
Jen tampak berpikir sejenak, seorang legenda, topeng air emas, seperti familiar, hemmm, tampak kening Jen berkerut, dan tangannya menopang dagunya.
“Akkhhhhh….”, Latah nya.
Ia menepok jidat nya sendiri.
Seorang legenda bertopeng air emas itu kan aku sendiri. Tapi.. 100 tahun ? bukannya aku hanya 5 hari tidak login, kenapa pengaturan waktu nya jadi kacau sich. Siapa orang yang bertanggung jawab atas waktu di dunia ini, protes Jen dalam hati.
Ehh, tunggu.. itu aku yang punya kemampuan mengatur waktu nya.
“Nona kenapa?” Tanya Anes memotong lamunan Jen.
“Ahhh, aku tidak apa, lanjutkan cerita mu”
Jen kembali ke mode serius.
“Baiklah, lalu ditengah pengembaraan, saya menemukan sebuah reruntuhan dan bermaksud menyelidiki reruntuhan itu.
Kemudian saya menemukan sebuah goa di dalamnya dan melihat nona terbaring disana, tapi saya sangat kaget melihat lambang matahari bersinar dikening nona, saya berpikir mungkin nona adalah orang yang saya cari selama ini ?!”
Anes terlihat sangat yakin kalau orang yang dicari nya adalah Jen.
Ha, dikening ku ada tato kah ?, pikir Jen.
“hem, tapi kamu sendiri tau, aku masih level 1, kenapa kamu masih berpikir aku adalah seorang legenda itu ?”
Jen masih tidak percaya, masa hanya level 1 aku disebut Legenda, kalau dulu sih ok lah.
Walaupun hanya Jen yang bisa melihat nameboard, tetapi dari aura yang terpancar, harus nya orang lain akan tau level setiap orang.
Memang ada suatu jurus level tingkat dewa yang bisa menyembunyikan aura, sehingga orang lain tidak tau level sebenarnya orang tersebut, tetapi itu pun jurus langka yang sangat rahasia.
“Saya yakin kalau nona menggunakan suatu jurus untuk menghilangkan level anda, agar orang lain tidak menemukan nona, tapi saya tidak akan tertipu, saya akan menjadi pengikut setia nona. Bahkan jika segel saya terlepas saya akan tetap manjadi pengikut nona”
Anes bersumpah dengan yakin untuk menjadi pengikut setia Jen.
Mendengar pernyataan Anes, Jen sangat kagum, dan berpikir apa orang ini terlalu pintar atau terlalu bodoh.
Tampak Jen kembali berpikir, ia teringat dengan 5 pendekar Hitam yang pria ini sebutkan tadi.
Kalau memang dia salah satu pendekar Hitam, itu sangat bagus bisa bersama nya selama di dunia yang tak biasa ini, batin Jen.
5 pendekar hitam adalah pendekar kelas Elite dengan misi khusus, level mereka harus nya 50 keatas. Bisa dibilang mereka adalah tingkat master.
“lalu bagaimana dengan keempat pendekar yang lain?”, Tanya Jen penasaran.
“Saat itu, mereka pun terjebak, dan berubah menjadi sebuah telur. Telur hitam, perak, emas dan putih, hanya saya yang berhasil keluar, tetapi seperti yang saya katakan tadi, semua kekuatan saya tersegel, lalu ke empat telur itu terpencar. Sejak itu saya tidak tau lagi apa yang terjadi dengan mereka.
Telur?, pikir nya. Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari kantong penyimpanannya.
“Apa maksud kamu telur yang seperti ini ?”, ucap Jen.
“Akkhh, kenapa nona bisa memiliki nya ?”
Respon Anes kaget luar biasa, sebab sudah bertahun-tahun berlalu sejak peristiwa mengejar iblis.
“Tadi dikasih orang”, balas Jen cuek.
"Dikasih orang ?"
Tampak Anes masih tidak yakin.
"Seorang kakek tua menemukan telur ini di..? dimana tadi kata nya ya..??"
Tampak Jen berpikir keras mengingat- ingat kembali perkataan kakek itu.
"Aku lupa ~"
Anes hanya mengangkat alis nya yang tebal itu, tanda dia heran.
Tak lama setelah Jen menunjukan telur itu, Anes menyarankan nya untuk mengoleskan setetes darah Jen ke cangkang telur itu.
"Harus pakai darah ya ?"
Jen sedikit panik karena ia agak takut dengan jarum.
"Ia Nona, itu untuk membuka segel telur ini"
Akhirnya Jen menusuk sedikit jari nya dengan jarum, darah segar segera menetes. Tak lama setelah itu, telur itu bereaksi, dan memancarkan sinar keperakan.
"Wouu, indah sekali cahaya nya"
Jen kagum dengan pancaran keperakan yang berasal dari telur tersebut.
Kini Anes benar-benar yakin bahwa gadis ini adalah Sang Legenda, sebab hanya darah Sang Legenda yang mampu membuka segel iblis.
Setelah telur itu bersinar lalu bergerak-gerak dan kemudian retak. Dari sana keluar asap perak yang perlahan membentuk suatu sosok wanita.
Jen memperhatikan nya, Wanita yang sangat cantik dan dewasa, mata dan rambutnya berwarna perak, Jen mentaksir umur nya mungkin sekitar 18 tahun.
Kliik.. Jen melihat nameboard nya
NAME: RIN (PENGEMBARA)
LEVEL: 0
KEMAMPUAN: PENGENDALI PIKIRAN
Ahhh, kenapa level nya 0 lagi, apa mungkin karna level ku yang sangat rendah ini sehingga hanya bisa mengembalikannya menjadi manusia saja, atau jangan-jangan sekarang aku hanya seorang manusia biasa ?, batin Jen