangat jauh.


Mereka menuju ke Portal yang sebelumnya mereka coba, disana Ulala sudah menunggu mereka.


“Apa kamu sudah lama Ulala ?”


Jen mendekati nya.


“Tidak juga, baru beberepa jam yang lalu saya sampai Putri” Ucap nya.


“Ya sudah yok kita berangkat”


Mereka berjalan menuju ke portal itu.


“Putri Jen dan Pangeran Emus sebelumnya hamba berterimakasih karena telah menyelamatkan nyawa adik saya Selir Ika”


Ulala berlutut di depan ku dan Pangeran.


Wou, cepat sekali berita itu sampai ke telinga nya, batin ku kagum.


“Adik hamba benar-benar berdosa dan layak dihukum mati, tapi Putri dan Pangeran memaafkan nya, hamba berhutang nyawa menggantikan adik hamba”


Ulala masih dalam posisi berlutut, kepala nya ditundukkan sampai menyentuh lantai.


“Kami melakukan itu, mengingat anak dalam kandungannya yang tidak bersalah, kalau tidak pasti dia dan selingkuhannya sudah ku hukum gantung di depan umum !”


Pangeran Emus menjadi marah mengingat penghianatan Selir nya itu.


“Kakak sudah lah, kebaikkan kakak ini pasti suatu saat akan terbalaskan”


Jen menyentuh pundak Pangeran Emus, dan menepuk-nepuk nya pelan hingga pangeran kembali ke mood terbaiknya dan kami pun memasuki portal itu.


***********


Dalam sekejap kami sudah tiba di klan Langit, agak jauh dari gerbang utama. Red, Nath dan Yola sudah di simpan di ruang dimensi Jen.


Sesampai di depan gerbang terlihat beberapa murid luar menghadang kami.


“Astaga ku kira kali ini yang lulus dari Kerajaan Anol lagi, ternyata hanya dari kerajaan Qua”


Seorang murid luar mendekat ke Rin.


“Ku peringkat kalian, jangan berani-berani menyentuh nya seujung jari pun !”


Jen duduk diatas sebuah batu.


“Memang nya kamu bisa apa kalau si cantik ini ku ambil !”


Pria itu menarik tangan Rin.


“Berani sekali kamu menyentuh ku dengan tangan kotor mu !”


Rin tampak kesal, dan mengibaskan tangannya dari pria itu, pria itu tak menyerah dengan beberapa jurus ia berusaha menakuti Rin. Rin membalas nya dengan kekuatan pengontrol pikirannya, dalam sekejam pria itu terjungkal ke belakang. Wajahnya pucat dan kemudian pingsan.


“Kurang ajar berani nya dia, panggil Pak Bos kesini !”


Seseorang dari mereka pergi dan tak lama kemudian orang itu datang lagi bersama seorang pria besar.


Klik, Jen melihat nameboard pria itu.


Level: 26


Kemampuan : Otot Baja


Psst.. “Sekarang nona ini dalam masalah besar !”, “Salah nya sendiri berani menyinggung tuan muda !”


Seperti biasa, bisik-bisik tetangga mengganggu pendengaran Jen.


“Sebaiknya kalian semua minta maaf sambil berlutut di kaki kami dan serahkan hak murid dalam kalian !”


Pria itu mengancam dengan pria kekar itu di sebelah nya.


Jen terlihat cuek saja, sedangkan Rin mulai kesal diganggu para kutu.


“Nona, apa tidak apa saya membereskan semua kutu ini ?”


Rin meminta izin pada Jen.


“Silahkan saja, lagian ini sebenarnya sudah jadi tradisi kesempatan untuk murid luar menjadi murid dalam”


Jen masih terlihat duduk santai sambil menjelaskan pada Rin.


“Lihat wanita itu sampai terdiam, pasti dia sedang ketakutan !”


Salah satu dari mereka menunjuk pada Rin.


“Baiklah karena aku sudah dapat ijin dari Nona ku, jadi aku tak akan menahan diri lagi pada kalian !”


Rin mulai membuat kuda-kuda, dan pria besar itu tampak maju dengan lengan hendak meninju Rin.


“Terimalah kematian mu nona !” Teriak pria kekar itu.


Dengan cepat Rin menghindar, dan dengan kekuatan pengontrol pikirannya ia masuk ke dalam pikiran pria itu. Pria kekar itu terkejut dan ia mulai keringat dingin, mata nya melotot wajah nya seketika pucat, kini ia terlihat seperti orang gila yang ketakutan. Langkah nya menuju ke rekan nya yang lain, dan mulai menyerang mereka satu persatu. Semua yang hadir terkejut dan segera menghindar, lalu pria itu terjatuh dan tergeletak di tanah.


Setelah pria besar itu tergeletak murid luar yang lain tampak ketakutan.


Psstt.. “Kita menyinggung orang yang salah”, “wanita itu punya kekuatan pengontrol pikiran yang mengerikan”, “Kita harus mundur”


Terdengar bisik-bisik diantara murid luar tersebut.


“Aku sudah memperingatkan kalian tadi, tapi kalian tidak mau mendengarkan”


Jen menatap murid-murid luar itu, dan mengajak rekan nya bersama-sama masuk ke gerbang.


Mereka memasuki gerbang itu dengan mudah nya, disana beberapa murid dalam ternyata juga menyaksikan pertarungan mereka tadi.


Rin mendekati salah satu murid dalam, dan menanyakan ruang administrasi.


“Aku akan menunjukan nya pada kalian !”


Seorang pria mendekati Jen, ia terlihat ramah dan menyenangkan.


Klik, Jen melihat nameboard pria itu.


Samuel (putra perdana menteri kerajaan Anol)


Level: 35


Kemampuan: super Jenius.


“Panggil saja aku Sam, aku sudah menunggu kalian sejak tadi”


“Kalau begitu kenapa tadi kau tak membantu kami saat diserang murid luar !”


Komentar pangeran yang merasa tidak percaya pada Sam.


“Kalau kalian tidak bisa mengalahkan mereka, bagaimana bisa kalian disebut murid dalam”


Apa yang dikatakan Sam benar, bisa dibilang babak terakhir pertandingan sebenarnya mengalahkan murid luar.


“Jadi karena kau telah menunggu kami, berarti kau teman nya Vei ya ?” Ucap Jen.


“Ping pong, kamu cukup jeli”


Ia tersenyum sambil memainkan jari nya pada Jen.


Kami mengikutinya menelusuri jalan setapak, lalu melewati sebuah taman dan kolam yang besar dengan air mancur di tengahnya.


“Waahh,, indah sekali di dalam sini, kenapa bisa air itu terus menerus mengeluarkan air dengan begitu indahnya, seperti bunga yang terbuat dari air ?”


Ulala terlihat kagum dan penasaran.