
“Benar juga, aku kuatir ayah tidak peduli pada kita tadinya, karena tidak hadir di seleksi sebelumnnya” Ucap ku ragu.
Pangeran mengelus kepala ku dengan lembut.
“Test terakhir ini, akan menentukan kalian masuk murid dalam atau luar, sekarang ikut saya ke sisi lain tempat ini !” Lanjut sih pembawa acara.
Kami mengikuti nya, dan memasuki suatu portal. Portal itu bersinar dan kami terlempar keatas, dengan jurus angin aku mendarat dengan mulus, begitupun masing-masing mereka dengan kemampuan nya juga mendarat dengan mulus.
Red dan Nath ku sembunyikan di ruang penyimpanan ku.
Dalam sekejap kami sampai ke Klan Langit.
Tampak gerbang besar berkilau di depan kami, dari luar gerbang itu kami dapat melihat bangunan-bangunan megah, juga dikelilingi bukit-bukit dan gunung, serta aura disini sangat murni.
Untuk bisa ke depan gerbang nya saja, perlu persetujuan dari penjaga gerbang klan tersebut.
Semua tampak kagum dan takjub melihat pemadangan di depan mereka.
Hanya Jen saja yang tidak heran, karena ia sendiri yang bangun tempat ini dulu.
“Baiklah untuk semua peserta, siapa yang dapat melewati gerbang ini, maka ia menjadi murid dalam !”
“Hanya itu saja syarat nya ?”
Salah satu peserta masih tidak yakin.
“Tentu saja, silahkan lewati gerbang ini” Ucap pembawa acara.
Beberapa peserta segera maju dan mencoba melewati gerbang itu.
Baru beberapa langkah di depan gerbang, mereka terpental.
“Apa yang terjadi, kenapa mereka terpental ?” Ucap Ulala.
Tak sembarang orang bisa melewati gerbang ini, mereka harus memurnikan aura mereka terlebih dahulu.
Untuk memurnikan aura, seseorang harus berkonsentrasi penuh, dan minimum level harus 20.
“Baiklah kalian diberi waktu 1 bulan untuk bisa memasuki gerbang ini, selamat berusaha !”
Setelah sih pembawa acara menyampaikan pesan nya, segera ia kembali ke portal dan meninggalkan kami di sisi luar gerbang ini.
“Kita harus meningkatkan level kita dalam sebulan ini” Ucap Pangeran.
“Putri Jen bagaimana dengan mu, level mu masih jauh dari 20 ?”
Ulala tampak kuatir kalau aku tak akan sanggup melewati gerbang ini dalam waktu sebulan.
“Tak usah kuatirkan aku, kita harus menambah level dulu, aku tau tempat yang bagus disini”
Mereka tampak heran, darimana Jen bisa tau daerah disini.
Beberapa peserta berusaha masuk lagi, tapi lagi-lagi ia terpental.
Saat mereka berusaha masuk, beberapa orang dari klan Langit melewati gerbang itu, ia memandang remeh kami, ada juga yang acuh saja.
“Lihatlah mereka, bisa dengan mudah melwati gerbang ini ?”, kata salah satu peserta.
“Orang yang masuk ke gerbang ini adalah murid dalam klan Langit, dia pasti sangat hebat ?” Ucap yang satu nya lagi.
Kami hanya diam saja, dan meninggalkan tempat itu, untuk kesuatu tempat yang Jen ketahui yang bisa memepercepat naik level.
Rombongan Jen menuju ke suatu kolam, di atas bukit Api yang tak jauh dari gerbang. Air kolam itu berwarna perak dan aroma belerang menyengat hidung mereka. Suhu air kolam itu cukup untuk merebus makanan.
“tempat apa ini dek ?”
Pangeran berusaha menutup hidungnya yang terganggu dengan aroma air kolam.
“Kita akan berendam di kolam ini” Ucap Jen.
“Apa ?!, Nona ingin kita jadi ikan rebus ?”
Rin tidak percaya Jen mengatakan supaya masuk ke kolam yang terlihat angker itu.
“Tidak akan, aku serius”
Jen melompat ke dalam kolam.
Bluupp..bluup..
“Nona ??”
Tampak mereka kuatir dan heran melihat Jen yang malah menikmati kolam tersebut.
“Ayolah ini sangat bagus untuk menaikan level dan memurnikan aura”
Akhirnya walau terlihat ragu-ragu, tapi akhirnya mereka menuruti perkataan Jen.
Air nya memang panas sekali, tapi itu sangat nyaman, tubuh mereka yang letih seakan dipijit oleh air itu.
Untuk orang yang sudah mencapai level 10, akan aman masuk kesini, tapi yang dibawah level 10, yaa ucapkan see goodby, batin Jen.
Beberapa kali air itu berubah jadi hitam, lalu kembali jadi perak. Air yang menghitam dikarenakan kotoran dalam tubuh dimurnikan.
Lama mereka berendam di kolam itu, dan satu persatu naik 1 level.
Setelah naik 1 level mereka keluar dari kolam dan berlatih disisi kolam untuk memaksimalkan kekuatan mereka setelah itu kembali ke kolam untuk naik level lagi.
Khusus untuk Anes dan Rin yang tidak bisa naik level, Jen melatih kemampuan khusus, karena walau mereka belum level 20 tetapi kekuatan mereka bahkan setara dengan orang yang level 30.
Jadi sebenarnya, untuk memasuki gerbang itu, tidak harus level 20, tetapi kemampuannya minimal harus setara dengan level 20.
Selain berendam di kolam itu, mereka juga ke dalam hutan untuk berburu monster.
Monster yang ada di kawasan Klan Angin minimal level 10.
Itu sangat bagus untuk meningkatkan kemampuan mereka. Hanya dalam sebulan, mereka telah berkembang sangat pesat dibawah bimbingan Jen.
“Dek, kakak baru tahu ternyata kamu sangat hebat dalam melatih jurus”
Pangeran sangat kagum dengan kemampuan dan kekuatan Jen.
“Saya juga sangat kagum dan menghormati Putri”
Ulala setuju dengan pendapat pangeran.
“Besok akan dimulai test penentuannya, semoga kita semua berhasil masuk ke gerbang !”
Pangeran memberi semangat pada kami.
Jen memperhatikan pangeran, dan teringat dengan Selir Ika.
Apa yang terjadi ya kalau pangeran mengetahui Selir ika hamil anak orang lain ?, batin Jen.
Sebenarnya jen ingin sekali memberitahukan hal itu, tapi pikirnya lebih baik saat ini pangeran tidak tahu dulu sampai test terakhir besok selesai.
Malam itu, mereka terlelap,dan tak terasa pagi pun tiba. Mereka kembali ke gerbang masuk klan Angin.
Disana peserta yang lain juga telah tiba, dan ada beberapa murid klan Angin yang menonton kami.
“Mereka semua tampak lemah”, ucap seorang murid dari dalam gerbang.
“Seperti nya tahun ini pun tidak ada yang lulus jadi murid dalam”, Ucap yang lainnya lagi.
“Lihatlah bahkan di antara mereka ada yang masih di level 20 kebawah”, sambung mereka.
Perhatian mereka sepertinya jatuh pada Jen, Anes dan Rin yang masih dibawah level 20.
“Selalu ada orang-orang yang meremehkan kita, Nona apa perlu saya memberi mereka palajaran ?”
Rin tampak kesal, dan ingin memberi mereka pelajaran, untuk Jen segera mencegahnya.
“Jangan sekarang Rin, biar mereka kagum karena walau level kita masih belum 20 tapi kita bisa melawati gerbang itu”
Jen sangat yakin, kalau rombongannya akan berhasil memasuki gerbang.
“Ok, para peserta yang luar biasa, tampak nya kalian telah berhasil meningkat dengan sangat cepat sebulan ini !”
Sih pembawa acara tiba-tiba muncul dan langsung berbicara keras.
Suasana yang tadi nya tegang, menjadi lebih kondusif.
Kesepuluh peserta berbaris, dan satu persatu mencoba kembali, tetapi walau level mereka sudah 20 mereka tetap tidak bisa memasuki gerbang itu.
“Mereka pikir hanya dengan level 20 bisa memasuki gerbang ini, murid luar saja rata-rata sudah level 20 tetapi juga tidak bisa memasuki gerbang ini”
Seorang murid dalam berkomentar.