
Jen memperhatikan nameboard nya.
Herald (pangeran kelima kerajaan Anol)(tunangan Jen)
LEVEL : 9
KEMAMPUAN : JURUS PEMIKAT
dengan jurus ini, ia bisa memikat siapa saja yang levelnya masih berada dibawahnya untuk dikuasainya, mirip dengan kemampuan Pengendali Pikiran yang dimilik Rin. Hanya saja Rin dapat mengendalikan tidak hanya yang dibawah level nya, tapi siapapun yang masuk radius 500 meter dari nya.
Pantas saja, dulu putri ini cinta mati padanya, batin Jen setelah melihat nameboard pangeran itu. Ia pasti berpikir Jen masih sama seperti dulu, yaitu tunangan nya yang lemah dan baik hati yang cinta mati pada nya.
“Aku akan memberikan nya pada mu jika kamu bisa mengambilnya dari ku”, balas Jen kesal.
“Apa..!, Lian, beri gadis tak tau terimakasih ini pelajaran”, perintah nya pada seorang gadis.
Gadis itu pun mendekati Jen, dan tersenyum sombong.
“Hai kakak, lama tak bertemu, sayang sekali akhirnya aku yang di pilih pangeran, sekarang pun aku akan mengalahkan mu”, ucap nya sombong.
Klik.. nameboard gadis itu muncul
Lian (putri kedua dari selir kedua kerajaan Qua)
LEVEL: 6
KEMAMPUAN : SELENDANG DARAH
Jen ingat, Lian sering mengganggunya dulu, bahkan sangat iri dengan pertunangannya pada pangeran Herald, makanya ia berusaha merebut pangeran Herald, Lian sering mengatakan bahwa Jen sangat sombong dengan statusnya sebagai putri dan sering menindasnya yang hanya anak dari selir, alhasil pangeran jadi membenci Jen dan sering sekali mengabaikan Jen bahkan bermesraan dengan Lian di depan Jen.
“Banyak omong, kau tak kan bisa mengalahkan ku Lian”, ucap Jen dingin.
Mendengar ucapan Jen, Lian kesal dan segera mengeluarkan selendang darahnya.
Tapi Jen bisa menghindarinya, dan saat ia melihat cela, segera Jen menerobos dan menggunakan jurus angin nya untuk melumpuhkan Lian. Dalam sekejap Lian pingsan terkena serangan itu. Pangeran Herald sampai kaget, sejak kapan dia menjadi sekuat ini, batinnya.
“Pangeran sekarang giliran mu”, ucap Jen dengan tegas.
“Tidak semudah itu, akan ku buat kau berlutut di kaki ku”, Pangeran itu segera menggunakan jurusnya pada Jen, ia memusatkan perhatiannya dan mencoba mempengaruhi Jen.
“Haa, jurus mu itu tak berguna terhadap ku”, balas Jen.
“Tidak mungkin, kenapa bisa, bukankah level mu masih dibawa ku?”, Tanya Pangeran itu heran.
“Ku beritahu sesuatu pada mu pangeran, aku tidak selemah dugaan mu!”, dalam sekejap Jen sudah ada tepat di sebelah pangeran Herald dan melontarkan angin berputar yang membuat pangeran itu terlempar hingga 200meter dan tubuhnya terhempas menabrak sebatang pohon. Pangeran Herald syok berat, tak menyangka gadis bodoh ini ternyata menyembunyikan kekuatannya selama ini.
“Kamu mau menyerah disini atau melanjutkan pertarungan ini”, bisik Jen lagi dengan nada yang masih mengancam dan mengarahkan pedang anginnya ke leher pangeran itu. Hari sudah mulai gelap, seharusnya monster-monster level sedang akan segera bermunculan.
“Baiklah aku menyerah”, ucap nya terbata-bata.
“Keputusan yang bagus”, balas Jen dengan senyuman sinis nya.
Dengan segera ia mengambil 71 lambang dari lengan pangeran Herald, dan 62 lambang dari lengan Lian. Dia sendiri sudah mengumpulkan 76 lambang, berarti total nya 209.
Hem… harusnya aku sudah masuk 50 besar, pikir Jen. Setelah itu, ia bergegas mencari tempat persembunyian yang telah mereka atur sebelumnya untuk beristirahat saat malam. Setiba disana ternyata Anes dan Rin sudah tiba terlebih dahulu, dan sudah menyiapkan makan malam untuk mereka santap malam ini.
“Jadi bagaimana hasil perburuan kalian tadi”, Tanya Jen sambil asik menikmati ikan bakarnya.
“saya sudah mengumpulkan 92 lambang”, jawab Anes yang juga asik menikmati ikan bakarnya.
“Saya mengumpulkan 214 lambang”, giliran Rin menjawab tenang.
“Wouu, Rin.. kamu hebat banget”, kagum Jen yang sudah menghabiskan makanan nya.
“Nona, saya tidak sehebat anda, mereka sendiri yang memberikan lambang mereka pada saya”, lanjut Rin sambil meneguk semangkuk air.