
Kini mereka berada di dalam kota terluar negeri Qua, dan berkeliling mencari penginapan untuk mereka nanti bermalam.
“apa kamu sudah mendaftar pertandingan besok”, ucap salah satu pemuda ke teman nya.
“tentu saja, sudah tiga tahun aku menunggu kesempatan ini, dan kebetulan pertandingannya diadakan di negeri ini, khususnya di kota kita ini, jika kita bisa masuk 10 besar, kita bisa mewakili negeri ini masuk klan LANGIT”, balas pemuda yang satunya.
Di dunia ini ada 10 Kerajaan dan 3 kerajaan terkuat menguasai dunia Yaitu Kerajaan Lue di urutan ketiga, Kerajaan Qua diurutan kedua, dan Kerajaan Anol yang pertama . Dan ada 4 klan terkuat yang menguasai dunia ini.
Klan API, AIR, TANAH, dan ANGIN. Masing-masing klan memiliki Sang Legenda nya sendiri. Jen adalah Sang Legenda Klan ANGIN. Dan membawa klan ini menjadi yang terkuat diantara tiga lainnya. Tetapi sejak menghilangnya ia seratus tahun yang lalu, klan ini tidak sekuat dulu, dan kini menjadi yang terlemah dari tiga klan lainnya.
Tetapi dari klan lainnya, tentu saja klan ANGIN masih menjadi empat terbaik dari ratusan klan yang ada. Dan kini mereka membuka kesempatan untuk penerimaan murid baru untuk kemudian di latih menjadi anggota klan.
“kalian dengar itu, ayo kita juga mendaftar ke pertandingan besok”, ajak Jen.
“baiklah nona,saya akan mendaftarkan kita bertiga”, balas Anes.
Sementara Anes mengantri untuk daftar, Jen dan Rin menunggu di salah satu kedai kopi terdekat. Ada banyak bangsawan yang juga datang untuk pertandingan besok. Dari ingatan tubuh ini, Jen mengenal beberapa bangsawan.
Salah satunya Selir Ika, nona muda keluarga Hitte. Ayah nya perdana menteri urusan pertahanan. Selir Ika perna mendekati Jen untuk mendekati pangeran Emus, kakak pertama Jen. Tentu saja demi menjadi calon istri nya. Tetapi setelah ia menikahi pangeran Emus dan menjadi selir nya, Selir Ika malah sering memfitnah Jen di depan kakak pertamanya itu. Menyebabkan hubungan nya semakin buruk, dari awal nya Jen memang tidak dekat dengan kakak pertama nya, ditambah Selir Ika yang dengan segala cara mendapatkan perhatian suami nya itu.
Selir Ika datang mendekat dan membuat ulah di meja tempat Jen dan Rin menunggu.
“minggir kalian, saya mau menempati tempat ini”, ucap Selir Ika dengan sombongnya mengusir mereka bertiga.
Meja yang mereka tempatin memang bagus dan pemandangannya bisa melihat kearah antrian panjang pendaftaran. Jen melihat papan nameboard nya.
IKA (Selir pertama pangeran Emus)
LEVEL : 8
KEMAMPUAN : PEMANAH API
“kami belum selesai memakai tempat ini, jadi cari saja tempat lain, disana masih ada yang kosong”, balas Jen cuek.
“kamu berani sekali, apa kamu tidak kenal siapa saya, suami saya adalah pangeran kerajaan ini!”, balas Selir Ika sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.
“saya tidak peduli siapa kamu, yang jelas kami masih memakai tempat ini”, lanjut Jen lagi sambil meneguk minumannya.
“APAA, dasar J*lang !!”, maki nya dan berusaha menampar Jen.
“Je..n?”, ucap nya kaget tidak percaya.
“siapa tadi kamu katakan dirimu?”, ucap Jen sinis.
“a..aku.., kenapa kamu ada disini, bukannya kamu menghilang sejak 6 bulan yang lalu?”, sambung Selir Ika mengalihkan pembicaraan.
Kisah dijualnya dia ke negeri lain, Selir Ika memang tidak mengetahuinya, karena yang melakukannya adalah selir pertama ayahnya, selir Shan. Pihak Istana membuat kabar bahwa Jen hilang diculik.
“aku ada dimana bukan urusan mu”, balas Jen cuek.
Mendengar jawaban Jen yang merendahkannya, Selir Ika malah semakin kesal.
“aku kira kamu tidak akan kembali lagi, setelah kakak pertama mu menghukum mu waktu itu”, ungkit Selir Ika yang memandang rendah Jen.
Jen perna dihukum 20 cambukkan di punggungnya karena Ika memfitnahnya, awalnya mereka bertengkar hebat, lalu saat Ika hendak mendorongnya ke kolam teratai, Jen berhasil menghindar, dan Selir Ika yang terjatuh ke kolam. Tetapi saat ia terjatuh, pangeran pertama datang dan melihat Selir Ika berada di kolam,
sedangkan Jen di pinggir kolam. Selir Ika langsung memfitnah Jen yang mendorongnya. Kakak pertamanya sangat marah, dan tak memberikan Jen kesempatan untuk menjelaskan.
Dengan senyum liciknya, lalu selir Ika membisikkan sesuatu ke telinga Jen.
“itu akibatnya jika tidak patuh pada ku”
Walaupun Jen adalah seorang putri kerajaan, tetapi ia terlalu lemah dan tidak sanggup membalas perkataan-perkataan mereka yang tidak hormat padanya.
Belum sempat Jen membalas perkataan Selir Ika, Pangeran Emus, yang merupakan kakak pertamanya datang mendekat. Pangeran Emus sengaja datang untuk mengikuti pertandingan besok, dan selir Ika terus membujuknya hingga akhirnya ia diperbolehkan ikut oleh pangeran.
“Jen, kamu sudah kembali”, ucap kakaknya tidak percaya bisa melihat adiknya kembali.
“hormat pada kakak pertama”, balas Jen sambil menundukkan kepalanya.
Melihat pangeran Emus datang, Selir Ika langsung menggandengnya dan mengadu.
“Yang mulia, baru saja saya ingin bergabung di meja ini, dan meminta tolong dengan baik pada adik Jen, tetapi ia mengusir saya dan menyuruh saya untuk duduk di pojok sana”, ucap Selir Ika dengan sandiwaranya yang luar biasa meyakinkan.
Jen sampai kagum melihat keahlian nya itu.