
“Tenang saja, aku tak punya perasaan pada nya, hanya saja dia adalah idola di perguruan ini. Bukan hanya tingkat dua, tapi dari tingkat satu dan tiga banyak yang mengejar nya, bahkan mereka membuat kelompok nama nya ‘FANS Vei’
“Jadi apa aku dalam bahaya sekarang ?”
“tepat !” Jawab nya singkat.
“Haha.. belum selesai masalah dengan sih sisca itu, sekarang malah dapat masalah baru” Ucap ku santai.
“Nanti lah itu kita pikirkan lagi kita harus segera masuk ke kelas bu doly”
Sasa menarik tangan ku lebih erat dan mempercepat langkah nya.
“Bu Doly ?” Tanya ku.
“Ya dia salah satu pelatih killer”
Aku ingat sekarang kami akan ada praktek tenaga dalam.
**************
Tak lama setelah kami sampai ke kelas Bu Doly pun tiba, kami diarahkan ke lapangan latih.
Ia memperaktekkan beberapa jurus dasar dan menghancurkan sebuah batu berukuran sedang. Kami diberi tugas untuk menghancurkan batu lainnya.
“Jika kalian bisa memecahkan batu ini, nilai kalian akan saya beri A !”
Bu Doly menunjuk sebuah batu berukuran besar.
Sebelum kami mencoba menghancurkannya kami diberi kesempatan untuk berlatih menghancukan batu yang lebih kecil.
Setelah itu, satu persatu kami mencoba menghancurkan batu dari bu Doly.
“Kita lihat anak baru itu, kali ini dia pasti tidak bisa lolos Hahahaa.. !”
Sisca bersiap mempermalukan Jen saat tiba gilirannya dipanggil bu Doly untuk menghancurkan batu itu.
Pasala nya batu itu, bukan batu biasa, tetapi dari kumpulan aura yang dipadatkan, bahkan yang sudah 4 tahun di tingkat 1 saja belum bisa sepenuhnya menghancurkan batu itu. Sisca sendiri setelah 3 tahun baru bisa menghancurkan batu itu.
“Jen sekarang giliran mu !”
Terdengar bu Doly memanggil namanya.
Jen maju kedepan, membuat gerakan awal, mengumpulkan energy nya, dan melontarkan kekuatan angin nya kearah batu besar bu Doly.
KRAAK..
Perlahan batu itu retak dan hancur berkeping-keping. Semua yang hadir disana termasuk bu Doly takjub dengan kekuatan Jen.
“Wah, Jen kau luar biasa !”
Sasa mendekati ku dan ikut senang dengan keberhasilan yang tak terduga mereka. Padahal menurut Jen pribadi test itu hanya seperti melempar krikil.
“Kebetulan saja aku punya kekuatan yang cukup kuat”
Jen tersenyum pada Sasa.
“Bagus sekali Jen Ibu bangga pada mu” Ucap Bu doly.
Ternyata dia sangat berbakat, padahal batu itu harus nya tak mudah di hancurkan oleh orang yang level nya masih dibawah 20, batin bu Doly.
Sementara Jen dan rekan-rekan nya mengikuti pelatihan kelas klan . Ditempat lain di klan itu, para Tetua telah berkumpul untuk membahas sesuatu yang penting.
“Tentara Iblis baru saja menyerang lembah Merah, dan 100 orang pasukan dari klan kita kehilangan nyawa” Ucap salah satu Tetua.
“Kita harus cepat bergerak, seperti nya pertandingan tahunan harus dipercepat !”
“Baiklah kalau begitu, bulan depan kita akan mulai pertandingannya !” Ucap Kepala Tetua.
“Siap Kepala Tetua !” Ucap mereka serentak.
Lalu satu persatu mereka meninggalkan paviliun pertemuan itu dan bersiap mengabarkan nya pada para guru.
“Jen !” Teriak Sasa.
“Ada apa Sa ?” Tanya Jen.
“Apa kamu sudah dengar, pertandingan tahunan kali ini di percepat jadi bulan depan”
“Oh kok bisa ?”
Perkiraan Jen harus nya acara pertandingan tahunan masih 6 bulan lagi.
“Ku dengar, karena tentara iblis sudah mulai bergerak ?”
“Begitu ya, berarti kita juga harus bersiap !”
Mereka berdua berjalan bersama menuju ke asrama, tetapi dalam perjalanan mereka di cegat oleh sekelompok orang.
“Jadi siapa dari kalian yang berani menyakiti adik ku !”
Seorang wanita cantik mendekati mereka.
“Itu kakak nya Sisca” Bisik Sasa.
“Oh, jadi kamu kakak nya Sisca ?” Ucap Jen cuek.
“Ternyata hanya gadis lemah !” Ucap wanita itu sombong.
“Aku bisa mengampuni mu kalau kamu berlutut di kaki Sisca dan memohon ampun pada nya !”
“Dia yang pertama mencari masalah pada ku, jadi suruh dia yang berlutut di kaki ku maka kalian berdua ku ampuni !”
“Kurang Aj*r, dengan kemampuan mu sekarang aku bisa menghancurkan semua titik kultivasi mu !”
Wanita itu mulai menyerang Jen dengan kekuatan cambuk maut andalannya.
Jen menghindar, tapi dengan segera wanita itu mengayunkan cambuk nya lagi ke arah Jen, untunglah gerak refleks Jen cukup baik dan berhasil menghindari serangan kedua wanita itu.
“Sampai kapan kau bisa bertahan terus !”
Sekali lagi wanita itu mengayunkan cambuk nya, dan kali ini cambuk nya dipenuhi duri dan segala yang tersentuh cambuk itu hancur. Kini Jen tidak menghindar lagi, ia maju dan dalam sekejap sudah berada di depan wanita itu. Jen menyentil kening wanita itu dan segera wanita itu terjatuh ke belakang.
“Kau !!”
Wanita itu segera bangun, dan kembali menyerang Jen, kali ini dengan jurus yang berbeda. Tapi Jen segera menahan nya dan dengan cepat balik menyerang dengan jurus angin nya, wanita itu terpental dan dari mulut nya keluar darah, beberapa titik meridian nya rusak akibat serangan Jen.
“Katakan pada adik mu yang manja itu, jangan berani mengusik ketenangan ku lagi, kalau tidak maka tidak hanya beberapa titik saja tapi semua titik meridian mu dan adik mu itu akan ku hancurkan !”
Lalu Jen berjalan menjauh dari tempat itu diikuti oleh Sasa di belakang nya.
“Jen aku tak nyangka kau hebat sekali !”
Sasa kagum dengan kemampuan dan teknik Jen.
“Dia tak ada apa-apa nya bagi ku” Ucap Jen cuek.
Setiba mereka di asrama Sasa pamitan untuk ke kamar nya.
Sasa tiba di kamar nya, ukuran kamar nya 300cm x 200cm, dan hanya ada tempat tidur kecil, lemari 2 pintu dan meja kerja.
Masing-masing kamar pun ada tingkatannya tergantung kemampuan orang tersebut. Murid yang masuk 20 besar memiliki kamar lebih besar dengan kamar mandi di dalamnya, dan yang masuk 5 besar memiliki kamar mewah dengan seorang pelayan.
Saat ini karena Jen masih murid baru sehingga ia hanya mendapat kamar standart.
Karena pertandingan akan diadakan bulan depan, berarti aku harus meningkatkan lagi kemampuan ku, batin Jen. Di kamar nya ia mulai berlatih, berkonsentrasi dan merasakan aura disekitarnya, Ia kemudian masuk ke ruang dimensi nya, disana tampak rekan-rekan nya yang lain juga sibuk berkonsentrasi, hanya Nath yang asik bermain dengan Nobel.
Di tempat lain asrama. Tempat tinggal kakak nya Sisca.
“Si*l sih Jen itu, dia merusak beberapa meridian ku !” Maki wanita itu.
“Kak, aku akan membalaskan dendam mu, aku punya kenalan yang sudah berada di tingkat 2 dengan level 35 !”
Sisca menjadi semakin kesal dan dendam pada Jen.